Bisnis manufaktur adalah salah satu bisnis yang ikut mengalami perkembangan pesat mengikuti perkembangan teknologi. Otomatisasi pada sistem, mesin, dan peralatan dalam bidang manufaktur ternyata membutuhkan software khusus, software manufaktur adalah pilihan yang tepat.
Bahkan, sudah banyak perusahaan manufaktur yang menggunakan software terintegrasi untuk menjalankan operasional dari kegiatan bisnis yang dilakukan.
- Software manufaktur adalah program perangkat lunak yang menunjang seluruh kegiatan operasional industri manufaktur, mulai dari inventory, supply chain, produksi, hingga akuntansi.
- Jenisnya meliputi inventory management, supply chain management, equipment software, software desain, CRM, HR, dan akuntansi.
- 10 rekomendasi vendor software manufaktur terbaik: MASERP, SAP Business One, Odoo, Oracle NetSuite, Microsoft Dynamics 365 Business Central, Infor CloudSuite Industrial, Epicor Kinetic, IFS Cloud, Sage X3, dan Acumatica Manufacturing Edition.
Memang apa saja sih software manufaktur yang banyak digunakan, dan vendor mana saja yang paling direkomendasikan? Agar lebih jelas dan mengerti, yuk simak artikel ini sampai habis, Anda akan menemukan penjelasan lengkap beserta rekomendasi 10 vendor terbaik di bagian akhir artikel.
MASERP Answers Baru
Dapatkan jawaban seputar akuntansi & ERP, dibantu AI, dari pengalaman MASERP membantu ratusan perusahaan Indonesia.
Jenis Software Manufaktur
Software manufaktur terbagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan fungsinya. Berikut jenis software manufaktur dan fungsinya:
Inventory Management Software
Sesuai dengan namanya, software manufaktur yang satu ini berfungsi untuk melakukan manajemen terhadap stok barang dan inventori/inventaris, maksudnya adalah software ini digunakan untuk mengklasifikasi, mengontrol, dan mendata peralatan dan perlengkapan yang menjadi kebutuhan di perusahaan manufaktur.
Inventory Management Software membantu perusahaan melakukan manajemen terhadap stok barang, membantu proses procurement, dan forecasting terhadap stok persediaan barang.
Supply Chain Management Software
Supply chain adalah elemen penting dari industri manufaktur. Saat ini sudah dikembangkan software khusus untuk melakukan manajemen terhadap supply chain.
Supply chain management software dipakai untuk mengelola rantai pasokan dari hulu ke hilir mulai dari kegiatan produksi, distribusi, dan barang yang sampai ke konsumen atau pengguna.
Equipment Software
Dalam beberapa kondisi, perusahaan manufaktur membutuhkan software yang mampu menunjang proses produksi. Equipment software membantu perusahaan manufaktur menghemat waktu dan mencegah hambatan yang terjadi saat proses produksi barang dilakukan.
Software Desain
Untuk menunjang proses seperti desain produk yang akan dibuat, industri manufaktur biasanya akan memanfaatkan software desain produk yang terintegrasi dengan mesin produksi yang digunakan agar desain dapat optimal digunakan.
Software Customer Relationship Management
Meski tak hanya digunakan pada industri manufaktur, software CRM secara khusus dapat menunjang pekerjaan di bisnis manufaktur melalui fitur otomatisasi untuk memenuhi permintaan dari konsumen serta manajemen data dan laporan penjualan.
Software Human Resource
Software Human Resource atau HR wajib dimiliki setiap perusahaan termasuk industri manufaktur. Fitur seperti payroll, absensi, hingga pengaturan shift kerja menunjang fungsi bisnis manufaktur.
Baca Juga: Rekomendasi Software HRIS Terbaik Indonesia (Beserta Fitur)
Software Akuntansi
Di bidang manufaktur, penggunaan software akuntansi membantu pengelolaan keuangan melalui perekaman transaksi, penyimpanan data secara cloud, hingga pengelolaan keuangan lainnya.
Baca Juga: Contoh Software Akuntansi Indonesia Beserta Harga
Rekomendasi Vendor Software Manufaktur Terbaik
Setelah memahami jenis-jenisnya, Anda tentu penasaran vendor mana yang paling cocok untuk bisnis manufaktur Anda. Berikut 10 rekomendasi vendor software manufaktur beserta penjelasan, 10 fitur utama, serta kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
MASERP
MASERP adalah software akuntansi dan ERP manufaktur buatan Indonesia yang telah dipercaya berbagai perusahaan sejak tahun 1984. MASERP menghadirkan modul yang lengkap mulai dari manufaktur, akuntansi, keuangan, inventory, hingga aset tetap dalam satu sistem yang saling terintegrasi.
Karena dikembangkan oleh tim lokal, MASERP memahami betul karakteristik dan regulasi bisnis manufaktur di Indonesia, mulai dari perhitungan pajak, mata uang, hingga kebutuhan kustomisasi sesuai proses produksi masing-masing perusahaan. Sistem ini tersedia dalam skema on premise maupun cloud sehingga fleksibel untuk berbagai skala bisnis.
10 Fitur Utama MASERP
- Bill of Material (BOM) — Mengatur daftar bahan baku dan komponen secara detail sehingga proses produksi lebih transparan dan HPP dapat dihitung otomatis.
- Batch Number — Membedakan hasil produksi hari ini dengan hari sebelumnya agar tidak terjadi double produksi dan memudahkan pelacakan expired date.
- Production Planning & Control — Membantu menjadwalkan produksi, alokasi mesin, dan tenaga kerja agar target produksi tercapai tepat waktu.
- Assembly dan Disassembly — Menggabungkan beberapa bahan baku menjadi satu barang jadi atau sebaliknya sesuai alur produksi perusahaan.
- Multi Gudang dan Multi Cabang — Mengelola persediaan dari banyak gudang maupun cabang dalam satu tampilan sistem tanpa perlu instalasi terpisah.
- Warning Stock — Memberi notifikasi otomatis saat persediaan mendekati batas minimum agar stok bahan baku selalu tersedia.
- QR Barcode Scanner — Mempercepat proses penerimaan dan pengeluaran barang tanpa input manual sehingga meminimalkan human error.
- Report Center — Menyediakan lebih dari 300 jenis laporan keuangan dan operasional yang bisa disesuaikan kebutuhan manajemen.
- Fixed Asset Management — Mencatat penyusutan mesin dan peralatan produksi secara otomatis sesuai standar PSAK.
- Multi Currency & Multi Tax — Mendukung transaksi lintas mata uang dan pengaturan pajak sesuai regulasi Indonesia untuk bisnis yang mulai ekspansi.
Kelebihan dan Kekurangan MASERP
| Kelebihan | Kekurangan |
| Dikembangkan lokal sehingga sesuai regulasi dan kebutuhan bisnis Indonesia | Membutuhkan waktu pelatihan bagi pengguna baru |
| Mendukung multi gudang, multi cabang, dan multi entitas tanpa biaya tambahan | Kustomisasi mendalam memerlukan waktu implementasi tambahan |
| After-sales support lokal yang responsif | |
| Tersedia skema on premise maupun cloud |
SAP Business One
SAP Business One adalah lini software ERP dari SAP, vendor asal Jerman yang berdiri sejak 1972 dan menjadi salah satu penyedia sistem ERP terbesar di dunia. Produk ini dirancang khusus untuk bisnis kecil hingga menengah yang membutuhkan modul manufaktur, akuntansi, dan supply chain dalam satu platform.
Reputasi global SAP membuatnya banyak dipilih perusahaan multinasional maupun perusahaan lokal yang berencana ekspansi internasional dan membutuhkan sistem yang teruji stabil di berbagai industri.
10 Fitur Utama SAP Business One
- Production Planning — Merencanakan jadwal produksi dan kapasitas mesin secara real time.
- Material Requirement Planning (MRP) — Menghitung kebutuhan material berdasarkan pesanan produksi agar stok tidak berlebih atau kurang.
- Quality Management — Mengontrol kualitas produk pada setiap tahap proses produksi.
- Cost Accounting — Memantau biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik secara akurat.
- General Ledger & Financial Accounting — Mencatat seluruh transaksi akuntansi hingga laporan neraca konsolidasi.
- Asset Management — Mendata aset produksi termasuk depresiasi dan jadwal pemeliharaan.
- Supply Chain Management — Menghubungkan proses logistik, gudang, dan distribusi dengan lini produksi.
- Integration Payroll & HR — Mengintegrasikan absensi dan penggajian karyawan dengan modul akuntansi.
- Business Intelligence & Analytics — Menyajikan dashboard analitik untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen.
- Warehouse Management — Mengelola pergerakan barang antar gudang dengan pelacakan yang detail.
Kelebihan dan Kekurangan SAP Business One
| Kelebihan | Kekurangan |
| Fitur sangat lengkap dan terintegrasi untuk manufaktur maupun akuntansi | Biaya lisensi dan implementasi sangat mahal |
| Reputasi global dan dipercaya banyak perusahaan besar | Proses implementasi cenderung memakan waktu lama |
| Mendukung skalabilitas untuk bisnis yang terus berkembang | Membutuhkan konsultan atau tim IT berpengalaman |
| Modul analitik dan business intelligence yang kuat | Kurva belajar cukup tinggi bagi pengguna baru |
Odoo
Odoo adalah software ERP open source asal Belgia yang cukup populer di kalangan bisnis manufaktur karena sifatnya yang modular. Perusahaan bisa memilih aplikasi yang benar-benar dibutuhkan, mulai dari manufaktur, inventory, hingga akuntansi, tanpa harus membayar fitur yang tidak digunakan.
Karena bersifat open source, Odoo memiliki komunitas developer global yang aktif mengembangkan modul tambahan, sehingga fleksibel untuk berbagai model bisnis manufaktur.
10 Fitur Utama Odoo
- Bill of Materials (BoM) — Menyusun daftar bahan baku dan komponen produksi secara terstruktur.
- Work Order Management — Mengatur instruksi kerja pada setiap tahap produksi agar lebih terkontrol.
- Production Planning — Merencanakan produksi berdasarkan kapasitas mesin dan ketersediaan bahan baku.
- Quality Control — Melakukan pengecekan otomatis pada setiap tahap produksi untuk menjaga kualitas.
- Maintenance Management — Menjadwalkan perawatan mesin agar produksi tidak terhambat.
- Inventory Management — Mengelola stok bahan baku dan barang jadi secara real time dengan sistem multi-warehouse.
- Cost Tracking — Memantau biaya produksi secara detail untuk menghitung HPP.
- General Ledger — Mencatat transaksi keuangan yang terintegrasi dengan modul produksi.
- Multi-Currency Support — Mendukung transaksi dalam berbagai mata uang untuk bisnis lintas negara.
- Financial Reporting — Menyajikan laporan laba rugi, neraca, dan arus kas secara otomatis.
Kelebihan dan Kekurangan Odoo
| Kelebihan | Kekurangan |
| Open source dengan fleksibilitas dan skalabilitas tinggi | Membutuhkan tenaga IT untuk instalasi dan kustomisasi |
| Bisa memilih modul sesuai kebutuhan tanpa membayar fitur yang tidak dipakai | Biaya bertambah seiring penambahan modul dan user |
| Dukungan komunitas global yang aktif | Versi gratis memiliki keterbatasan fitur |
Oracle NetSuite
Oracle NetSuite adalah software ERP berbasis cloud yang banyak digunakan perusahaan manufaktur skala menengah hingga besar yang membutuhkan visibilitas operasional secara global. NetSuite menggabungkan modul manufaktur, keuangan, dan manajemen rantai pasok dalam satu platform berbasis cloud sepenuhnya.
Sebagai bagian dari Oracle, NetSuite dikenal kuat dalam pelaporan keuangan multi-entitas sehingga cocok untuk perusahaan manufaktur yang memiliki anak usaha di beberapa negara.
10 Fitur Utama Oracle NetSuite
- Manufacturing Work Center — Memantau kapasitas dan performa lini produksi secara real time.
- Advanced Bill of Material — Mengelola struktur produk multi-level untuk proses produksi kompleks.
- Demand Planning — Memprediksi kebutuhan produksi berdasarkan tren permintaan historis.
- Quality Management — Menjaga standar mutu produk dengan pemeriksaan terjadwal.
- Inventory Management — Melacak stok bahan baku dan barang jadi lintas lokasi secara otomatis.
- Order Management — Mengintegrasikan pesanan penjualan dengan proses produksi dan pengiriman.
- Financial Management — Menyediakan buku besar, laporan laba rugi, dan neraca multi-entitas.
- Revenue Recognition — Mengatur pengakuan pendapatan sesuai standar akuntansi internasional.
- Global Business Management — Mendukung konsolidasi laporan untuk perusahaan dengan banyak cabang lintas negara.
- Analytics & Dashboard — Menampilkan dashboard KPI produksi dan keuangan secara real time.
Kelebihan dan Kekurangan Oracle NetSuite
| Kelebihan | Kekurangan |
| Sepenuhnya berbasis cloud sehingga mudah diakses dari mana saja | Biaya langganan relatif tinggi dalam kurs dolar |
| Kuat dalam konsolidasi laporan keuangan multi-entitas | Kustomisasi mendalam memerlukan konsultan bersertifikat |
| Cocok untuk perusahaan dengan operasional lintas negara | Modul manufaktur kurang sedetail ERP khusus manufaktur |
Microsoft Dynamics 365 Business Central
Microsoft Dynamics 365 Business Central adalah software ERP dari Microsoft yang menyasar perusahaan kecil hingga menengah, termasuk sektor manufaktur. Kelebihan utamanya adalah integrasi native dengan produk Microsoft lain seperti Excel, Outlook, dan Power BI yang sudah familiar bagi banyak tim operasional.
Business Central menawarkan modul produksi, manajemen rantai pasok, dan keuangan yang bisa disesuaikan melalui marketplace aplikasi tambahan (AppSource) sesuai kebutuhan industri manufaktur tertentu.
10 Fitur Utama Microsoft Dynamics 365 Business Central
- Production Orders — Mengelola perintah produksi dari perencanaan hingga penyelesaian barang jadi.
- Bill of Materials — Menyusun struktur bahan baku dan sub-rakitan untuk setiap produk.
- Capacity Planning — Mengoptimalkan penggunaan mesin dan tenaga kerja sesuai kapasitas produksi.
- Supply Planning — Menyesuaikan jadwal pembelian bahan baku dengan kebutuhan produksi.
- Warehouse Management — Mengatur penerimaan, penyimpanan, dan pengiriman barang di gudang.
- Finance Management — Menyediakan buku besar, anggaran, dan laporan keuangan otomatis.
- Power BI Integration — Menyajikan visualisasi data produksi dan keuangan secara interaktif.
- Sales & Service Management — Menghubungkan proses penjualan dan layanan purnajual dengan data produksi.
- Project Management — Mengelola proyek manufaktur berbasis pesanan khusus (make-to-order).
- Multi-Currency & Multi-Language — Mendukung operasional bisnis manufaktur yang beroperasi di berbagai negara.
Kelebihan dan Kekurangan Microsoft Dynamics 365 Business Central
| Kelebihan | Kekurangan |
| Integrasi native dengan ekosistem Microsoft 365 | Modul manufaktur mendalam memerlukan add-on tambahan berbayar |
| Antarmuka relatif familiar bagi pengguna Excel dan Outlook | Biaya lisensi per user dapat bertambah signifikan seiring skala tim |
| Tersedia versi cloud dan on premise | Implementasi tetap membutuhkan mitra bersertifikat Microsoft |
| Marketplace AppSource menyediakan banyak add-on industri | Kustomisasi kompleks memerlukan keahlian developer AL/Business Central |
| Skalabel dari bisnis kecil hingga menengah | Dukungan konsultan lokal untuk manufaktur masih terbatas |
Infor CloudSuite Industrial (SyteLine)
Infor CloudSuite Industrial, yang sebelumnya dikenal sebagai SyteLine, adalah software ERP yang dirancang khusus untuk perusahaan manufaktur diskrit seperti fabrikasi logam, otomotif, dan elektronik. Infor dikenal kuat dalam mengelola proses produksi kompleks dengan banyak varian produk (make-to-order dan engineer-to-order).
Software ini banyak dipilih pabrik menengah hingga besar yang membutuhkan fleksibilitas tinggi dalam mengatur konfigurasi produk dan alur kerja produksi yang berubah-ubah.
10 Fitur Utama Infor CloudSuite Industrial (SyteLine)
- Configure, Price, Quote (CPQ) — Membantu tim penjualan membuat penawaran untuk produk dengan konfigurasi kompleks secara cepat.
- Advanced Planning & Scheduling — Menjadwalkan produksi secara optimal berdasarkan kapasitas mesin dan prioritas pesanan.
- Bill of Material Multi-Level — Mengelola struktur produk bertingkat untuk proses rakitan yang rumit.
- Shop Floor Data Collection — Mencatat data produksi langsung dari lantai pabrik secara real time.
- Quality Management — Memantau standar mutu produk pada setiap tahap produksi.
- Inventory & Warehouse Management — Mengelola stok bahan baku dan barang jadi di berbagai lokasi gudang.
- Project & Job Costing — Menghitung biaya produksi berbasis proyek untuk pesanan khusus.
- Financial Management — Menyediakan buku besar dan laporan keuangan yang terintegrasi dengan produksi.
- Supplier Relationship Management — Mengelola performa dan komunikasi dengan supplier bahan baku.
- Business Intelligence (Birst) — Menyajikan analitik produksi dan keuangan melalui dashboard interaktif.
Kelebihan dan Kekurangan Infor CloudSuite Industrial (SyteLine)
| Kelebihan | Kekurangan |
| Sangat kuat untuk proses manufaktur make-to-order dan engineer-to-order | Biaya lisensi dan implementasi cukup tinggi |
| Fleksibel untuk konfigurasi produk yang kompleks | Kurang cocok untuk manufaktur proses sederhana |
| Modul perencanaan produksi tergolong canggih | Membutuhkan waktu implementasi yang tidak singkat |
| Cocok untuk industri fabrikasi dan otomotif | Dukungan lokal berbahasa Indonesia masih terbatas |
| Dukungan analitik bawaan melalui Birst BI | Kurva belajar cukup tinggi bagi pengguna baru |
Epicor Kinetic
Epicor Kinetic adalah software ERP manufaktur dari Epicor, perusahaan asal Amerika Serikat yang sudah puluhan tahun fokus melayani industri manufaktur diskrit dan proses. Epicor Kinetic menonjolkan kemampuan produksi berbasis cloud dengan antarmuka modern serta dukungan Internet of Things (IoT) untuk memantau mesin produksi.
Software ini sering dipilih perusahaan manufaktur menengah yang ingin bertransformasi digital tanpa kehilangan fleksibilitas proses produksi mereka.
10 Fitur Utama Epicor Kinetic
- Production Management — Mengelola jadwal dan alur kerja produksi dari awal hingga akhir.
- Advanced MES (Manufacturing Execution System) — Memantau performa mesin dan operator secara real time di lantai produksi.
- Bill of Materials & Routing — Menyusun struktur produk dan urutan proses produksi secara detail.
- Supply Chain Management — Mengelola pengadaan bahan baku hingga distribusi barang jadi.
- Quality Assurance — Menjaga standar kualitas produk melalui inspeksi terjadwal.
- Financial Management — Menyediakan buku besar, laporan laba rugi, dan neraca secara otomatis.
- CRM Terintegrasi — Menghubungkan data pelanggan dengan proses produksi dan penjualan.
- IoT Machine Monitoring — Memantau kondisi mesin produksi secara real time menggunakan sensor IoT.
- Project Management — Mengelola proyek manufaktur berbasis pesanan khusus.
- Business Intelligence & Analytics — Menyajikan dashboard analitik untuk pengambilan keputusan manajemen.
Kelebihan dan Kekurangan Epicor Kinetic
| Kelebihan | Kekurangan |
| Antarmuka modern dan mudah dinavigasi | Biaya implementasi tergolong tinggi untuk skala menengah ke bawah |
| Dukungan IoT untuk pemantauan mesin produksi | Membutuhkan mitra implementasi bersertifikat Epicor |
| Fleksibel untuk berbagai model manufaktur (diskrit maupun proses) | Dukungan lokal di Indonesia masih terbatas |
| Modul MES yang cukup lengkap | Kustomisasi mendalam memerlukan biaya tambahan |
| Tersedia versi cloud dan on premise | Waktu pelatihan tim cukup panjang untuk fitur lanjutan |
IFS Cloud
IFS Cloud adalah software ERP asal Swedia yang menggabungkan modul manufaktur, manajemen aset, dan layanan purnajual dalam satu platform. IFS dikenal kuat untuk industri yang mengandalkan aset berat seperti alat berat, energi, dan manufaktur kompleks.
Keunggulan IFS terletak pada kemampuannya menghubungkan proses produksi dengan manajemen pemeliharaan aset dan layanan lapangan (field service) sekaligus.
10 Fitur Utama IFS Cloud
- Manufacturing Planning — Merencanakan produksi berdasarkan kapasitas mesin dan permintaan pasar.
- Shop Order Management — Mengelola perintah kerja produksi dari awal hingga barang jadi.
- Enterprise Asset Management — Mengelola pemeliharaan mesin dan peralatan produksi secara terjadwal.
- Field Service Management — Mengatur layanan purnajual dan perbaikan produk di lokasi pelanggan.
- Supply Chain Management — Mengelola pengadaan bahan baku hingga distribusi produk jadi.
- Financial Management — Menyediakan pencatatan keuangan yang terintegrasi dengan seluruh modul.
- Project Management — Mengelola proyek manufaktur berskala besar dengan banyak tahapan.
- Quality Management — Memastikan standar kualitas produk terjaga di setiap tahap produksi.
- Document Management — Menyimpan dan mengelola dokumen teknis produksi secara terpusat.
- Analytics & Reporting — Menyajikan laporan kinerja produksi dan keuangan secara real time.
Kelebihan dan Kekurangan IFS Cloud
| Kelebihan | Kekurangan |
| Kuat dalam integrasi manufaktur dengan manajemen aset dan layanan lapangan | Biaya lisensi dan implementasi tergolong mahal |
| Cocok untuk industri padat aset seperti alat berat dan energi | Kurang familiar bagi tim IT lokal di Indonesia |
| Modul yang komprehensif dari produksi hingga purnajual | Proses implementasi membutuhkan waktu yang panjang |
| Fleksibel untuk berbagai model bisnis manufaktur | Dukungan konsultan lokal masih terbatas |
| Reputasi kuat di pasar Eropa dan global | Kurang efisien untuk bisnis manufaktur skala kecil |
Sage X3
Sage X3 adalah software ERP dari Sage Group yang menyasar perusahaan manufaktur dan distribusi skala menengah hingga besar. Sage X3 menonjolkan kecepatan proses transaksi dan fleksibilitas konfigurasi tanpa perlu banyak coding tambahan.
Software ini cocok untuk perusahaan manufaktur yang beroperasi di beberapa negara karena mendukung multi-bahasa, multi-mata uang, dan kepatuhan pajak lintas negara.
10 Fitur Utama Sage X3
- Production Management — Mengelola perencanaan dan pelaksanaan produksi secara menyeluruh.
- Bill of Materials — Menyusun struktur bahan baku dan komponen produk secara detail.
- Shop Floor Control — Memantau progres produksi langsung dari lantai pabrik.
- Inventory Management — Mengelola stok bahan baku dan barang jadi di berbagai gudang.
- Procurement Management — Mengatur proses pembelian bahan baku dari berbagai supplier.
- Financial Management — Menyediakan buku besar, laporan laba rugi, dan neraca otomatis.
- Sales Management — Mengelola pesanan penjualan hingga pengiriman barang ke pelanggan.
- Business Intelligence — Menyajikan dashboard analitik untuk mendukung keputusan manajemen.
- Multi-Company & Multi-Site — Mendukung operasional beberapa entitas dan lokasi pabrik sekaligus.
- Workflow Automation — Mengotomatiskan alur persetujuan dan proses bisnis internal.
Kelebihan dan Kekurangan Sage X3
| Kelebihan | Kekurangan |
| Cepat dalam pemrosesan transaksi bervolume tinggi | Modul manufaktur kurang sedalam ERP khusus manufaktur |
| Fleksibel dikonfigurasi tanpa banyak coding tambahan | Dukungan lokal di Indonesia masih terbatas |
| Mendukung operasional multi-negara dan multi-bahasa | Biaya lisensi tetap tergolong tinggi untuk UKM |
| Cocok untuk perusahaan manufaktur dan distribusi sekaligus | Antarmuka terasa kurang modern dibanding kompetitor baru |
| Implementasi relatif lebih cepat dibanding ERP tier-1 lain | Kustomisasi lanjutan memerlukan konsultan bersertifikat |
Acumatica Manufacturing Edition
Acumatica Manufacturing Edition adalah software ERP berbasis cloud yang menyasar bisnis manufaktur kecil hingga menengah. Salah satu daya tarik utamanya adalah model lisensi berbasis penggunaan sumber daya, bukan per user, sehingga lebih fleksibel untuk tim yang terus bertambah.
Acumatica mendukung berbagai model produksi mulai dari make-to-stock, make-to-order, hingga engineer-to-order dalam satu platform yang mudah diakses dari perangkat apa pun.
10 Fitur Utama Acumatica Manufacturing Edition
- Bill of Materials & Routing — Menyusun struktur produk dan urutan proses produksi secara fleksibel.
- Production Management — Mengelola perintah produksi dari perencanaan hingga penyelesaian.
- Material Requirements Planning (MRP) — Menghitung kebutuhan bahan baku berdasarkan permintaan produksi.
- Advanced Planning & Scheduling — Menjadwalkan produksi secara optimal sesuai kapasitas sumber daya.
- Inventory Management — Mengelola stok bahan baku dan barang jadi secara real time.
- Financial Management — Menyediakan buku besar dan laporan keuangan yang terintegrasi penuh.
- Project Accounting — Menghitung biaya proyek manufaktur berbasis pesanan khusus.
- CRM Terintegrasi — Menghubungkan data pelanggan dengan proses penjualan dan produksi.
- Mobile Access — Memungkinkan akses sistem dari perangkat mobile kapan saja.
- Business Intelligence — Menyajikan dashboard analitik untuk mendukung keputusan bisnis.
Kelebihan dan Kekurangan Acumatica Manufacturing Edition
| Kelebihan | Kekurangan |
| Lisensi berbasis sumber daya, bukan per user, sehingga lebih hemat untuk tim besar | Dukungan lokal di Indonesia masih terbatas |
| Mendukung berbagai model produksi dalam satu platform | Modul manufaktur lanjutan memerlukan konfigurasi tambahan |
| Bisa diakses dari perangkat apa saja karena berbasis cloud | Kurang optimal untuk manufaktur berskala sangat besar |
| Implementasi relatif lebih cepat dibanding ERP tier-1 | Ketergantungan pada koneksi internet karena berbasis cloud |
| Antarmuka modern dan mudah dipelajari | Ekosistem partner lokal belum sebanyak ERP global lain |
Kesimpulan
Terdapat beberapa jenis software manufaktur yang dibedakan sesuai fungsinya yaitu Inventory Management Software, Supply Chain Management Software, Equipment Software, Software Desain, Software Customer Relationship Management, Software Human Resource, dan Software Akuntansi.
Manfaat dari menggunakan semua software tersebut adalah untuk memudahkan dan menunjang pekerjaan di industri manufaktur. Dari kesepuluh vendor yang dibahas, MASERP menjadi pilihan yang relevan untuk bisnis di Indonesia karena dukungan lokal, kemudahan kustomisasi, dan modul yang lengkap antara manufaktur dan akuntansi.
Untuk mengurangi risiko kerugian akibat salah pencatatan produk, Anda wajib menggunakan software akuntansi dan manufaktur modern yang terintegrasi seperti MASERP.
Fitur Batch Number pada MASERP bisa memudahkan Anda membedakan barang yang baru diproduksi hari ini dengan barang produksi hari sebelumnya sehingga tidak mengalami double produksi.
Anda bingung menentukan harga pokok produksi (HPP)? Formula Bill of Material pada MASERP membantu Anda menentukan HPP sementara dan final.
Untuk mengetahui lebih banyak tentang software MASERP yang akan memberikan banyak kemudahan pada perusahaan manufaktur Anda, langsung saja konsultasikan apa yang Anda butuhkan kepada konsultan ahli kami. Gratis!
Pertanyaan Seputar Software Manufaktur
Software manufaktur adalah program yang digunakan untuk membantu dan menunjang seluruh kegiatan operasional di industri manufaktur, mulai dari perencanaan produksi, manajemen inventory, supply chain, hingga akuntansi.
Jenis software manufaktur yang umum digunakan antara lain inventory management software, supply chain management software, equipment software, software desain, software CRM, software human resource, dan software akuntansi.
MASERP menjadi salah satu rekomendasi utama untuk perusahaan manufaktur di Indonesia karena dikembangkan sesuai regulasi lokal, dapat dikustomisasi, dan menyediakan modul manufaktur serta akuntansi yang terintegrasi.
Harga software manufaktur bervariasi tergantung vendor dan skala bisnis, mulai dari puluhan juta rupiah per tahun untuk software lokal seperti MASERP hingga ratusan juta rupiah per tahun untuk software global seperti SAP atau Oracle NetSuite.