Akuntansi Persediaan: Metode Pencatatan dan Penilaian Persediaan

Persediaan atau inventory yang dimiliki oleh perusahaan tidak begitu saja terpajang di dalam gudang. Anda perlu melakukan pencatatan dan perhitungan persediaan agar tidak menderita rugi. Jangan sampai juga Anda memiliki persediaan yang terlalu banyak atau malah kekurangan persediaan sehingga tidak bisa memenuhi permintaan pelanggan. Pencatatan dan perhitungan persediaan ini dikenal dengan nama akuntansi persediaan.

Tahukah Anda kalau persediaan yang dimiliki perusahaan dagang dan manufaktur memiliki jenis yang berbeda? Apakah Anda sedang mencari cara terbaik untuk menghitung persediaan barang di perusahaan Anda? Artikel ini akan membahas mengenai akuntansi persediaan lebih dalam dari tujuan, cara pencatatan, cara penilaian dan bagaimana posisi persediaan di laporan keuangan. Yuk simak penjelasannya di bawah ini!

Pengertian Persediaan

Persediaan menurut PSAK No. 14 Tahun 2015 adalah aset yang dimiliki untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, dalam proses produksi untuk dijual, atau dalam bentuk bahan baku atau perlengkapan yang digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.

Persediaan adalah bagian dari aktiva atau aset lancar yang merupakan aset terbesar dalam perusahaan dagang. Maka persediaan menjadi hal penting dalam perusahaan dagang.

Perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur memiliki jenis persediaan yang berbeda. Kalau di perusahaan dagang, persediaan barang yang dibeli dan dimiliki akan digunakan untuk dijual pada periode tersebut maupun di periode yang akan datang. Perusahaan dagang membeli dan menjual barangnya kembali tanpa mengubah bentuk fisik barang dan memberi nilai tambah.

Penjualan di perusahaan dagang meliputi sistem tunai dan kredit. Penjualan tunai caranya lebih sederhana yaitu pembeli memilih barang, membayarnya di kasir dan barang bisa dibawa pulang.

Berbeda dengan perusahaan dagang, di perusahaan manufaktur membeli bahan baku atau barang setengah jadi kemudian diolah menjadi barang jadi untuk siap dijual di pasaran.

Pada perusahaan manufaktur, persediaan memiliki tiga kategoti yaitu bahan baku untuk produksi, persediaan barang setegah jadi yang akan diproses menjadi barang jadi, dan persediaan barang jadi yang sudah selesai diproses dan siap dijual ke konsumen.

Baca Juga: Management Inventory: Definisi, Tujuan, dan Model Inventorynya

Tujuan Akuntansi Persediaan

Sistem akuntansi persediaan memiliki tujuan untuk mencatat setiap mutasi dan setiap jenis persediaan yang dimiliki dan disimpan oleh perusahaan. Sistem ini berhubungan dengan penjualan dan retur penjualan, serta pembelian dan retur pembelian.

  • Menyajikan informasi tentang persediaan mulai dari pengakuan persediaan sampai proses penerimaan dengan prosedur yang baku.
  • Memberikan informasi persediaan yang tersedia dan perhitungan tingkat pengendalian persediaan.
  • Sebagai pengendalian persediaan sehingga bisa dilakukan perhitungan persediaan secara ekonomis.

Fungsi Persediaan

  • Fungsi economis lot sizing: untuk menguragi biaya tiap unit saat proses produksi dengan mempertimbangkan penghematan seperti diskon pembelian dan biaya pengangkutan yang lebih murah.
  • Fungsi antisipasi: agar persediaan aman apabila ada keterlambatan pengiriman atau ketidakpastian permintaan barang agar produksi tidak mengalami gangguan.
  • Fungsi decoupling: agar semua permintaan pelanggan bisa terpenuhi tanpa bergantung pada supplier.

Metode Pencatatan Persediaan

Dalam mencatat persediaan, Anda bisa menggunakan dua cara yaitu cara perpetual dan cara persediaan fisik.

Metode Perpetual

Ketika menggunakan cara perpetual atau mutasi persediaan, Anda harus mencatat setiap mutasi persediaan secara terus menerus dalam kartu persediaan. Nilai persediaan dan harga pokok penjualan (HPP) langsung ada pada catatan akuntansi selama tahun berjalan.

Setiap jenis barang memiliki kartu persediaan dan di dalam pembukuan akuntansi dibuatkan rekening pembantu persediaan. Rekening ini terdiri dari kolom pembelian, penjualan dan saldo persediaan.

Beberapa karakteristik dari cara pencatatan perpetual yaitu pembelian barang dicatat dalam debit rekening persediaan (bukan pembelian), harga pokok penjualan dihitung pada tiap transaksi penjualan, dan ada buku pembantu persediaan untuk mencatat setiap jenis persediaan.

Kalau Anda mencatat dengan cara perpetual dan menemukan perbedaan saldo antara jumlah persediaan dari catatan dan perhitungan fisik, maka perlu ayat jurnal terpisah untuk menyesuaikan jumlah persediaan barang Anda.

Misalnya, di akhir periode akuntansi jumlah persediaan tercatat sebanyak 5.000 pcs, tetapi perhitungan fisiknya menunjukkan 4.700 pcs. Sehingga, ayat jurnal untuk mencatat penyesuaiannya :

Kelebihan dan kekurangan persediaan     300 pc

          Persediaan                                                       300 pc

Metode Fisik

Bagaimana dengan cara persediaan fisik? Persediaan tercatat di kartu persediaan hanya saat ada tambahan pembeliaan persediaan barang. Mutasi akibat persediaan berkurang karena ada pemakaian yang tidak dicatat di kartu persediaan.

Nah, untuk mengetahui harga pokok penjualan, maka Anda harus melakukan perhitungan persediaan fisik yang tersedia di gudang pada akhir periode akuntansi tersebut. Rumus HPP adalah persediaan awal + biaya pembelian – persediaan akhir.

Karakteristik dari pencatatan persediaan secara fisik yaitu tidak menggunakan buku besar persediaan (memakai perkiraan purchase, purchase return, sales, dan sales return), tidak ada kartu persediaan dan kalkulasi biaya persediananya dilakukan secara fisik pada persediaan akhir.

Dalam akuntansi persediaan, perusahaan sangat memerlukan perhitungan fisik yang merupakan unsur dari pengendalian internal. Perhitungan fisik berguna untuk menghitung persediaan fisik yang ada di gudang. Hasil dari perhitungan itu digunakan untuk catatan persediaan dan penyesuaian terhadap persediaan yang tercatat.

Baca Juga: Pengertian Inventory Turnover, Manfaat, dan Cara Perhitungannya

Metode Penilaian Persediaan

Kalau di metode pencatatan persediaan Anda fokus pada pencatatan barang persediaan yang masuk dan keluar, kalau di penilaian persediaan Anda akan menghtung harga pokok penjualannya. Ada tiga metode penilaian persediaan yaitu FIFO, LIFO dan Average.

Metode FIFO

Cara pertama adalah FIFO atau First In First Out, di mana barang yang masuk pertama kali akan dijual terlebih dahulu. Harga beli barang yang duluan masuk akan menjadi dasar dalam menentukan harga pokok penjualan barang yang lebih dulu terjual atau barang keluar.

Metode LIFO

Untuk menentukan harga pokok penjualan, Anda juga bisa menggunakan cara LIFO atau kepanjangannya Last In First Out. Dalam cara ini, barang yang masuk terakhir akan keluar atau dijual terlebih dahulu. Jadi barang yang masuk di awal, akan menjadi persediaan di gudang dan keluar paling akhir.

Harga pembelian pada barang yang terakhir masuk, maka akan menjadi dasar dalam menentukan harga pokok penjualan barang yang pertama kali keluar (first out).

Average Cost (Rata-Rata)

Kalau di FIFO dan LIFO berfokus pada barang yang masuk dan keluar untuk menentukan harga pokok penjualannya, kalau di metode average cost ini semua barang yang sudah siap jual memiliki harga yang sama. Jadi, harga pokok penjualannya dihitung dengan menggunakan rata-rata harga pembelian seluruh barang dibagi dengan jumlah seluruh barang.

Persediaan pada Laporan Keuangan

Pada laporan keuangan, penilaian persediaan yang Anda gunakan harus dijelaskan secara garis besar misalnya menggunakan metode FIFO. Persediaan barang dagang umumnya ditemui di laporan neraca dan laporan laba rugi.

Di laporan neraca, persediaan dikategorikan dalam aset atau aktiva lancar dan menunjukkan nilai barang yang ada pada akhir periode akuntansi. Pada laporan laba rugi, cara yang digunakan untuk menilai persediaan akan menentukan nilai persediaan awal, persediaan akhir dan harga pokok penjualan, serta laba kotor yang diperoleh perusahaan.

Persediaan barang antara tahun berjalan, tahun sebelumnya dan tahun yang akan datang saling berkaitan sehingga bisa memprediksi laba dan rugi yang diperoleh perusahaan serta posisi keuangannya di waktu sebelumnya, saat ini dan akan datang.

Kesimpulan

Persediaan adalah bagian dari aktiva atau aset lancar yang merupakan aset terbesar dalam perusahaan dagang. Aset ini berupa barang untuk dijual, barang dalam proses produksi untuk dijual, atau dalam bentuk bahan baku yang digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.

Tujuan akuntansi persediaan adalah untuk mencatat setiap mutasi dan setiap jenis persediaan yang dimiliki dan disimpan oleh perusahaan. Cara pencatatannya bisa dilakukan dengan cara perpetual dan cara menghitung persediaan fisik. Untuk penilaian persediaan bisa dilakukan dengan cara FIFO, LIFO dan average cost.

Untuk menghindari risiko salah pencatatan persediaan dan data keuangan bisnis, Anda sebaiknya mengunakan software akuntansi dan manufaktur modern yang terintegrasi seperti MASERP.

Software ERP yang sudah terintegrasi dengan fitur persediaan barang ini membantu Anda membuat laporan inventaris, melakukan pelacakan secara otomatis dan mengidentifikasi unit yang mengalami peningkatan. Sistem ini membantu pengelolaan persediaan di setiap toko dan gudang.

Fitur Inventory Management di MASERP memudahkan Anda melacak tingkat dan nilai persediaan setiap hari dengan menggunakan metode biaya rata-rata. Fitur Quantity Minimum akan memberikan warning kepada Anda apabila persediaan fisik sudah berada pada jumlah di bawah Qty Min yang sudah disetting.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang software MASERP yang akan memberikan banyak kemudahan pada perusahaan Anda, langsung saja konsultasikan kendala apa yang Anda hadapi kepada konsultan ahli kami. Gratis!

New call-to-action