Pada dasarnya Kamu harus menutup buku untuk memulai lagi pembukuan yang akan datang. Tutup buku ada 2 jenis, yaitu tutup buku akhir bulan, dan tutup buku koreksi. Apa sajakah perbedaan dua jenis tutup buku tersebut ? Mari kita bahas lebih lanjut.

Tutup buku akhir bulan adalah semua master akun bulan ini akan dipindahkan ke bulan depan dan saldo berjalan akan dipindahkan menjadi saldo awal bulan depan , proses ini dapat dilakukan tiap akhir bulan. Setelah selesai tutup buku, anda memulai mengisi transaksi yang baru pada awal bulan baru.

Tutup buku koreksi adalah semua master akun bulan ini yang mengalami perubahan akan dipindahkan ke bulan depan dan perubahan saldo berjalan akan dipindahkan menjadi saldo awal bulan depan. Hampir sama dengan tutup buku akhir bulan bedanya, pada saat Kamu sudah melakukan tutup buku akhir bulan, dan ada kesalahan di bulan sebelumnya tentunya anda akan memperbaikinya bukan? Setelah memperbaikinya disinilah Kamu harus tutup buku koreksi, agar data yang ada dibulan selanjutnya dapat valid dengan bulan sebelumnya.

Misalnya di bulan Februari ingin menambah nomor perkiraan baru , tetapi Kamu perlu koreksi transaksi bulan sebelumnya. Dalam proses ini fitur tutup buku koreksi akan merubah saldo awal Februari nomor perkiraan neraca sesuai dengan saldo akhir nomor perkiraan neraca di bulan Januari. Semua transaksi jurnal atau nomor perkiraan baru tetap dipertahankan .

Dengan software akuntansi tentunya Kamu akan memperoleh fitur tersebut.  Bagaimana? Apakah Kamu ingin mencoba menggunakan software akuntansi?