Ingin Rekonsiliasi Bank? Ini Komponen dan Prosedurnya

Dalam akuntansi, uang dalam rekening termasuk giro termasuk bagian dari kas perusahaan. Untuk melindungi aset perusahaan ini, harus dilakuan pengendalian terhadap kas tersebut. Rekonsiliasi bank adalah salah satu metode untuk melindungi aset.

Pengendalian tersebut dapat dilakukan dengan cara menyimpan semua kuitansi ke dalam rekening giro perusahaan, membayar semua tagihan melalui rekening giro dan melakukan rekonsiliasi bank secara rutin.

Rekonsiliasi bank tidak hanya melakukan pencocokan saldo pada laporan bank dan keuangan perusahan saja, tetapi juga dapat mengetahui jumlah penerimaan beserta pengeluaran yang belum tercatat di catatan perusahaan.

Apa saja komponen dalam rekonsiliasi bank dan bagaimana prosedurnya? Temui jawabannya di artikel ini!

Pengertian Rekonsiliasi Bank

Rekonsiliasi bank adalah pencocokan saldo pada catatan akuntansi yang dimiliki perusahaan dengan informasi pada laporan bank.

Rekonsiliasi menjadi kontrol untuk penerimaan maupun pengeluaran dalam bentuk uang tunai dan non tunai.

Apabila saldo kas perusahaan yang dilaporkan nilainya sudah sesuai, perusahaan bisa mencegah penarikan yang jumlahnya berlebih pada rekening giro atau melaporkan jumlah kas yang salah di laporan neraca keuangan.

Komponen di laporan bank harus dibandingkan dengan komponen lain di akun kas perusahaan.

Perbedaan seperti biaya bank, cek yang dananya tidak cukup, penagihan oleh bank dan urusan lain yang berhubungan dengan bank akan menjadi bagian dari penyesuaian yang tercantum pada rekonsiliasi bank.

Penyesuaian berdasarkan perbedaan di atas akan ditambahkan atau dikurangi dari salah satu jumlah di bawah ini:

  • Saldo yang belum disesuaikan dri laporan mutasi bank atau informasi perbankan online
  • Saldo yng belum disesuaikan dari akun kas buku besar perusahaan.

Perusahaan tidak bisa sepenuhnya bergantung pada catatan keuangan, tetapi juga harus memiliki catatan keuangan yang dibuat oleh bagian finance mengenai uang keluar dan masuk perusahaan.

Dua catatan keuangan ini bisa saja mengalami perbedaan, pada catatan keuangan yang ada di bank terdapat biaya yang tidak diperhitungkan seperti biaya administrasi bank dan bunga.

Di dalam rekening bank perusahaan tercantum saldo dan catatan giro yang berupa cek, biaya layanan, setoran dan lain-lain.

Bank akan memberikan catatan laporan ini kepada perusahaan secara berkala pada akhir bulan yang berisi informasi tentang seluruh transaksi penyetoran atau pengambilan uang selama periode akuntansi tertentu.

Laporan bank akan berisi saldo awal kas, transaksi yang terjadi selama bulan laporan dan saldo akhir kas.

Selanjutnya, pihak perusahaan akan melakukan verfikasi kesesuaian jumlah laporan dari bank dengan jumlah rekening kas di buku besar perusahaan, kedua laporan tersebut sama-sama disesuaikan.

Setelah dicek kedua saldonya, maka dapat diperoleh saldo kas yang sebenarnya dengan jumlah saldo sama antara catatan bank dan catatan keuangan perusahaan.

Sebenarnya akan lebih baik jika perusahaan bisa melakukan rekonsiliasi setiap hari melalui online banking, sehingga bisa lebih cepat ditemukan solusi kalau ada kekeliruan pada akun bank.

Baca Juga: Laporan Arus Kas

Tujuan Rekonsiliasi Bank

Tujuan rekonsiliasi bank adalah untuk memastikan kalau akun kas di buku besar perusahaan sudah lengkap dan akurat dengan akun rekening di bank.

Kalau ditemukan perbedaan pada cek dan kesalahan perusahaan, maka akan dilakukan penyesuaian yang tercantum pada rekonsiliasi bank.

Perusahaan jadi bisa mengetahui jumlah selisih yang berbeda tersebut dan menemukan komponen mana yang menyebabkan nilainya berbeda.

Rekonsiliasi bank juga data digunakan untuk mendeteksi potensi dalam kekeliruan dalam pencatatan bank.

Dari rekonsiliasi bank, perusahaan bisa mengetahui jumlah penerimaan beserta pengeluaran yang belum tercatat di catatan perusahaan. Kalau ada perbedaan karena ada transaksi yang belum tercatat di bank maka catatan perusahaan dianggap benar.

Begitu juga dengan catatan karena perbedaan pos keuangan lain, perlu disesuaikan antara catatan perusahaan dan bank.

Rekonsiliasi Bank

Komponen Rekonsiliasi Bank

Sebelumnya sudah disebutkan bahwa rekonsiliasi bank adalah kegiatan untuk menyesuaikan perbedaan jumlah saldo yang tercatat di bank dengan catatan keuangan perusahaan.

Perbedaan saldo tersebut bisa dikarenakan deposit on transit, cek beredar, jasa giro, cek kosong dan piutang wesel.

Deposit on Transit

Penyebab paling umum yang dapat membuat laporan keuangan perusahaan dan yang ada di bank berbeda adalah deposit on transit atau setoran dalam proses.

Ini karena setoran akhir bulan dari perusahan belum diterima oleh pihak bank sampai bulan berikutnya. Jadi perusahaan sudah mencatatnya sebagai pengeluaran tetapi belum ada catatan penerimaan setoran tersebut di bank.

Cek Beredar (Outstanding Check)

Outstanding check merupakan cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan tetapi pemegang cek tersebut belum mencairkannya di bank atau biasa disebut check on hand.

Kalau cek tersebut belum dicairkan, maka transaksinya tidak muncul di laporan bank sehingga perlu dilakukan rekonsiliasi bank.

Jasa Giro

Jasa giro adalah bunga yang sudah diperhitungkan oleh bank tetapi perusahaan belum mencatat transaksi tersebut di catatan keuangannya.

Cek Kosong (Non Sufficient Fund Check)

Cek kosong dapat membuat perbedaan jumlah saldo di laporan keuangan perusahaan dan catatan bank berbeda karena bank tidak bisa mencairkan dananya.

Ini disebabkan kurangnya dana setoran perusahaan (tidak tercukupi) tetapi sudah tercatat dalam pengeluaran cek.

Kalau ada cek kosong seperti ini, bank akan mengeluarkan nota debit dengan jumlah ketidakjujuran (dishonored) dan saldo di rekening juga berkurang jumlahnya.

Perusahaan akan dikenakan biaya pemrosesan ketika mencairkan ceknya.

Piutang Wesel

Piutang wesel yang sudah dicatat oleh bank dikatakan sebagai penerimaan, tetapi perusahaan belum mencatatnya sehingga ini menjadi salah satu faktor penyebab berbedanya jumlah saldo di catatan keduanya.

Prosedur Rekonsiliasi Bank

Ada beberapa prosedur yang perlu dilakukan dalam rekonsiliasi bank, antara lain:

  1. Lakukan perbandingan saldo kas perusahaan dengan menganalisis rekening koran yang diperoleh pada akhir bulan. Rekening koran ini berisi daftar transaksi dari uang setoran sampai biaya layanan. Ada kemungkinan perbedaan saldo karena kekeliruan pencatatan di pihak perusahaan maupun di pihak bank.
  2. Selanjutnya, lakukan pencatatan untuk semua transaksi yang dilakukan oleh bank untuk mengetahui selisih saldo antara catatan keuangan perusahaan dan catatan bank. Apabila ditemukan perbedaan saldo yang mencolok, bisa dilakukan penyesuian dan dicari sumber kesalahannya.
  3. Pihak perusahaan harus menelusuri transaksi yang masih dalam proses dengan menghubungi pihak terkait mengenai kejelasan transaksinya. Keterlambatan laporan setoran dan cek beredar bisa menjadi penyebabnya, bukan transaksi yang tidak tercatat tetapi masih dalam proses pencatatan.
  4. Proses dan perhitungan selisih saldo antara catatan bank dan catatan keuangan perusahaan dapat dituliskan di lembar kerja. Kalau ada selisih saldo, lakukanlah perhitungan ulang secara teliti dan tuntas agar saldonya sama dan valid.
  5. Terakhir, Anda harus melakukan penelusuran dan pengecekan ulang agar laporan keuangan perusahaan yang Anda miliki sudah sesuai dengan standar akuntansi dan memiliki kredibilitas.

Kesimpulan

Rekonsiliasi menjadi salah satu hal yang penting dalam urusan keuangan perusahaan. Rekonsiliasi bank adalah cara untuk memastikan saldo akun kas di buku besar perusahaan sudah lengkap dan akurat dengan akun rekening di bank.

Apabila ada perbedaan pada cek dan kesalahan perusahaan, maka akan dilakukan penyesuaian yang tercantum pada rekonsiliasi bank.

Perbedaan saldo tersebut bisa dikarenakan deposit on transit, cek beredar, jasa giro, cek kosong dan piutang wesel.

Saat ini pasti kita lebih mudah melakukan pembayaran atau pembelian dengan cara transfer dan akan tercatat di mutasi rekening bank, tetapi ternyata bisa saja transaksi tersebut belum tercatat dalam laporan keuangan perusahaan.

Untuk memudahkan Anda memiliki laporan keuangan yang sudah seusai dengan akuntansi, Anda sebaiknya menggunakan software akuntansi MASERP.

MASERP merupakan software dengan sistem ERP yang dapat terintegrasi dengan fungsi bisnis lain seperti akuntansi, penjualan, manufaktur, inventaris dan distribusi.

MASERP memiliki fitur rekonsiliasi bank, Anda bisa melakukan rekonsiliasi secara otomatis dengan menghubungkan aplikasi MASERP Anda dengan rekening bisnis BCA.

Transaksi bank Anda dapat dicocokkan secara otomatis dengan faktur, pembayaran tagihan dan pembelian yang sudah dicatat di MASERP.

Anda juga dapat melompokkan transaksi serupa dengan bulk import sehingga dapat mencocokkannya sekaligus. Ini sangat berguna jika Anda pindah ke MASERP dan mengimpor transaksi yang lalu.

Dengan fitur Report Center di MASERP, Anda bisa mencatatat dan membuat laporan keuangan yang meliputi laba rugi, neraca, penjualan dan lain-lain.

Pencatatan dan pelaporan manual tentu saja akan memakan banyak waktu dan memiliki peluang besar terjadinya human error. Ini akan menghambat efisiensi dan produktivitas perusahaan Anda.

MASERP menyediakan software yang dapat dicustom sesuai dengan bisnis flow perusahaan Anda. Segera konsultasikan kebutuhan perusahaan Anda dengan konsultan ahli kami dengan klik gambadi bawah ini.

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa share, ya!

New call-to-action