Work in Progress (WIP): Fungsi, Rumus, dan Tips Mengelola WIP

Dalam dunia bisnis, pengelolaan proses produksi menjadi salah satu kunci kesuksesan perusahaan. Adanya istilah work in progress atau WIP adalah konsep yang merujuk pada barang atau proyek yang sedang dalam tahap produksi atau penyelesaian, tetapi belum mencapai status selesai sepenuhnya. WIP sering kali menjadi bagian integral dari proses produksi dan pengelolaan inventaris. Ini merupakan istilah yang sering digunakan dalam konteks manufaktur, konstruksi, serta dalam berbagai industri lainnya.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lebih detail mengenai konsep WIP, fungsi, cara mencatatnya, perbedaannya dengan work in process dan finished goods, rumus serta cara menghitungnya, serta tips dan strategi untuk mengelola WIP dengan efektif.

Apa itu WIP (Work in Progress)?

Work in progress atau WIP adalah persediaan atau inventaris yang telah masuk ke dalam proses produksi, tetapi dalam siklus akuntansi belum selesai. Dengan kata lainnya, WIP bisa dikategorikan sebagai barang setengah jadi dan masih memerlukan proses produksi yang lebih lanjut untuk dapat dipasarkan. 

WIP menjadi indikator penting dalam mengukur kinerja dan efisiensi proses produksi. Hal ini karena mencerminkan nilai yang diinvestasikan dalam barang atau proyek yang belum selesai, termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja, dan sumber daya lainnya. Dalam konteks manufaktur, WIP sering kali mewakili produk yang sedang berada dalam tahap perakitan atau pengolahan, tetapi belum mencapai tahap akhir sebagai barang jadi.

Salah satu karakteristik utama WIP adalah bersifat dinamis karena jumlah dan nilai WIP dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu dan perubahan dalam proses produksi. Misalnya, saat sebuah produk sedang dalam proses perakitan, itu akan dianggap sebagai WIP. Namun, begitu produk tersebut selesai, maka akan beralih status menjadi barang jadi.

Manajemen WIP menjadi kunci dalam menjaga aliran produksi yang lancar dan efisien. Bisnis perlu memantau dan mengelola WIP dengan cermat untuk menghindari pemborosan sumber daya, seperti overstocking atau idle time, serta untuk memastikan bahwa mereka dapat memenuhi permintaan pelanggan dengan tepat waktu.

Dengan memahami WIP dan mengintegrasikannya ke dalam strategi manajemen produksi, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

WIP adalah

Fungsi WIP

Fungsi dari work in progress (WIP) sangat penting dalam konteks pengelolaan produksi dan inventaris dalam sebuah bisnis, yaitu sebagai berikut. 

Monitoring Proses Produksi

WIP dapat membantu dalam menjaga aliran produksi yang lancar. Manajemen akan mengetahui perkembangan proses produksi, sehingga manajer dapat mengidentifikasi bottleneck dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi produksi secara keseluruhan.

Mengukur Efisiensi

Dengan mengetahui berapa banyak waktu dan sumber daya yang dihabiskan untuk setiap langkah produksi, perusahaan dapat mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan atau upaya meningkatkan produktivitas dan mengurangi pemborosan.

Menjaga Inventaris agar Seimbang

WIP membantu dalam menjaga keseimbangan antara persediaan bahan baku, barang dalam proses produksi, dan barang jadi. Dengan memantau WIP secara cermat, perusahaan dapat menghindari situasi overstock atau understock yang dapat mengganggu aliran produksi dan mengganggu kepuasan pelanggan.

inventaris WIP

Membantu Perencanaan Produksi

Informasi tentang status WIP digunakan sebagai dasar untuk perencanaan produksi yang lebih akurat. Dengan mengetahui berapa banyak barang yang sedang dalam proses produksi, manajer dapat membuat jadwal produksi yang realistis dan mengalokasikan sumber daya dan anggaran dengan efisien.

Membantu Pengambilan Keputusan

Data tentang WIP digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan strategis dalam bisnis. Manajer dapat menggunakan informasi ini untuk menentukan kapan harus menambah kapasitas produksi, kapan harus mengubah proses produksi, atau bahkan kapan harus meluncurkan produk baru ke pasar.

Dengan memahami fungsi penting WIP dalam operasi bisnis, perusahaan dapat mengoptimalkan proses produksi mereka dan mencapai keunggulan kompetitif di pasar.

Cara Mencatat WIP

Dalam proses produksi terdapat tiga jenis inventory yaitu bahan baku, barang dalam proses (WIP), dan barang yang sudah jadi. Di perusahaan, pihak akuntan mencatatnya sebagai item dalam baris terpisah di dalam neraca perusahaan, tetapi jika jumlahnya kecil biasanya akan diabaikan dan digabungkan ke dalam satu item baris dengan jenis barang persediaan lainnya.

Pada saat pelaporan, WIP yang berupa inventaris aset lancar, biasanya oleh akuntan akan diusahakan untuk tetap rendah persediaannya karena karakteristiknya yang sulit untuk memperoleh biaya yang akurat. 

Berikut beberapa metode yang biasanya diterapkan oleh perusahaan dalam memecahkan permasalah tersebut, yaitu.

  • Sebelum penutupan pembukuan, akuntan akan menyelesaikan semua item inventaris WIP dan memindahkannya ke barang jadi. 
  • Penetapan standar persentase dalam penyelesaian rata-rata untuk WIP, sehingga ketika merata-ratakan keseluruhan hasil dari banyak unit angka yang dihasilkan adalah perkiraan dan mungkin perhitungannya akan tidak akurat karena adanya pembusukan atau pemborosan.
cara mencatat WIP

Baca Juga: Pentingnya Software Produksi Pada Bisnis Manufaktur

Perbedaan Work in Progress, Work in Process, Finished Goods

Perbedaan antara work in progress (WIP), work in process, dan finished goods dapat dilihat dari tahapan produksi dan status barang atau proyek tersebut. Berikut penjelasan lebih detailnya.

Work in Progress (WIP)

WIP adalah barang atau proyek yang sedang dalam proses produksi atau penyelesaian, tetapi belum selesai sepenuhnya dan pada laporan keuangan termasuk ke dalam item aset jangka panjang. Dalam tahapan produksi, barang atau proyek ini berada di antara tahap awal dan tahap akhir.

Lalu untuk nilainya masih ada di  WIP karena biaya bahan baku, tenaga kerja, dan sumber daya lainnya telah dikeluarkan untuk memulai atau melanjutkan proses produksi, seperti misalnya dalam pabrik mobil, mobil yang sedang dalam proses perakitan, tetapi belum selesai sepenuhnya dikatakan sebagai contoh dari WIP.

Work in Process (WIP)

Work in process sering kali digunakan secara bergantian dengan WIP dan merujuk pada barang atau proyek yang sedang dalam proses produksi dan termasuk ke dalam item aset jangka pendek di dalam laporan keuangan. Seperti WIP, barang atau proyek ini berada di antara tahap awal dan tahap akhir proses produksi. Istilah work in process sering digunakan secara luas dalam industri manufaktur untuk merujuk pada barang-barang yang sedang diproduksi di dalam pabrik.

Finished Goods

Finished goods merujuk pada barang atau produk yang telah selesai diproduksi dan siap untuk dijual atau digunakan dan telah melewati semua tahap produksi dan mencapai status akhir. Nilai finished goods terdiri dari total biaya produksi termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja, overhead pabrik, serta biaya pemasaran dan distribusi. Contohnya yaitu mobil yang telah selesai dirakit, dikemas, dan siap untuk dikirim ke dealer adalah contoh dari finished goods dalam industri otomotif.

Baca Juga: Apa itu Biaya Produksi? Pengertian, Jenis dan Contoh

Rumus dan Cara Menghitung WIP

Rumus yang digunakan akuntan dalam menghitung jumlah unit yang masih dalam proses pembuatannya. Biasanya nilai persentase dari biaya overhead, tenaga kerja, dan bahan baku dalam penentuan jumlah unit yang masih dalam pengerjaan. Berikut penghitungan untuk memperkirakan jumlah pekerjaan yang sedang berjalan. 

WIP akhir = WIP awal + biaya produksi – biaya barang jadi

Penjelasan:

  • Total biaya produksi adalah total biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang atau proyek dalam proses produksi, termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik, dan biaya produksi lainnya. 
  • Biaya barang jadi adalah total biaya produksi untuk barang-barang yang telah selesai diproduksi dan siap untuk dijual atau digunakan.

Contoh WIP

PT Bangun Sejahtera adalah sebuah perusahaan konstruksi yang sedang mengerjakan proyek pembangunan sebuah kompleks perumahan. Mereka memiliki data sebagai berikut.

Data Awal:

WIP awal (pada awal bulan) : Rp100.000.000

Biaya produksi selama bulan ini : Rp25.000.000

Biaya barang jadi selama bulan ini : Rp15.000.000

Penghitungan WIP akhir yaitu.

WIP akhir = WIP awal + biaya produksi – biaya barang jadi 

      = Rp100.000.000 + Rp25.000.000 – Rp15.000.000

      = Rp110.000.000

Sehingga nilai WIP akhir PT Bangun Sejahtera pada akhir bulan ini adalah Rp110.000.000. Ini menunjukkan nilai investasi yang masih tertanam dalam proyek pembangunan kompleks perumahan mereka yang belum selesai. Dengan memahami nilai WIP,  perusahaan ini dapat mengelola sumber daya dengan lebih efisien, memantau kemajuan proyek, dan membuat keputusan yang tepat untuk menyelesaikan proyek sesuai dengan anggaran dan waktu yang ditentukan.

Contoh lainnya dari WIP yaitu bahan baku yang belum selesai diproduksi, tetapi telah diproses sebagai contohnya kain dalam pembuatan baju yang belum dijahit tetapi sudah dipotong sesuai dengan polanya. 

Tips dan Strategi Mengelola WIP

Analisis dan Perencanaan

Lakukan analisis terhadap keseluruhan proses produksi, buatlah jadwal produksi yang realistis, serta pastikan persediaan bahan baku yang mencukupi untuk menghindari keterlambatan dalam proses produksi.

Pemantauan secara Langsung

Anda dapat menggunakan bantuan sistem atau software manufaktur dalam membantu pemantauan proses produksi, sehingga Anda dapat mengidentifikasi bottleneck dan area di mana proses produksi dapat ditingkatkan.

Kolaborasi Tim yang Efisien dan Komunikatif

Komunikasi yang baik antara departemen produksi, pengadaan, dan pemasaran sangat penting untuk mengelola WIP dengan efektif, sehingga Anda harus bisa untuk memastikan bahwa tim Anda memiliki pemahaman yang clear terhadap tanggung jawab dan perannya masing-masing di dalam proses produksi. 

Implementasi Sistem Informasi yang Tepat

Manfaatkan software manajemen inventaris dan sistem informasi yang tepat untuk memantau dan mengelola WIP secara efisien.

Prioritaskan Pekerjaan

Penting untuk memprioritaskan pekerjaan berdasarkan urgensi atau kaitannya dengan tujuan perusahaan, sehingga dalam pengerjaannya sumber daya dapat dialokasi secara efisien. 

Dengan memahami konsep work in progress (WIP), mengelola dengan efisien, dan menerapkan strategi yang tepat, Anda dapat meningkatkan produktivitas karyawan, mengurangi pemborosan, dan mencapai keunggulan yang lebih kompetitif di pasar. Dalam era di mana efisiensi sangat penting, pengelolaan WIP yang baik dapat menjadi kunci keberhasilan bagi banyak perusahaan.

Kesimpulan

Salah satu tips dan strategi mengelola WIP adalah dengan mengimplementasikan sistem informasi yang tepat di perusahaan Anda. Pastikan sistem informasi yang digunakan dapat digunakan oleh semua departemen dari produksi hingga penjualan. Semua perlu terintegrasi dan semua data berada di dalam satu database agar operasional bisnis bekerja lebih efisien.

Salah satu solusi untuk mengatasi segala kendala urusan manufaktur, Anda dapat mengunakan software akuntansi dan manufaktur modern yang terintegrasi seperti MASERP.

Dikenal dengan perusahaan pabrik, perusahaan manufaktur identik dengan produksi massal dan persediaan barang yang banyak juga. Agar tidak membingungkan karena jumlah barang yang banyak, fitur Batch Number pada MASERP bisa memudahkan Anda membedakan barang yang baru diproduksi hari ini dengan barang produksi hari sebelumnya sehingga tidak mengalami double produksi.

Anda bingung menentukan harga pokok produksi (HPP)? Formula Bill of Material pada MASERP membantu Anda menentukan HPP sementara dan final.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang software MASERP yang akan memberikan banyak kemudahan pada perusahaan manufaktur Anda, langsung saja konsultasikan apa yang Anda butuhkan kepada konsultan ahli kami. Gratis!