Intip Cara Mudah Mengelola Retur Pembelian di MASERP

Proses pengembalian barang atau retur pembelian adalah hal yang sangat sering terjadi dalam proses jual-beli. Umumnya terdapat dua jenis retur yaitu retur pembelian dan retur penjualan. Jika Anda pemula bisnis yang ingin melakukan pembukuan sendiri, maka akan kami jelaskan di artikel kali ini.

Selain membahas tentang jenis retur, juga akan dibahas pencatatan retur pembelian pada program MASERP. Karena itu, jangan sampai kalian melewatkannya ya.

Apa Itu Retur?

Ketika berada di dalam proses jual-beli sebuah barang di dalam suatu perdagangan wholesale, pastinya akan mengenal yang namanya retur atau biasa disebut dengan pengembalian barang kepada para pihak penjualan. Hal ini bisa terjadi karena adanya ke tidak sesuai akan pesan barang tersebut atau bisa juga barang datang dalam keadaan yang rusak. Prosedur retur barang baru akan terjadi jika dalam proses jual-beli tersebut sudah terselesaikan.

Baca Juga: Software Penjualan: 8 Fitur dan Rekomendasi Software Terbaik

Retur Pembelian

Sistem retur pembelian pada perusahaan berguna untuk pengembalian barang yang sudah dibeli kepada pemasoknya. Barang yang sudah diterima pemasok terkadang tidak sesuai dengan barang yang dipesan menurut surat order (SO) pembelian. Ketidaksesuaian itu terjadi kemungkinan karena barang yang diterima tidak cocok dengan spesifikasi yang tercantum dalam surat order pembelian, barang mengalami kerusakan dalam pengiriman atau barang yang diterima melewati tanggal pengiriman yang dijanjikan oleh pemasok.

Alasan adanya retur pembelian, keuntungan dari pihak pembeli yaitu utang pihak pembeli kepada pihak penjual akan menjadi berkurang ketika membeli barang secara kredit. Pada akun retur pembelian, akan dicatat pada bagian kredit dalam jurnal keuangan, namun pada akun utang dagang akan dicatat di bagian debit. Kemudian pada saat penyesuaian retur pembelian tersebut akan mempengaruhi pencatatan pada laporan seperti arus kas.

Pada jenis retur pembelian adalah barang dari pihak pembeli ke penjual karena barang yang dikirim tidak sesuai dengan keinginan atau deskripsi yang sebelumnya sudah disebutkan. Adanya retur pembelian ini bisa mengurangi hutang dari pihak penjual maupun pemilik barang. Pemotongan ini memiliki dua tipe:

Retur Pembelian Tunai

Pengembalian barang yang sudah dibeli secara tunai kepada penjual yang sebelumnya sudah ada perjanjian jika barang yang akan diretur akan disertai dengan pengembalian pembayaran.

Retur Pembelian Kredit

Pengembalian barang ke penjual terhadap transaksi yang belum lunas. Saat dilakukan retur barang otomatis bisa mengurangi hutang pembelian ke penjual.

Retur Pembelian di Software MASERP

Pada progam MASERP, jika Anda ingin menggunakan retur pembelian Anda hanya perlu ke menu “Home > Supplier & Pembelian > Retur Pembelian”

Pengembalian barang yang sudah Anda beli ke supplier. Jadi retur pembelian akan mengurangi stok gudang dan akan mengurangi hutang kita terhadap supplier tersebut. Pembelian kembali atau keluar kembali adalah bagian normal dari bisnis.

Barang dapat dikembalikan ke pemasok jika mereka membawa cacat atau jika mereka tidak sesuai dengan spesifikasi dari pembeli, perlu memperhitungkan kembali pembelian seolah-olah pembelian tidak terjadi di tempat pertama. Oleh karena itu, nilai barang dikembalikan ke pemasok harus dikurangkan dari pembelian.

Cara membuat transaksi retur pembelian pada program MASERP yaitu:

  • Klik Supplier & Pembelian
  • Pilih dan klik Retur Pembelian
  • Klik +Tambah
  • Isi field
  • Klik Simpan

Tampilan Retur Pembelian Program MASERP

Retur Pembelian Adalah
Retur Pembelian MASERP
Retur Pembelian MASERP
Retur Pembelian MASERP
Daftar Retur Pembelian MASERP
Daftar Retur Pembelian MASERP

Kesimpulan

Retur pembelian adalah hal yang seringkali terjadi pada transaksi pembelian ketika barang yang dibeli tidak sesuai atau mengalami kerusakan. Penjual nantinya akan mengirimkan barang yang tidak sesuai tersebut kepada pihak pemasok (supplier). Retur terbagi menjadi dua, yaitu penjualan dan pembelian.

Terjadinya pengembalian barang akibat ketidaksesuaian barang membuat pihak penjual melakukan pencatatan secara rinci agar memudahkannya dalam mengetahui transaksi pengembalian barang yang terjadi.  Adapun, jika Anda adalah pihak produsen maka wajib mengetahui informasi tersebut untuk menjaga kelangsungan bisnis serta menjaga kepuasan pelanggan.

Akan tetapi, kepuasan pelanggan tidak hanya dilihat dari produk yang dijual tetapi dilihat juga dari segi strategi pemasaran, manajemen keuangan, hingga manajemen produk yang baik. 

Nah, untuk memudahkan kamu dalam melakukan manajemen keuangan dan manajemen produk yang baik maka kamu bisa menggunakan software akuntansi seperti MASERP yang bisa memudahkan pekerjaan tim manajemen keuangan. 

MASERP bisa digunakan sebagai alat untuk membuat laporan keuangan, perhitungan produk, pengeluaran, hingga pemasukan perusahaan. Tidak perlu khawatir kesulitan dalam menggunakan software akuntansi MASERP, karena kamu bisa custom sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 

Produksi lancar, manajemen keuangan pun bisa dengan mudah memantau keuntungan perusahaan dengan data yang akurat dan tepat. Konsultasi sekarang, gratis!