Kenali 4 Program Manufaktur untuk Bisnis Anda

Industri manufaktur merupakan salah satu industri yang berkembang cepat di Indonesia. Menurut Menteri Perindustrian, sektor manufaktur Indonesia merupakan yang terbesar keempat di dunia setelah Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan Cina. Jadi, industry 4.0 seperti program manufaktur memiliki peran besar terhadap perkembangan industri manufaktur yang signifikan di Indonesia.

Tetapi masih banyak produsen di Indonesia yang belum mengadopsi teknologi terbaru untuk mendigitalisasikan bisnis mereka. Sebagian hanya memperbarui perangkat keras mereka saja, sehingga melupakan implementasi perangkat lunak yang padahal sangat bermanfaat untuk peningkatan efisiensi bisnis.

Perusahaan tentu membutuhkan software ERP dalam program manufaktur sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan bisnis manufaktur Anda. Software tersebut mampu mengelola berbagai kegiatan dan bidang dalam manufaktur secara otomatis dan manual.

Inventory Management Software

Manufaktur sangat kaitannya dengan inventaris seperti mesin, peralatan K3, sparepart, dan juga alat-alat kecil lainnya sehingga perusahaan harus memiliki software yang dapat membantu mengontrol, mengklasifikasi, menampung dan juga mengevaluasi nilai inventaris. Ada beberapa contoh program manufaktur yang bisa Anda gunakan.

Berikut ini adalah beberapa yang dimiliki oleh sistem manajemen inventaris yang baik:

  • Manajemen level stock: membantu manager inventaris untuk mengatur tingkat minimum persediaan dan memasang peringatan ketika tingkat persediaan mendekati batas minimum.
  • Manajemen procurement: membantu produsen melakukan pemesanan ulang  secara otomatis untuk bahan-bahan tertentu kepada supplier ketika persediaan menipis.
  • Manajemen supplier: menyimpan seluruh informasi lengkap mengenai supplier sehingga memudahkan produsen untuk menemukan supplier dengan penawaran yang terbaik.
  • Forecasting: membantu produsen untuk mengetahui barang-barang dengan tingkat permintaan tinggi dan memperkirakan kebutuhan material di masa mendatang sehingga menghindari pembelian barang yang tidak dibutuhkan.

Baca Juga: Pentingnya Bill of Material (BOM) Bagi Perusahaan Manufaktur

Manufacture Equipment Software

Fungsi dari software produksi ini yaitu menghilangkan proses tidak perlu, menambah nilai bisnis, mengurangi pemberhentian yang tidak terencana, mencegah kendala proses produksi, mengoptimalkan penjadwalan dan alokasi sumber daya produksi, dan meningkatkan visibilitas lengkap dari seluruh proses produksi manufaktur yang berdasarkan standar kualitas.

Fitur-fitur yang ada dalam software program manufaktur antara lain:

  • Manufacturing order: memudahkan produsen memberikan instruksi yang diperlukan untuk pengerjaan manufaktur, termasuk menentukan produk yang akan dibuat, jumlahnya, penentuan material yang dibutuhkan, dan waktu dimulainya pengerjaan.
  • Work order: berfungsi mengelola informasi urutan kerja dan menentukan checklist untuk setiap tugas dalam urutan kerja.
  • Order planning: memudahkan produsen mengatur dan mengubah jadwal produksi serta merencanakan sumber daya yang diperlukan dalam proses produksi.
  • Bill of material: membantu produsen membuat formula produksi atau menentukan komponen-komponen yang dibutuhkan dalam pembuatan suatu produk.
  • Routing: menentukan urutan rute untuk produk dan perintah kerja serta mengelola informasi lengkap seperti kode BOM, work center, ID mesin, nama tenaga kerja, jenis durasi dan banyak lagi.

Accounting Software

Keuangan mungkin menjadi software paling pertama ditemukan untuk memenuhi kebutuhan manajemen keuangan dan akuntansi perusahaan. Software ERP dengan fitur lengkap untuk perusahaan harus dapat merekam transaksi secara real-time, membuat faktur, merekam arus kas, melacak biaya yang belum dibayar, dan juga konektivitas dengan bank.

Software Faktur Penjualan

Baca Juga: MASERP: ERP Terbaik dengan Fitur Lengkap dan Terpercaya

Human Resource Information Manage

Software selanjutnya yang harus dimiliki perusahaan manufaktur adalah software HRIS. Otomasi kelola HRD akan memberikan fokus lebih kepada proses bisnis. Software HR juga harus memiliki fitur-fitur sebagai berikut:

  • Payroll management: mengatur gaji dengan berbagai elemen pajak, cuti, uang lembur, THR, slip gaji online, dan potongan gaji. Gaji juga dapat dilakukan secara otomatis tanpa ada drama telat pembayaran gaji atau salah transfer gaji.
  • Manajemen waktu: absensi menggunakan GPS dan mobile, pengajuan ragam cuti, dan work from home. Sistem lembur juga dapat dilakukan secara transparan.
  • Shift trading and scheduling: mudah mengatur shift dengan adil dan terotomasi.
  • Database management: mengatur database karyawan untuk mempermudah dan mempercepat arus komunikasi.
program manufaktur

Kesimpulan

Dalam melakukan pengelolaan keuangan, industri manufaktur akan terbantu dengan adanya software akuntansi. Ya, software tersebut dapat membantu pengelolaan keuangan dengan melakukan perekaman transaksi, menghitung pembayaran, mendata jumlah transaksi, hingga menyimpan data hasil transaksi dan pendapatan.

Perusahaan manufaktur juga harus menerapkan sistem pencatatan dengan metode tertentu untuk menghitung pembelian dan penggunaan bahan baku. Tren industri manufaktur di tahun 2022, saatnya Anda menyusun strategi untuk menyiasati tren tersebut.

Tentunya Anda tidak ingin bisnis yang sudah Anda bangun kalah oleh persaingan. Untuk berpacu dengan perkembangan zaman, alangkah baiknya Anda mengimplementasi teknologi dalam bentuk Sistem ERP Manufaktur.

Untuk mengurangi risiko kerugian akibat salah pencatatan produk, Anda wajib mengunakan software akuntansi dan manufaktur modern yang terintegrasi seperti MASERP.

Agar tidak membingungkan karena jumlah barang yang banyak, fitur Batch Number pada MASERP bisa memudahkan Anda membedakan barang yang baru diproduksi hari ini dengan barang produksi hari sebelumnya sehingga tidak mengalami double produksi.

Anda bingung menentukan harga pokok produksi (HPP)? Formula Bill of Material pada MASERP membantu Anda menentukan HPP sementara dan final.

New call-to-action