Mengenal Produksi Beserta Jenis, Faktor, Proses dan Biayanya

Sebuah perusahaan bisnis adalah salah satu komponen penting dari sistem ekonomi. Keberadaanya dibuat untuk tujuan mengatur dan memfasilitasi produksi.

Produksi adalah proses paling awal sebelum konsumen menerima barang atau jasa yang bisa dinikmati. Karakteristik penting dari perusahaan adalah adanya sumber daya produksi seperti tanah, tenaga kerja, modal, barang mentah dan barang setengah jadi. Itu semua adalah faktor-faktor proses produksi.

Bagaimana dengan jenis dan proses produksinya? Simak ulasan lengkap mengenai produksi di bawah ini, yuk!

Pengertian Produksi

Setiap kegiatan yang berhubungan dengan perolehan dan pengeluaran uang disebut aktivitas ekonomi. Produksi merupakan kegiatan ekonomi yang penting karena menghasilkan berbagai macam barang dan jasa ekonomi.

Produksi adalah kegiatan terorganisir untuk mengubah sumber daya menjadi produk jadi dalam bentuk barang dan jasa dengan tujuan untuk memenuhi permintaan konsumen akan produk jadi tersebut.

Pada kegiatan produksi, produsen tidak hanya sekadar membuat barang saja tetapi harus ada pertukaran. Pertukaran ini yang nantinya akan menyebabkan ada transaksi atau jual beli dengan uang.

Membuat atau melakukan hal-hal yang tidak diinginkan atau tidak dibuat hanya untuk kesenangan saja tidak termasuk syarat produksi. Tetapi, semua pekerjaan yang bertujuan memenuhi keinginan atau permintaan adalah bagian dari produksi.

Pekerjaan seperti pengacara, supir bus, tukang pos atau penata rambut adalah bagian dari proses produksi karena memenuhi permintaan orang lain seperti halnya petani, pekerja pabrik dan tukang roti.

Kalau Anda akan membeli suatu barang maka harus menginginkannya, kalau tidak mau membeli maka secara ekonomi Anda tidak menginginkan barang tersebut.

Tujuan Produksi

Dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa produksi memiliki tujuan untuk menghasilkan barang dan jasa.

Barang dan jasa yang siap diterima konsumen ini sudah memiliki nilai guna dari yang sebelumnya masih menjadi barang mentah.

Tujuan lain dari kegiatan produksi adalah untuk memperoleh income dan profit bagi produsen atau perusahaan, membuka lapangan kerja serta untuk menjaga relasi berkelanjutan antara produsen dan konsumen.

Produksi juga membuat produsen memiliki kesempatan dalam bereksperimen untuk meningkatkan kualitas dan jumlah produksi agar lebih baik dari proses produksi di waktu sebelumnya.

Jenis Produksi

Ada tiga jenis produksi yaitu produksi primer, produksi sekunder dan produksi tersier.

Produksi Primer

Produksi primer biasanya dilakukan oleh industri pertanian, kehutanan, perikanan dan pertambangan.

Industri ini terlibat dalam kegiatan mengekstraksi atau mengolah sumber daya yang berasal dari permukaan bumi, bawah permukaan bumi dan lautan.

Produksi Sekunder

Kegiatan produksi di perusahaan manufaktur dan kontruksi merupakan jenis produksi sekunder. Kegiatannya memnghasilkan barang setengah jadi dan barang jadi dari bahan mentah atau barang setengah jadi.

Contohnya adalah pembuatan kendaraan bermotor, perabotan, pakaian, bahan kimia dan bangunan.

Produksi Tersier

Industri di sektor tersier menghasilkan semua servis yang memungkinkan barang jadi diserahkan langsung ke konsumen. Contohnya pedagang distributor, perbankan, transportasi, pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

Baca Juga: Pembahasan Harga Pokok Produksi dan Cara Menghitungnya

Faktor Produksi-Tenaga Kerja

Faktor Produksi

Perusahaan yang memproduksi barang atau jasa pasti membutuhkan penggunaan sumber daya. Sumber daya yang menjadi faktor produksi ini akan digabungkan oleh perusahaan untuk menghasilkan arus barang dan jasa.

Setiap faktor produksi mendapat imbalan atas dasar kontribusinya pada proses produksi seperti pekerja yang akan mendapatkan gaji dan perusahaan yang mendapatkan profit.

Individu-individu yang terlibat dalam produksi menggunakan skill dan usaha mereka untuk membuat suatu barang dan jasa yang dibutuhkan konsumen. Faktor ini yang disebut sumber daya manusia atau tenaga kerja.

Selain sumber daya manusia, faktor lain yang mempengaruhi kegiatan produksi adalah sumber daya alam, modal dan wirausaha.

Sumber Daya Alam

Faktor yang mempengaruhi proses produksi adalah sumber daya alam. Semua sumber daya alam yang dapat membantu produsen untuk mengasilkan barang dan jasa yang bermanfaat.

Sumber daya alam ini bisa berupa ikan di laut, matahari yang membantu mengeringkan padi, hujan yang membantu kesuburan dan berbagai kekayaan alam lain.

Sumber daya ini memiliki karakteristik pasokannya tetap, ada alternatif penggunaan, tidak ada biaya produksi, heterogen dan ada hukum atau peraturan.

Sumber daya alam bisa saja sewaktu-waktu habis akibat digunaka terus menerus, produsen bertanggung jawab untuk menjaga dengan berbagai cara agar sumber daya alam ini bisa terjaga kelestariannya.

Selain itu, produsen juga bisa memiliki alternatif penggunaan sumber daya alam. Misalnya lahan yang hanya ditanami tomat, bisa juga ditanami dengan tanaman lain.

Untuk memperoleh sumber daya alam, produsen tidak perlu mengeluarkan biaya produksi. Tapi kenyataan saat ini, sebagian besar sumber daya alam membutuhkan biaya untuk mendapatkan dan memeliharanya sehingga sering juga disebut modal.

Sumber daya alam memiliki karakteristik heterogen maksudnya adalah tidak semuanya memiliki produktivitas atau kesuburan yang sama. Mungkin ada yang lebih subur, mungkin juga ada yang kurang subur.

Sumber daya alam pada suatu wilayah biasanya dikelola oleh pemerintah, sehingga perusahaan sebagai produsen juga harus mengetahui bagaiman aturan mengenai pemanfaatan sumber daya alam.

Sumber Daya Manusia (Tenaga Kerja)

Faktor selanjutnya yang mempengaruhi proses produksi adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia dalam proses produksi ini disebut juga tenaga kerja. Tenaga kerja sifatnya heterogen, yaitu memiliki keterampilan dan tugas yang bervariasi.

Kalau tidak ada tenaga kerja, maka bahan mentah atau barang setengah jadi tidak dapat diproses menjadi barang yang lebih bernilai.

Walau proses produksi dapat menggunakan mesin atau teknologi, tetap saja harus ada tenaga kerja yang mengoperasikannya.

Hal penting yang perlu Anda perhatikan, tenaga kerja dapat berlaku sebagai subjek dan objek produksi. Maksudnya adalah produksi membutukan tenaga kerja sebagai input dan proses produksi juga untuk memenuhi kebutuhan pekerja yang juga sebagai konsumen utama.

Berdasarkan kemampuan, tenaga kerja dibagi menjadi tiga, yaitu:

Tenaga Kerja Terdidik (Skilled Labour)

Tenaga kerja yang memerlukan pendidikan khusus dan teratur seperti dokter, psikolog dan guru.

Tenaga Kerja Terlatih (Trained Labour)

Tenaga kerja yang memerlukan latihan dan pengalaman dalam menjalankan tugasnya seperti montir dan supir.

Tenaga Kerja Tidak Terdidik dan Tidak Terlatih (Unskilled and Unstrained Labour)

Tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan dan latihan seperti kuli bangunan atau pedagang pasar.

Modal

Modal atau kapital dalam produksi adalah setiap tenaga kerja dan sumber daya alam yang disimpan untuk digunakan dalam produksi di waktu mendatang.

Contoh modal dalam produksi adalah benih, pupuk, mesin dan lain-lain.

Modal biasanya diukur dalam bentuk uang dan nanti pelaku bisnis akan diubah menjadi sumber daya nyata seperti bahan mentah, mesin dan lain-lain.

Modal digunakan untuk meningkatkan produktivitas, baik itu mempercepat atau meningkatkan output.

Berdasarkan sifatnya ada dua jenis modal yaitu modal tetap dan modal lancar.

  • Modal tetap: modal yang dapat digunakan lebih dari satu kali produksi seperi bangunan, mesin dan kendaraan.
  • Modal lancar: modal yang akan habis dalam satu kali proses produksi. Contohnya bahan baku kain untuk membuat baju atau kayu untuk memproduksi furnitur.

Wirausaha

Wirausaha (entrepreneur) adalah pihak yang menciptakan bisnis baru untuk memperoleh keuntungan dengan menggunakan berbagai sumber daya.

Wirausah melihat adanya kebutuhan pada konsumen sehingga menyatukan sumber daya dan modal untuk memproduksi barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan.

Fungsi Produksi

Fungsi produksi menunjukkan hubungan antara faktor produksi yang dimiliki (input) dengan tingkat produksi yang dihasilkan (output). Periode produksi dibagi menjadi jangka pendek (short run) dan jangka panjang (long run).

Produksi Jangka Pendek

Periode waktu dengan kondisi hanya ada satu input yang tetap dan kuantitasnya tidak dapat diubah. Kalau ada produsen yang ingin menambah jumlah produksi (output) dalam waktu singkat, maka kegiatan produksi bisa dilakukan dengan menambah jam kerja dan dengan tingkat skala perusahaan yang ada.

Produksi Jangka Panjang

Produksi ini dilakukan dalam waktu yang panjang. Pembagian fungsi produksi tidak bergantung dari lama waktu dalam proses produksi, tetapi dari jenis input yang digunakan.

Proses Produksi

Ada empat proses produksi yang perlu Anda ketahui, yaitu produksi panjang, produksi pendek, produksi terus menerus dan produksi berselingan.

Proses Produksi Panjang

Proses produksi jangkan panjang adalah proses produksi yang membutuhkan waktu lama seperti pada perkebunan atau properti. Faktor produksi ini bersifat variabel, tidak ada input tetap.

Dalam industri perkebunan, memerlukan waktu dari penanaman biji atau benih hingga panen. Begitu juga industri properti dalam membangun apartemen atau perumahan.

Proses Produksi Pendek

Pada proses produksi pendek, konsumen akan lebih cepat menerima dan menikmati barang atau jasa yang diproduksi. Salah satu contohnya adalah industri kuliner, Anda tidak perlu menunggu waktu lama untuk mendapatkan hidangan yang Anda inginkan.

Proses Produksi Terus Menerus

Dalam proses produksi ini, produsen mengolah bahan mentah secara berurutan dan terus menerus melalui beberapa tahap untuk mengasilkan bahan jadi yang lebih bernilai. Contohnya adalah produksi kertas.

Proses Produksi Berselingan

Untuk menghasilkan output berupa barang jadi, proses produksi berselingan akan menggabungkan terlebih dahulu bahan mentah atau bahan setengah jadi. Misalnya sebuah mobil akan dibuat satu per satu dari ban, mesin, kerangka dan lainnya lalu semua itu digabungkan agar menjadi mobil yang siap digunakan oleh konsumen.

Biaya Produksi

Biaya Produksi

Biaya produksi adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan atau produsen untuk dapat melakukan proses produksi dan menghasilkan output.

Setiap kegiatan produksi terlebih dahulu harus menyiapkan faktor-faktor produksi yang sudah dijelaskan sebelumnya. Untuk memperoleh faktor produksi, harus ada proses pembelian yang mengeluarkan biaya.

Biaya produksi adalah nilai semua faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan output berupa barang dan jasa. Biaya produksi ini dikeluarkan untuk bahan baku dan bahan setengah jadi, bahan penolong, upah tenaga kerja, modal, penyusutan aset, pajak, biaya listrik, biaya asuransi dan lain-lain.

Biaya produksi dibagi menjadi biaya jangka pendek dan jangka panjang.

Biaya Produksi Jangka Pendek

Biaya jangka pendek dalam produksi adalah kondisi dimana perusahaan sudah memiliki faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Biaya jangka pendek dibagi lagi menjadi dua yaitu biaya langsung (direct cost) dan biaya tidak langsung (indirect cost).

  • Biaya Langsung

Biaya langsung adalah seluruh biaya yang dikeluarkan langsung saat proses tertentu seperti biaya bahan baku, tenaga kerja, listrik dan overhead.

  • Biaya Tidak Langsung

Biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak bisa diidentifikasi secara langsung saat memproduksi barang atau jasa seperti biaya lampu dan AC di fasilitas tertentu.

Biaya Produksi Jangka Panjang

Pada proses produksi jangka panjang, output yang dihasilkan dapat meningkat karena tidak hanya bahan baku atau tenaga kerja saja yang berubah, tetapi mesin dan input tetal lain juga dapat bertambah. Biaya produksi jangka panjang juga mempengaruhi output yang dihasilkan.

Cara meminimalisir biaya jangka panjang adalah dengan memperluas kapsitas produksi yang akan meminimalisir biaya produksi juga.

Baca Juga: 5 Perbedaan Biaya dan Beban dalam Akuntansi

Kesimpulan

Produksi adalah kegiatan mengubah sumber daya menjadi produk jadi dalam bentuk barang dan jasa dengan tujuan untuk memenuhi permintaan konsumen akan produk tersebut.

Produksi terbagi tiga yaitu produksi primer, produksi sekunder dan produksi tersier. Untuk dapat melakukan proses produksi ada faktor yang harus dipenuhi yaitu sumber daya alam, tenaga kerja, modal dan wirausaha.

Proses produksi sampai barang siap digunakan oleh konsumen dibagi menjadi empat yaitu proses produksi pendek, produksi panjang, produksi terus menerus dan produksi berselingan.

Begitu pun dengan biaya produksi, ada biaya jangka pendek dan biaya jangka panjang.

Proses produksi bisa terhambat jika ada kesalahan dan ketidakuratan dalam data yang digunakan. Saat ini banyak perusahaan manufaktur yang mengunakan sistem ERP.

Kegiatan produksi dan berbagai departemen yang terlibat dapat terintegrasi dengan sistem ERP sehingga departemen produksi bisa mengelola dan menjalankan proses produksinya dengan cepat dan akurat.

Software manufaktur MASERP memiliki fitur Bill of Material yang mempermudah Anda melihat semua purchase order (PO) yang masuk beserta ketersediaan bahan baku produksi.

Fitur tersebut juga memudahkan Anda menentukan harga pokok produksi (HPP) sementara dan final setelah mendapatkan seluruh biaya pasti seperti tenaga kerja, bahan baku dan pemasaran.

Fitur Batch Number dalam MASERP dapat membedakan produksi hari ini dan hari sebelumnya untuk menghindari double produksi dan Anda dapat mengevaluasi produk yang tidak sesuai standar.

Anda juga dapat melakukan tracking umur piutang customer Anda dengan fitur reminder untuk piutang jatuh tempo setiap harinya agar dapat melakukan penagihan tepat waktu dan menjaga kesehatan cash flow.

Fitur Quantity Minimum akan memberikan warning kepada Anda apabila persediaan fisik sudah berada pada jumlah di bawah Qty Min yang sudah disetting.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang software MASERP custom made yang akan memberikan banyak kemudahan pada perusahaan Anda, langsung saja konsultasikan apa yang Anda butuhkan kepada konsultan ahli kami. Gratis!