Pernahkah Anda menagih pelanggan berkali-kali, tapi piutangnya tidak kunjung dibayar? Kalau iya, Anda perlu tahu cara mencatat jurnal penghapusan piutang yang benar. Ini berkaitan dengan administrasi keuangan dan menentukan seberapa akurat laporan keuangan bisnis Anda mencerminkan kondisi sebenarnya.
Di artikel ini akan membahas apa itu piutang tak tertagih, dua metode pencatatan penghapusannya (langsung dan cadangan), contoh kasus lengkap dengan tabel jurnal, sampai syarat penghapusan piutang secara pajak. Ada juga template Excel gratis yang bisa langsung Anda pakai. Yuk dibaca sampai habis!
MASERP Answers Baru
Dapatkan jawaban seputar akuntansi & ERP, dibantu AI, dari pengalaman MASERP membantu ratusan perusahaan Indonesia.
Apa itu Piutang Tak Tertagih (Uncollectible Accounts)?
Sebelum bicara jurnalnya, kita pahami dulu konsep piutang itu sendiri. Piutang adalah hak tagih perusahaan atas sejumlah uang kepada pelanggan yang timbul dari transaksi penjualan barang atau jasa secara kredit. Nah, ketika hak tagih ini kemungkinan besar tidak akan pernah terealisasi, piutang tersebut disebut piutang tak tertagih atau
Piutang tak tertagih (uncollectible accounts) adalah piutang usaha yang oleh perusahaan dinilai sudah tidak mungkin lagi dilunasi oleh debitur. Kondisi ini menjadi kerugian bagi perusahaan karena kesempatan menerima pembayaran atas barang atau jasa yang sudah diserahkan menjadi hilang. Semakin besar nilai piutang tak tertagih, semakin besar pula dampaknya terhadap arus kas dan profitabilitas bisnis Anda.
Kapan Piutang Layak Dinyatakan Tak Tertagih?
Dalam praktiknya, perusahaan tidak bisa asal menghapus piutang. Ada indikasi tertentu yang biasanya jadi acuan, misalnya debitur sudah tidak merespons penagihan berulang, usaha debitur tutup atau dinyatakan pailit, atau debitur tidak diketahui lagi keberadaannya. Keputusan ini biasanya melibatkan bagian keuangan, kredit, dan kadang persetujuan manajemen karena berdampak langsung pada laporan laba rugi.
Kriteria Piutang (Aging) Sebelum Dihapus
Berikut empat kategori piutang yang umumnya bisa masuk daftar jurnal penghapusan piutang:
- Piutang sudah melewati batas waktu tertentu sesuai kebijakan kredit perusahaan.
- Piutang sudah melalui proses penagihan berulang, baik secara lisan maupun tertulis, namun tetap tidak dibayar.
- Piutang berasal dari pelanggan yang dinyatakan tidak mampu bayar atau bangkrut (pailit).
- Piutang tidak dapat ditagih akibat kejadian di luar kendali, seperti bencana alam atau debitur yang hilang kontak.
Analisis Umur Piutang (Aging Schedule)
Sebelum memutuskan menghapus piutang, sebaiknya Anda melakukan analisis umur piutang atau aging schedule terlebih dahulu. Caranya dengan mengelompokkan piutang berdasarkan lama waktu belum terbayar, misalnya 1–30 hari, 31–60 hari, 61–90 hari, dan di atas 90 hari sejak jatuh tempo. Semakin lama umur piutang, semakin besar pula risiko piutang tersebut tidak tertagih.
Dalam praktik umum, piutang dengan umur di atas 90 hari biasanya sudah masuk kategori kritis dan perlu dievaluasi lebih serius, apakah masih layak ditagih atau sudah waktunya masuk proses penghapusan.
| Kategori Umur Piutang | Estimasi Risiko Tak Tertagih | Tindakan yang Disarankan |
| 1–30 hari | Rendah | Reminder otomatis, penagihan rutin |
| 31–60 hari | Sedang | Follow-up intensif, konfirmasi ulang |
| 61–90 hari | Tinggi | Negosiasi pembayaran, evaluasi kredit |
| > 90 hari | Sangat Tinggi | Kandidat cadangan/penghapusan piutang |
Metode Pencatatan Jurnal Penghapusan Piutang
Setelah piutang dipastikan tak tertagih, perusahaan perlu mencatatnya dengan salah satu dari dua metode berikut.
Metode Langsung (Direct Write-Off Method)
Metode langsung mencatat penghapusan piutang hanya pada saat piutang benar-benar dipastikan tidak dapat ditagih lagi, tanpa membuat estimasi sebelumnya. Metode ini sederhana dan cocok untuk bisnis dengan nilai piutang kecil, tapi kurang sesuai dengan prinsip matching karena beban baru diakui jauh setelah penjualan terjadi.
Jurnal saat piutang dinyatakan tak tertagih (metode langsung)
| Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
| Beban Kerugian Piutang | xxx | |
| Piutang Usaha | xxx |
Jika suatu saat debitur ternyata melunasi piutang yang sudah dihapus, jurnalnya dibalik dulu untuk memunculkan kembali piutang, baru dicatat penerimaan kasnya:
Jurnal pemulihan piutang yang sudah dihapus
| Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
| Piutang Usaha | xxx | |
| Beban Kerugian Piutang | xxx |
Jurnal saat kas diterima dari pelunasan
| Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
| Kas | xxx | |
| Piutang Usaha | xxx |
Metode Cadangan/Tidak Langsung (Allowance Method)
Pada metode ini, perusahaan membentuk estimasi cadangan kerugian piutang di setiap akhir periode akuntansi, biasanya dihitung dengan persentase tertentu dari total piutang atau dari penjualan kredit. Metode ini lebih sesuai prinsip matching dan lebih banyak dipakai perusahaan menengah-besar karena menjaga kestabilan laba di laporan laba rugi.
Jurnal pembentukan cadangan di akhir periode
| Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
| Beban Kerugian Piutang | xxx | |
| Cadangan Kerugian Piutang | xxx |
Ketika piutang tertentu benar-benar dipastikan tidak tertagih, cadangan tersebut yang akan dipakai untuk menghapusnya:
Jurnal penghapusan piutang menggunakan cadangan
| Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
| Cadangan Kerugian Piutang | xxx | |
| Piutang Usaha | xxx |
Baca Juga: Perbedaan Hutang dan Piutang dalam Bisnis dan Akuntansi
Contoh Kasus dan Tabel Jurnal Penghapusan Piutang
Contoh Kasus Metode Langsung
PT Sinar Kriya (perusahaan manufaktur peralatan dapur) memiliki piutang usaha kepada PT Warna Jaya sebesar Rp100.000.000 yang sudah jatuh tempo lebih dari 120 hari. Setelah proses penagihan berulang tidak membuahkan hasil dan PT Warna Jaya dinyatakan pailit, manajemen PT Sinar Kriya memutuskan menghapus piutang tersebut.
Jurnal penghapusan piutang PT Sinar Kriya (metode langsung)
| Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
| Beban Kerugian Piutang | 100.000.000 | |
| Piutang Usaha – PT Warna Jaya | 100.000.000 |
Contoh Kasus Metode Cadangan
Masih dengan angka yang sama, misalnya PT Sinar Kriya menerapkan metode cadangan dan pada akhir tahun sebelumnya sudah mengestimasi 2% dari total piutang sebesar Rp100.000.000 berpotensi tak tertagih (Rp2.000.000 sudah dicadangkan). Karena nilai piutang yang benar-benar macet ternyata mencapai Rp100.000.000 penuh, jurnalnya sebagai berikut.
Jurnal penghapusan piutang PT Sinar Kriya (metode cadangan)
| Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
| Cadangan Kerugian Piutang | 100.000.000 | |
| Piutang Usaha – PT Warna Jaya | 100.000.000 |
Jika kekurangan cadangan (dalam contoh ini Rp98.000.000) melebihi saldo cadangan yang tersedia, perusahaan perlu menambah beban kerugian piutang periode berjalan agar saldo cadangan tidak negatif. Detail perhitungan seperti ini bisa Anda catat rapi di buku besar pembantu piutang agar mutasi tiap pelanggan tetap terlacak.
Syarat Penghapusan Piutang Secara Fiskal (Pajak)
Syarat Formal dan Material Sesuai Ketentuan Perpajakan
Tidak semua piutang yang dihapus secara akuntansi otomatis bisa jadi pengurang penghasilan kena pajak. Berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku, penghapusan piutang baru bisa diakui secara fiskal jika memenuhi beberapa syarat: piutang tersebut sudah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi komersial, perusahaan telah menyerahkan daftar piutang tak tertagih kepada Direktorat Jenderal Pajak, dan telah diserahkan perkaranya kepada Pengadilan Negeri atau instansi pemerintah yang menangani piutang negara, atau adanya perjanjian tertulis mengenai penghapusan piutang antara kreditur dan debitur, atau telah dipublikasikan dalam penerbitan umum maupun khusus.
Konsekuensi Jika Syarat Fiskal Tidak Terpenuhi
Jika syarat-syarat di atas tidak terpenuhi, penghapusan piutang tetap boleh dicatat secara akuntansi (komersial), tetapi tidak dapat dikurangkan sebagai biaya dalam perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) badan. Artinya, akan muncul koreksi fiskal positif yang membuat penghasilan kena pajak Anda lebih besar dari yang tercermin di laporan laba rugi komersial. Tim keuangan perlu mendokumentasikan setiap proses penagihan dan keputusan penghapusan piutang secara rapi sejak awal.
Template Excel Gratis untuk Jurnal Penghapusan Piutang
Supaya lebih mudah dipraktikkan, kami sudah menyiapkan template Excel gratis yang berisi: daftar piutang beserta aging otomatis, kolom keterangan metode (langsung/cadangan), template jurnal umum siap pakai, serta rekap total piutang yang dihapuskan per periode.
Anda tinggal mengisi kolom nama pelanggan, tanggal transaksi, tanggal jatuh tempo, dan nominal piutang pada sheet ‘Daftar Piutang’. Umur piutang dan status risiko akan terhitung otomatis. Untuk piutang yang sudah diputuskan dihapus, isi sheet ‘Jurnal Penghapusan’ sesuai metode yang dipakai, dan sheet ‘Rekap’ akan merangkum totalnya secara otomatis.
| 📥 Download Gratis: Template Excel Jurnal Penghapusan Piutang (aging otomatis + template jurnal siap pakai). File: Template-Jurnal-Penghapusan-Piutang-MASERP.xlsx (format .xlsx, siap pakai & bisa diedit) |
Cara Mencegah Piutang Tak Tertagih dengan Fitur MASERP
Reminder Piutang Jatuh Tempo Otomatis
Daripada terus-menerus menghapus piutang, tentu lebih baik mencegahnya sejak awal. MASERP menyediakan reminder otomatis untuk piutang yang akan dan sudah jatuh tempo, sehingga tim penagihan Anda bisa follow up pelanggan tepat waktu sebelum piutang berubah status menjadi berisiko tinggi.
Fitur Account Receivable dan Master Jurnal AR
Di modul Penjualan dan Customer MASERP, Anda bisa membuat Master Jurnal AR yang otomatis terhubung ke setiap transaksi piutang, jadi Anda tidak perlu input jurnal manual dua kali. Semua histori piutang per pelanggan, termasuk aging dan status pelunasan, tercatat rapi dan bisa dipantau lewat fitur software keuangan yang terintegrasi dengan Report Center untuk laporan laba rugi, neraca, dan arus kas secara real-time.
Kesimpulan
Jurnal penghapusan piutang adalah bagian dari pengelolaan keuangan yang sehat, terutama saat perusahaan Anda punya banyak transaksi kredit. Ada dua metode yang bisa dipilih, yaitu metode langsung yang mencatat kerugian saat piutang benar-benar dipastikan macet, dan metode cadangan yang mengestimasi kerugian piutang di setiap akhir periode agar laporan keuangan lebih mencerminkan kondisi sebenarnya
Sebelum menghapus piutang, jangan lupa lakukan analisis umur piutang (aging) dan pastikan syarat fiskalnya terpenuhi agar bisa diakui sebagai pengurang pajak.
Daripada sibuk menghapus piutang yang sudah telanjur macet, akan lebih baik jika Anda mencegahnya sejak dini dengan sistem yang mampu memantau aging piutang dan mengirim reminder penagihan secara otomatis. MASERP hadir dengan fitur Account Receivable, Master Jurnal AR otomatis, dan Report Center yang membantu tim keuangan Anda mengelola piutang, mencegah kredit macet, dan menjaga cash flow perusahaan tetap sehat tanpa perlu input data dua kali.
Jadwalkan konsultasi gratis dengan tim MASERP sekarang dan lihat langsung bagaimana fitur Account Receivable MASERP bisa membantu bisnis Anda mengelola piutang dengan lebih rapi dan minim risiko piutang tak tertagih. Dapatkan free demo fitur & trial, klik gambar di bawah ini!
FAQ Seputar Jurnal Penghapusan Piutang
Metode langsung mencatat beban kerugian piutang hanya ketika piutang benar-benar dipastikan tidak dapat ditagih, sedangkan metode cadangan membentuk estimasi cadangan kerugian piutang di setiap akhir periode sebelum piutang tersebut benar-benar dihapuskan. Metode cadangan lebih sesuai prinsip matching karena beban diakui di periode yang sama dengan penjualan terkait.
Piutang dapat dikategorikan tak tertagih jika sudah melewati batas waktu kebijakan penagihan perusahaan, sudah ditagih namun debitur tetap tidak membayar, debitur dinyatakan pailit atau tidak mampu bayar, atau piutang tidak bisa ditagih karena kejadian force majeure seperti bencana alam.
Bisa, selama memenuhi syarat dalam UU PPh, yaitu piutang sudah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi komersial, perusahaan telah menyerahkan daftar piutang tak tertagih ke Direktorat Jenderal Pajak, dan untuk kasus tertentu telah diserahkan ke Pengadilan Negeri atau instansi pemungutan utang piutang negara, atau dipublikasikan dalam penerbitan umum/khusus.
Dalam praktiknya, piutang dengan umur (aging) di atas 90 hari sejak jatuh tempo umumnya sudah masuk kategori berisiko tinggi dan perlu dievaluasi lebih lanjut, meski batas ini bisa berbeda tergantung kebijakan kredit masing-masing perusahaan.
Pencegahan bisa dilakukan dengan menetapkan batas kredit (credit limit) yang jelas per pelanggan, melakukan monitoring aging piutang secara rutin, mengirim reminder otomatis sebelum jatuh tempo, serta menggunakan software akuntansi yang memberi notifikasi piutang jatuh tempo agar penagihan lebih tepat waktu.