Investasi: Pengertian, Jenis, Bentuk, Cara, Tujuan dan Contohnya

Selain menabung di bank, saat ini banyak orang tertarik untuk berinvestasi agar dana yang disimpannya bisa berkembang, tidak hanya menyimpan uang tetapi investasi adalah kegiatan penanaman aset atau dana, yang bisa dilakukan sebuah perusahaan atau bahkan perorangan dalam jangka waktu tertentu. 

Nah, di dalam proses penanaman dana tersebut, perusahaan atau seseorang akan menunggu waktu yang cukup lama demi bisa memperoleh imbal balik yang lebih besar di masa depan. 

Namun, perlu diperhatikan bahwa kegiatan investasi adalah kegiatan yang memiliki banyak hal yang dilibatkan. Misalnya seperti jumlah dana yang diinvestasikan, tempat investasi, dan tujuan dari investasi itu sendiri.

Pengertian Investasi Secara Umum

Jika dari informasi di atas mungkin sudah diketahui apa itu investasi namun jelasnya investasi adalah sebuah cara atau salah satu cara untuk mengembangkan sejumlah uang atau harta yang sedang dimiliki perusahaan atau perorangan saat ini. 

Jadi, jika hanya menabung uangmu akan bertambah sesuai dengan tambahan uangmu sendiri. Namun tidak dengan investasi, yang di mana uang, dana atau hargamu, bisa berkembang, tanpa kamu tambahkan di setiap periodenya. 

Namun, tingkat perkembangannya juga tidak pasti sehingga bersifat fluktuasi. Namun, investasi memiliki banyak jenis, sehingga tidak hanya berbentuk uang.  

Sederhananya, dalam berinvestasi, kamu bisa memperoleh dana lebih dari keuntungan di masa depan untuk mencapai tujuan tertentu. Contohnya, kamu memiliki tujuan untuk membangun rumah, menyekolahkan anggota keluarga, hingga membuka usaha.

Maka, kamu bisa melakukan investasi berupa pengembangan dana, seperti investasi reksa dana, deposito, hingga investasi emas. Di mana, jenis investasi tersebut nilainya bisa berkembang setelah beberapa waktu ke depan. 

Bentuk Investasi

Nah, daripada bingung, yuk ketahui bentuk investasi ada apa saja. Adapun bentuk investasi dibedakan menjadi dua yaitu investasi aktiva riil dan aktiva finansial:

Investasi Aktiva Riil

Bentuk investasi yang pertama adalah aktiva riil, di mana investasi ini bisa dilakukan oleh seseorang, yang bisa terlihat maupun yang tidak terlihat. Contohnya seperti investasi tanah, investasi logam, investasi properti, dll.

Investasi Aktiva Finansial

Selanjutnya, ada bentuk investasi aktiva finansial, adapun investasi ini dilakukan oleh investor sebagai bentuk sekuritas, sehingga seseorang akan menyerahkan semua prosesnya ke perusahaan sekuritas. Contohnya seperti investasi deposito dan saham.

Jenis-Jenis Investasi

Kalau ditanya apa saja jenis-jenis investasi, jawabannya ada banyak. Hingga pada saat ini setidaknya ada sekitar 8 jenis yang sedang populer diantaranya adalah:

– Investasi Properti

– Investasi Emas

– Investasi Saham

– Investasi Reksa Dana

– Investasi Valuta Asing

– Investasi Obligasi

– Investasi Syariah

– Investasi Cryptocurrency

– Investasi Deposito

Sebenarnya, apapun yang bernilai dan berharga bisa dijadikan media investasi asal kamu bisa mengetahui pergerakan nilai dari benda tersebut, sehingga kamu bisa semakin untung dengan menginvestasikannya.

Baca Juga : 7 Keuntungan Investasi Properti

Investasi Berdasarkan Jangka Waktu

Selain bentuk dan jenis investasi, ternyata investasi juga terdapat dua jenis yang bisa dikategorikan berdasarkan jangka waktunya. 

Investasi Jangka Pendek

Jenis investasi berdasarkan jangka waktu yang pertama, ada investasi jangka pendek. Seperti namanya, jenis investasi ini merupakan investasi yang memungkinkan untuk para investor untuk mendapatkan keuntungan dengan jangka waktu kurang dari tiga tahun. Bahkan, hasilnya bisa langsung kamu konversikan dengan uang atau bisa juga langsung dijual. 

Akan tetapi, di dalam jenis investasi jangka pendek ini juga, ternyata bisa memberikan return yang lebih kecil. Sehingga, jenis investasi ini lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan dalam waktu dekat. 

Contoh dari investasi jangka pendek yang sering dilakukan adalah investasi obligasi jangka pendek, pasar saham, sertifikat deposito.

Investasi Jangka Panjang

Jenis investasi yang kedua adalah investasi jangka panjang. Adapun, jenis investasi ini tentu membutuhkan waktu yang lebih lama, yakni sekitar lebih dari tiga tahun untuk mendapatkan keuntungan. 

Bahkan, untuk bisa menikmati hasilnya kamu harus menunggu mulai dari lima tahun, belasan tahun, bahkan yang paling lama hingga puluhan tahun yang akan datang. 

Tidak seperti investasi jangka pendek, investasi jangka panjang, tentunya bisa menghasilkan return yang lebih besar dibandingkan investasi jangka pendek. 

Nah, jika dilihat dari karakteristiknya, investasi jenis ini sangat cocok, bagi kamu yang membutuhkan tabungan terlebih untuk keperluan di masa depan. Contohnya, untuk kebutuhan pendidikan anak hingga ke jenjang perguruan tinggi, untuk dana kebutuhan nikah, hingga untuk dana pensiun.

Nah, untuk contoh investasi jangka panjang kamu bisa memilih jenis investasi seperti saham dan investasi emas.

Manfaat Investasi

Tidak sekadar kegiatan penanaman modal investasi sendiri memiliki manfaat. Adapun manfaat investasi adalah sebagai berikut:

Meningkatkan Nilai Aset

Manfaat yang pertama dari investasi adalah bisa meningkatkan nilai aset pada sebuah perusahaan atau perorangan. Biasanya, jenis investasi ini bisa diterapkan pada investasi properti pembelian tanah, investasi apartemen atau rumah, di mana kedua investasi properti tersebut, nilai atau harganya kelak akan terus naik. 

Akan tetapi, kembali lagi untuk jenis investasi ini, tentu membutuhkan waktu lama, dan termasuk dalam investasi jangka panjang. Sehingga, peningkatan nilai aset tidak didapatkan dalam waktu singkat.

Memenuhi Kebutuhan di Masa Depan

Manfaat yang kedua dari investasi adalah bisa memenuhi kebutuhan di masa depan. Pasalnya, kini solusi untuk bisa aman secara finansial di masa depan, tidak hanya dengan menabung, tapi juga berinvestasi. 

Pasalnya, seperti yang diketahui bahwa akan ada banyak kebutuhan yang tidak terduga di masa depan. Sehingga, investasi yang tepat bisa menjadi sarana pemenuhan kebutuhan, yang menunjang masa depan. 

Kamu bisa mulai berinvestasi mulai dari sekarang atau sejak dini, agar bisa menunjang dan mendukung kehidupan di masa depan, karena beberapa investasi nilainya akan terus naik.

Untuk Menciptakan Gaya Hidup Hemat

Manfaat selanjutnya dari investasi adalah agar seseorang bisa menerapkan gaya hidup yang lebih hemat. Mengapa? Karena, dengan berinvestasi seseorang akan mencoba hidup hemat, dan konsisten untuk tetap berinvestasi.

Nah, pada akhirnya orang tersebut akan lebih fokus berinvestasi, dan menghindari membeli hal-hal tidak penting dan bersifat lebih konsumtif.

Menghindari Hutang

Dari gaya hidup yang lebih hemat, karena fokusnya terbagi untuk investasi, maka hal tersebut juga bisa membuat orang tersebut menghindari hutang. 

Tujuan Investasi

Selain memiliki manfaat yang luar biasa terhadap kehidupan finansial, investasi juga memiliki tujuan yang penting untuk kesehatan finansialmu. Yuk, simak deretan tujuan dari berinvestasi:

– Agar seseorang bisa mendapatkan penghasilan tetap

– Agar bisa memperoleh kehidupan yang lebih layak, lebih baik, dan stabil di masa depan.

– Investasi sangat bermanfaat terlebih untuk pebisnis yang ingin mengembangkan usahanya

– Bisa berkesempatan mendapatkan jaminan dalam bisnis

– Bisa membentuk dan mengontrol dana atau harta untuk suatu kepentingan khusus, misalnya seperti kepentingan sosial, kepentingan ekspansi, dll.

– Bisa membantu mengurangi tekanan inflasi

– Investasi yang ditanamkan bisa dipergunakan untuk menjaga hubungan antar perusahaan

– Dengan investasi, kamu bisa berpartisipasi dalam pembangunan negara.

Contoh Investasi

Bagaimana? Sudah punya bayangan dari kegiatan investasi ini? Jika belum, yuk simak contoh investasi dan sistem kerjanya berikut ini: 

Budi membeli 2 gram emas batangan: Rp400.000 per gram pada tahun 2005. Emas disimpan di brankas pribadi miliknya. Kemudian setelah 5 tahun, harga emas per gram meningkat menjadi Rp500.000 per gram. 

Budi, akhirnya menjual emas yang dimilikinya, lalu mendapatkan keuntungan Rp100.000 per gram. 

Tindakan Budi membeli emas pada tahun 2005, tersebut bisa disebut sebagai kegiatan investasi. Jadi keuntungan dari investasi emas tersebut adalah sebesar Rp100.000, dari selisih harga beli. 

Tips dan Cara Berinvestasi

Tidak asal beli emas, saham, atau obligasi, karena untuk berinvestasi yang bisa menghasilkan keuntungan, kamu harus mengetahui tips dan caranya. 

Terlebih, istilah dalam aktivitas berinvestasi sangat banyak, di mana kamu pun harus mengerti. Sedangkan untuk investor pemula atau tahap awal, kamu bisa lebih berfokus pada poin-poin dasar seperti berikut ini:

Memiliki Tujuan Jelas

Seorang investor melakukan investasi pasti memiliki alasan dan tujuan (objective) yang jelas, karena hal tersebut menjadi penting dalam berinvestasi.

Bagaimana jika tidak memiliki tujuan yang jelas? Hal tersebut malah akan membuatmu kesulitan menentukan langkah kedepannya. Pasalnya tujuan akan mempengaruhi jenis investasi apa yang sebaiknya diambil, mulai dari segi jangka waktu, jenisnya, hingga tempatnya.

Menilai Seberapa Banyak Modal yang Bisa Disiapkan

Mau investasi tanpa modal, memang bisa? Yang jelas, bagaimana investasi tersebut bisa berkembang jika tidak ada modal di awalnya? Bagaikan pohon tanpa biji atau tunas. 

Di dalam investasi, modal (capital) bisa berupa dana atau aset yang sedang kamu miliki sekarang. 

Tidak harus banyak, yang penting punya modal, sekalipun itu hanya dengan modal Rp100.000 atau kurang dari itu, kamu sudah berinvestasi. 

Selain itu, modal juga mempengaruhi jenis investasi yang akan dijalankan, misalnya emas, saham, atau properti.

Investor Harus Memahami Risiko dan Jenis Investasi yang Diambil

Tidak hanya investasi saham, semua jenis investasi pun juga memiliki risiko dibaliknya. Intinya, segala hal yang berhubungan dengan perputaran uang, memang tidak akan terlepas dari faktor untung-rugi. 

Bahkan, kamu pun juga bisa menjadi penyebab risiko tersebut, misalnya karena kemampuan pengelolaan finansialmu yang minim. 

Maka dari itu, ketika kamu memutuskan untuk berinvestasi, maka hal pertama yang dilakukan adalah menyiapkan sejumlah dana, (saat memulai atau di dalam prosesnya), serta mengetahui informasi tentang investasi).

Jadi, jika ingin berinvestasi pastikan kamu terlepas dari utang dan sedang memilki kondisi pendapatan yang stabil, dan juga memiliki dana ekstra.

Kesimpulan

Nah, itu dia beberapa informasi terkait investasi. Jadi, investasi adalah kegiatan penanaman dana yang bisa dilakukan oleh siapa saja, demi menunjang masa depan yang lebih baik. 

Investasi juga bisa dilakukan oleh badan, perusahaan maupun perorangan. Jika perhitungan keuangan perorangan mungkin lebih simpel, bagaimana dengan perhitungan keuangan perusahaan? Terlebih jika sedang melakukan investasi, mulai dari investasi dana, aset, saham dan lain-lain. 

Pastinya, kamu butuh software akuntansi modern seperti MASERP, agar semua laporan keuanganmu bisa dikerjakan dengan akurat, praktis, mudah dan cepat. 

Terlebih MASERP juga menyediakan banyak fitur yang bisa digunakan untuk membuat berbagai macam laporan keuangan perusahaan. Jadi, tim finance atau akuntan, tidak perlu repot lagi, dalam menjalankan tugasnya. 

Dengan begitu, perusahaan bisa menjalankan investasi dengan lancar, laporan keuangan berjalan dengan baik, dan evaluasi keuangan juga bisa dilihat dengan mudah.  

Baca Juga : Apa Itu Paylater? Manfaat dan Tips Menggunakannya!

New call-to-action