Jenis dan 5 Contoh Sistem Informasi, ERP Salah Satunya!

Di era yang serba menggunakan teknologi saat ini, manusia sebagai penggunanya pun tidak dapat dipisahkan. Sumber daya manusia dan teknologi ini dapat digabungkan menjadi sebuah sistem. Manusia menginput data kemudian diproses oleh sistem dan ada output informasi yang dihasilkan untuk membantu pengambilan keputusan bagi perusahaan. Sistem tersebut dikenal dengan sistem informasi. E-banking dan e-learning merupakan beberapa contoh sistem informasi. Apalagi contohnya? Berikut ini penjelasan mengenai sistem informasi. Yuk, disimak!

Apa Itu Sistem Informasi?

Sistem informasi adalah beberapa komponen yang saling berinteraksi untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan dan menyajikan informasi sebagai output untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan analisa sebuah organisasi.

Aktivitas sistem informasi yang perlu dilakukan dalam sebuah perusahaan terdiri dari input atau mengumpulkan data yang dibutuhkan, memproses data yang telah dikumpulkan sebelumnya menjadi informasi yang mudah dimengerti manusia, lalu setelah itu proses output atau menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan.

Komponen di sistem informasi tersebut meliputi sumber daya manusia, data, software yang berupa program dan prosedurnya, hardware berupa mesin dan media, serta sumber daya jaringan seperti media komunikasi.

Informasi yang nanti menjadi pendukung untuk organisasi harus berkualitas, tidak boleh sembarangan. Lalu, apa saja kriteria sebuah informasi dikatakan berkualitas?

Yang pertama, informasi harus jelas dan tidak boleh bias dalam menyajikannya. Dalam sebuah sistem, bisa saja ada kemungkinan kendala baik itu sumber informasinya maupun penerima informasi sehingga informasi yang menjadi output tidak bisa dimanfaatkan.

Sebuah perusahaan yang memiliki banyak departemen, pasti memiliki data yang berbeda-beda. Oleh karena itu, data atau informasi yang ada harus diberikan kepada penerima yang tepat, inilah yang dikatakan relevan. Misalnya, informasi mengenai data keuangan ada yang salah perhitungan, tentu ini akan lebih relevan untuk divisi keuangan atau accounting di perusahaan daripada diberikan kepada divisi marketing.

Selain itu, informasi yang diterima oleh pihak yang membutuhkan juga tidak boleh telat. Beberapa informasi penting akan berkurang nilainya kalau informasi tersebut tidak tersedia di waktu yang dibutuhkan. Bahkan, keputusan yang bersifat urgensi tidak bisa dibuat kalau informasinya tidak tersedia.

Baca Juga: Pentingnya Peran Teknologi Informasi dalam Bisnis

Jenis Sistem Informasi

Berikut ini enam jenis sistem informasi yang umumnya ada di perusahaan:

Transaction Processing System (TPS)

Transaction processing system atau sistem pemrosesan transaksi merupakan sistem yang mencatat data berupa penjualan bisnis atau transaksi secara continue seperti jumlah, harga dan waktu transaksi tersebut terjadi. Data yang tercatat ini akan diolah untuk mengetahui produk dengan penjualan tinggi, produk yang kurang diminati pasar dan waktu paling banyak penjualan (misal saat menjelang Lebaran).

Dari data tersebut, perusahaan dapat memonitor setiap penjualan atau transaksi serta menyusun strategi seperti mengontrol jumlah persediaan produk agar bisa memenuhi kebutuhan pasar dan tidak mengecewakan pelanggan. Contoh sistem informasi satu ini seperti aktivitas administrasi, transaksi keuangan dan registrasi ulang.

Management Information System (MIS)

Jenis sistem informasi berikutnya adalah management information system yang digunakan oleh level manajemen di perusahaan. Pihak manajemen dapat melihat laporan mengenai kinerja perusahaan serta informasi lain yang mereka butuhkan mengenai perusahaan secara rutin (harian, mingguan, bulanan maupun tahunan). Fungsi utama dari management information system adalah merencanakan, mengendalikan dan membuat keputusan di level manajemen.

Decision Support System (DSS)

Decision support system merupakan sistem yang menggabungkan data dan analisa mendalam dengan memakai model bentuk grafik. Di sistem ini, masalah yang terjadi didefinisikan terlebih dahulu lalu semua data dikumpulkan dan diolah hingga menghasilkan output yang dapat dipercaya. Komponen sistem decision support terdiri dari dialog, basis data dan model untuk mengeksplor setiap konsekuensi dengan melakukan interaksi secara luas.

Executive Information System (EIS)

Yang terakhir, ada executive information system yang menyediakan informasi tentang kinerja semua perusahaan yang bisa diakses ke laporan para manajemen dengan mudah. Nantinya, para eksekutif dapat mengambil keputusan dari output yang tepat dan relevan. Sistem ini dapat dihubungkan dengan layanan informasi online dan email. Proses dalam sistem ini berupa grafik, simulasi dan interaktif dari input data internal dan eksternal perusahaan. EIS sangat menekankan pada user friendly dengan tampilan UI (user interface) yang sederhana dan mudah dipahami.

Baca Juga: Tujuan, Unsur dan Contoh Sistem Informasi Akuntansi

Contoh Sistem Informasi

Setelah mengetahui definisi dan jenis sistem informasi, di sini akan dijelaskan beberapa contoh sistem informasi. Kalau Anda melihat list di bawah ini, pasti familiar ditemui di kehidupan sehari-hari.

E-Commerce

Contoh sistem informasi yang pertama ini pasti Anda sering menggunakannya, apalagi di tanggal setelah gajian. Ya, e-commerce merupakan contoh dari sistem informasi yang memfasilitasi Anda bertransaksi online dari website maupun mobile untuk membeli barang atau jasa. Saat in, banyak sekali e-commerce yang dapat menjadi pilihan Anda berbelanja, seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Amazon, Lazada, Blibli, dan lain sebagainya.

Booking Online

Apakah Anda pernah melakukan booking online tiket pesawat dan penginapan? Kedua cara tersebut termasuk contoh sistem informasi. Dengan booking online, Anda dapat memilih tempat atau tiket di tanggal tertentu, membandingkan harganya, serta mengecek ketersediaannya. Setelah booking, Anda akan mendapatkan output berupa bukti pemesanan.

E-Learning

Salah satu contoh sistem informasi yang dapat diimplementasikan di dunia pendidikan adalah electronic learning atau biasanya dikenal dengan e-learning. Data berupa materi pembelajaran diproses kemudian disebarkan ke murid melalui teknologi. Para pengajar maupun murid sama-sama mendapatkan kemudahan dalam sistem belajar yang menjadi lebih efektif.

E-Banking

Selain pendidikan, contoh sistem informasi di bidang perbankan adalah e-banking. Sistem informasi ini dikelola oleh pihak bank dan nasabah akan menggunakan untuk berbagai transaksi tanpa perlu repot dan mengantri ke bank. Nasabah menginput data ke sistem baik itu nominal transfer maupun rekening tujuan, setelah itu uang akan dikirim dan nasabah mendapatkan bukti transfer dari sistem.

Enterprise Resource Planning (ERP)

Apakah Anda pernah mendengar software enterprise resource planning? Bagi orang awam mungkin asing di telinga, tetapi bagi perusahaan berskala besar dan menengah seharusnya sudah menggunakan software ini dalam operasional bisnisnya. ERP membuat proses bisnis menjadi lebih sederhana karena dapat terintegrasi dengan berbagai departemen di perusahaan. Selain itu, proses kerja juga menjadi lebih efisien dan hemat waktu karena segala proses berulang dapat terotomatisasi. Banyak sekali manfaat yang akan dirasakan perusahaan yang menggunakan ERP seperti peningkatan keuntungan dan return on investment (ROI).

Contoh Sistem Informasi

Kesimpulan

Sistem informasi berfungsi untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan dan menyajikan informasi sebagai output untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan analisa sebuah organisasi. Jenis sistem informasi antara lain transaction processing system (TPS), management information system (MIS), decision support system (DSS), dan executive information system (EIS).

Contoh sistem informasi yang biasa ditemui di keseharian antara lain e-banking, e-learning, e-commerce, booking online, enterprise resources planning (ERP) dan masih banyak lagi. ERP sendiri merupakan sistem informasi terintegrasi yang dapat digunakan oleh berbagai jenis industri perusahaan dari manufaktur, distributor, migas, pertambangan, food and beverage dan lain-lain.

Pengimplementasian ERP merupakan salah satu investasi terbaik bagi perusahaan. Terutama jika ERP tersebut bisa dikustomisasi sejalan dengan berkembangnya bisnis di masa mendatang. MASERP sebagai salah satu software ERP terbaik buatan anak bangsa memfasilitasi hal tersebut, dapat dikustomisasi sesuai flow perusahaan Anda.

MASERP memiliki modul yang sangat lengkap dari manufaktur, penjualan, pembelian, keuangan, inventory, karyawan, aset tetap, pajak, project management, 300+ laporan perusahaan dan masih banyak lagi.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang software MASERP yang akan memberikan banyak kemudahan pada perusahaan Anda, langsung saja konsultasikan apa yang Anda butuhkan kepada konsultan ahli kami sekarang. Gratis!

New call-to-action