4 Tips Sukses Meningkatkan Omzet Bisnis. Mau Coba?

Keuntungan dari bisnis diperoleh dengan menjual produk berupa barang atau jasa. Dengan menjual produk yang menarik, perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang lebih banyak. Keuntungan perusahaan dapat diperoleh dalam jangka waktu tertentu. Dalam konteks bisnis, dikenal istilah omzet atau total penjualan dari produk suatu perusahaan. Omzet adalah salah satu perhitungan yang harus diketahui oleh pemilik bisnis, agar dapat mengetahui sukses atau tidaknya penjualan dari suatu produk dan perusahaan itu sendiri.

Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang mampu memaksimalkan profit dan omzetnya. Khusus untuk omzet, perusahaan dapat menentukan keuntungan dari jenis bisnis yang dijalankan. Bagaimana cara menghitung omzet? Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Pengertian Omzet

Omzet memiliki arti jumlah uang hasil penjualan barang dalam periode tertentu. Dengan kata lain, omzet adalah total penjualan yang didapatkan perusahaan dalam waktu tertentu. Dalam konteks keuangan, omzet diartikan sebagai penghasilan bruto, artinya penghasilan penjualan tersebut belum dikurangi beban dan biaya yang mempengaruhinya.

Singkatnya, omzet adalah pendapatan dari hasil penjualan atau laba kotor. Mengapa demikian? karena omzet belum dikurangi beban dan biaya yang menjadi tanggungan perusahaan. Adapun beban tersebut adalah harga pokok penjualan (HPP), biaya operasional, dan biaya lainnya. Jika ingin mengetahui laba atau profit, perusahaan harus mengurangi dengan beban dan biaya tersebut.

Baca Juga: 5 Perbedaan Biaya dan Beban dalam Akuntansi

Cara Menghitung Omzet

Omzet adalah salah satu ukuran kesuksesan bisnis. Dengan mendapatkan omzet besar, suatu perusahaan bisa dikatakan mampu melakukan penjualan dengan baik. Mengapa demikian? Omzet menghitung jumlah penjualan dari keseluruhan produk yang ditawarkan perusahaan dalam periode tertentu.

Omzet dapat dihitung dengan cara mengalikan harga produk dan jumlah produk yang dijual oleh perusahaan. Berikut rumus perhitungan omzet

Omzet = Harga Produk × Jumlah Produk Terjual

Perlu diingat bahwa perhitungan omzet belum dikurangi dengan beban dan biaya yang harus ditanggung perusahaan.

Baca Juga: Cara Mudah Menghitung CVP (Cost Volume Profit)

Cara Meningkatkan Omzet

Omzet adalah total penjualan produk dari suatu perusahaan. Maka dari itu, perusahaan dapat meningkatkan omzet dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan produk. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan omzet.

Meningkatkan Kualitas Produk

Cara pertama untuk meningkatkan omzet adalah dengan meningkatkan kualitas produk. Ya, dengan semakin baiknya kualitas produk yang dijual, perusahaan dapat menambah jumlah penjualan. Tak ayal, omzet yang didapatkan pun akan semakin menanjak.

Dengan meningkatkan kualitas produk, perusahaan juga dapat bersaing dengan kompetitor di pasaran. Mengapa demikian? kualitas produk yang baik akan menambah daya tarik dan keunggulan dibanding para kompetitor. Nantinya, penjualan akan ikut naik dan bertambah jika kualitas produk suatu perusahaan berada di level terbaik.

Baca Juga: Analisis SWOT: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya

Strategi Pemasaran yang Tepat

Terkadang ada hal yang luput saat akan menjual suatu produk. Ya, pelaku bisnis seringkali lupa untuk melakukan strategi pemasaran yang cocok untuk bisnisnya. Perusahaan atau pelaku bisnis hanya perlu memilih bagaimana cara memasarkan produk yang dijualnya dengan cara yang tepat.

Promosi lewat media sosial hingga melakukan branding yang tepat terhadap produk adalah beberapa cara jitu untuk meningkatkan penjualan. Dengan cara tersebut, perusahaan juga dapat menambah nilai atau value dari produk yang mereka tawarkan. Imbasnya, para konsumen dan masyarakat menjadi mengenal dan mau untuk menggunakan dan membeli produk yang ditawarkan.

Menentukan Harga

Omzet memperhitungkan jumlah penjualan dan harga suatu produk. Oleh karena itu, harga jadi salah satu aspek penting dalam memperoleh omzet. Dengan menentukan harga yang pas, perusahaan dapat memaksimalkan omzet yang akan didapatkan.

Misalnya, dengan menaikkan harga produk maka akan menjadikan nilai omzet yang didapatkan lebih besar. Namun, perlu diperhatikan, harga yang sudah ditetapkan harus diikuti dengan kualitas produk yang juga harus maksimal. Jika tidak, maka bukannya omzet meningkat malah akan mengurangi penjualan dari produk tersebut.

Meningkatkan Jumlah Penjualan

Jumlah penjualan jadi ukuran penting dalam menentukan omzet perusahaan. Oleh karena itu, dalam meningkatkan omzet, perusahaan dapat menambah jumlah transaksi penjualan. Caranya adalah dengan membuat pembeli atau pelanggan lebih sering untuk membeli produk yang ditawarkan.

Faktor Penyebab Turunnya Omzet

Setelah mengetahui cara meningkatkan omzet, penting bagi perusahaan untuk menghindari beberapa penyebab turunnya omzet. Hal ini penting dilakukan agar perusahaan dapat mengantisipasi dengan mengambil keputusan yang tepat. Berikut adalah beberapa faktor penyebab turunnya omzet

Kualitas Produk yang Menurun

Kualitas produk yang menurun jadi salah satu faktor penyebab omzet perusahaan ikut menurun. Mengapa demikian? Kualitas produk jadi faktor utama yang membuat pelanggan membeli produk yang ditawarkan. Selain itu, kualitas produk yang baik juga akan mendapatkan tempat khusus dihati pelanggan yang mau membeli berulang-ulang. Oleh karena itu, perusahaan harus menghindari penurunan kualitas produk dengan terus mengupayakan peningkatan kualitas dari produk barang atau jasa yang ditawarkan.

Pelayanan Buruk

Pelayanan perusahaan terhadap konsumen jadi salah satu faktor penting dalam penjualan. Buruknya pelayanan yang diberikan kepada konsumen dapat membuat penjualan pun ikut berkurang. Tak hanya kepada konsumen, perusahaan juga perlu memerhatikan pelayanan kepada stakeholder lain. Dengan kata lain, perusahaan harus menghindari pelayanan yang buruk dengan memaksimalkan pelayanan terhadap penjualan produk.

Persediaan Barang

Persediaan barang jadi salah satu komponen penting dalam menjaga omzet perusahaan. Perusahaan harus mampu menjaga persediaan barang agar dapat me-maintain jumlah omzet. Persediaan barang yang dimaksud meliputi semua aspek seperti pengiriman dan penyediaan barang. Perusahaan harus secara berkala melakukan pengecekan terhadap persediaan barang agar dapat menjaga penjualan barang.

Baca Juga: Strategi dan Metode Penilaian Persediaan Barang Dagang

Penetapan Harga yang Tak Sesuai

Harga jadi komponen penting dalam penjualan. Apabila perusahaan tidak dapat menentukan harga yang tak sesuai, maka dapat mengurangi minat pembeli. Semakin menurunnya minat pembeli dapat mempengaruhi jumlah penjualan dan dapat mengurangi omzet perusahaan. Maka dari itu, perusahaan tidak boleh gegabah dengan menentukan harga yang terlalu tinggi demi mengejar omzet semata.

Kesimpulan

Melalui penjelasan di atas, omzet adalah jumlah uang hasil penjualan barang dalam periode tertentu. Dalam konteks keuangan, omzet diartikan sebagai penghasilan bruto atau laba kotor yang artinya penghasilan penjualan tersebut belum dikurangi beban dan biaya yang mempengaruhinya.

Omzet dapat dihitung dengan cara mengalikan harga produk dan jumlah produk yang dijual oleh perusahaan. Perusahaan dapat meningkatkan omzet dengan beberapa cara, yaitu meningkatkan kualitas produk, melakukan strategi pemasaran yang tepat, menentukan harga yang cocok, dan meningkatkan jumlah penjualan.

Perusahaan dapat mengantisipasi dengan mengambil keputusan yang tepat dengan mengetahui beberapa faktor penyebab turunnya penjualan yang akan berpengaruh pada nilai omzet. Beberapa caranya adalah kualitas produk yang semakin menurun, pemberian pelayanan buruk, persediaan barang yang tidak cukup, dan penetapan harga yang terlalu tinggi.

Omzet dalam sebuah bisnis sangat erat kaitannya dengan kondisi keuangan perusahaan. Pencatatan keuangan bisnis harus dilakukan secara tepat dan akurat. Pencatatan dan pembuatan laporan keuangan secara manual, tentu saja akan menyulitkan Anda karena akan menghabiskan waktu dan rentan terjadi human error. Untuk menghindari dua hal tersebut, sebaiknya Anda menggunakan software akuntansi yang sudah terintegrasi seperti MASERP.

MASERP merupakan software ERP yang sudah terintergrasi dengan banyak fungsi bisnis seperti penjualan, pembelian, keuangan, manufaktur dan lain-lain. MASERP akan memudahkan Anda mencatat, memantau dan membuat laporan keuangan seperti arus kas dan laba rugi perusahaan secara otomatis dan kapan saja tanpa harus menunggu rugi atau negatif.

Pencatatan dan pengawasan laporan keuangan harus dilakukan secara rutin untuk memastikan cash flow perusahaan selalu positif. Anda bisa mencustom software MASERP sesuai bisnis flow Anda. Segera konsultasikan dengan konsultan ahli kami. Gratis!

New call-to-action