Laporan Konsolidasi dan Jurnal Eliminasi Konsolidasi

Jurnal eliminasi konsolidasi berbeda dengan jurnal umum maupun jurnal khusus. Jurnal ini dapat ditemukan ketika Anda membuat laporan keuangan konsolidasi. Tujuan dibuatnya jurnal eliminasi ini adalah untuk mengeliminasi atau menghilangkan saldo rekening timbal balik antara perusahaan induk dengan anak perusahaan.

Jurnal eliminasi konsolidasi memiliki manfaat untuk memberi informasi data transaksi yang terpisah antara induk perusahaan dan anak perusahaan. Perusahaan dapat mengetahui kerugian maupun keuntungan yang diperoleh karena transaksi tidak wajar. Kenapa tidak wajar? Temukan jawabannya di artikel ini, kami ini akan mengulas mengenai jurnal eliminasi konsolidasi beserta contoh pembuatannya, yuk disimak!

Apa Itu Laporan Keuangan Konsolidasi?

Antara induk perusahaan dan anak perusahaan mungkin saja akan terlibat dalam transaksi yang bisa memperoleh keuntungan maupun kerugian bagi keduanya dan sangat mungkin ada transaksi yang tidak wajar karena induk perusahaan memiliki hak pengendalian terhadap anak perusahaan.

Laporan keuangan konsolidasi yang merupakan laporan keuangan sebuah grup perusahaan, memiliki cara penyusunan yang tidak hanya menambahkan semua akun terpisah milik induk perusahaan dan anak perusahaan.

Akun terpisah tersebut harus dieliminasi sehingga laporan keuangan konsolidasi benar-benar memiliki data transaksi antara dua perusahaan sebagai satu grup perusahaan.

PSAK No. 4 (revisi 2009) paragraf 17 menyebutkan bahwa saldo, transkasi, penghasilan dan beban intra kelompok usaha dieliminasi secara penuh. Keuntungan dan kerugian hasil transaksi intra kelompok usaha yang diakui dalam aset, seperti persediaan dan aset tetap, dieliminasi secara penuh.

Kertas kerja konsolidasi (consolidation workpaper) adalah cara yang efisien untuk menggabungkan akun perusahaan terpisah yang akan dikonsolidasi, selain itu untuk menyesuaikan saldo gabungan menjadi nilai yang akan dilaporkan seolah semua perusahaan yang dikonsolidasi adalah satu perusahaan. Yang perlu diingat, perusahaan konsolidasi tidak ada pembukuan, tetapi pembukuannya terpisah di tiap perusahaan.

Syarat untuk melakukan laporan konsolidasi sudah pasti harus memiliki anak perusahaan sebagai bukti ekuitas, induk perusahaan mempunyai 50% lebih saham anak perusahaan, apabila kurang dari 50% tetap induk perusahaan memiliki kendali sepenuhnya.

Baca Juga: Lengkap dan Mudah! 4 Format Laporan Keuangan dan Contohnya

Karakteristik Ayat Jurnal Eliminasi Konsolidasi

Setiap jurnal yang ada di akuntansi akan memiliki fungsi dan karakteristik masing-masing. Nah, untuk mengetahui apa saja karakteristik dari jurnal eliminasi konsolidasi, berikut ini daftarnya:

  • Umumnya ayat jurnal eliminasi konsolidasi ada di dalam lebar kertas kerja konsolidasi.
  • Untuk menyajikan nilai yang muncul dari perusahaan independen, maka dibuat penyesuaian terhadap total saldo akun dari perusahaan independen tersebut yang secara hukum adalah satu perusahaan.
  • Pembukuan di perusahaan independen tidak dipengaruhi oleh ayat jurnal eliminasi ini.
  • Ayat jurnal eliminasi berperan dalam mengurangi maupun menambahkan total saldo gabungan di tiap akun, jadi yang disajikan dalam data gabungan hanya transaksi perusahaan dengan pihak eksternal.

Baca Juga: Pahami 4 Jenis Jurnal Penjualan dan Cara Pencatatannya

Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi

Setelah Anda mengetahui pengertian dan karakteristik dari jurnal eliminasi konsolidasi, berikut ini manfaat jurnal tersebut.

  • Menyajikan informasi dan data terbaru untuk manajemen perusahaan mengenai kinerja dan kondisi keuangan anak perusahaan.
  • Memperkirakan keadaan yang akan dialami anak perusahaan di waktu mendatang.
  • Memberikan informasi kepada pihak eksternal yang berperan dalam keberlangsungan grup perusahaan tersebut.

Contoh Jurnal Eliminasi Konsolidasi

PT Insan Raya memiliki anak perusahaan PT Abadi Raya, semua persediaan barang dagang PT Abadi Raya berasal dari PT Insan Raya. Selama tahun 2020 PT Insan Raya menjual barang dagang ke PT Abadi Raya yang berharga pokok Rp 150.000.000,- dengan harga Rp 170.000.000,-.

PT Abadi Raya menjual semua barang dagang tersebut ke pelanggan dengan harga Rp 200.000.000,- (sistem persediaan perpetual). Jurnal untuk mencatat transaksi di masing-masing buku PT Insan Raya dan PT Abadi Raya adalah sebagai berikut:

Buku PT Insan Raya

D: Persediaan                                          Rp. 150.000.000,-

K: Utang Dagang                                    Rp. 150.000.000,-

(mencatat pembelian barang dagang secara kredit)

D: Piutang Dagang PT Abadi Raya           Rp. 170.000.000,-

K: Penjualan                                            Rp. 170.000.000,-

(mencatat penjualan kredit barang dagang pada harga jual)

D: Beban Pokok Penjualan                 Rp. 150.000.000,-

K: Persediaan                                      Rp. 150.000.000,-

(mencatat penjualan pada harga pokoknya)

Buku PT Abadi Raya

D: Persediaan                                          Rp. 170.000.000,-

K: Utang Dagang PT Insan Raya             Rp. 170.000.000,-

(mencatat pembelian kredit barang dagang)

D: Piutang Dagang                                     Rp. 200.000.000,-

K: Penjualan                                               Rp. 200.000.000,-

(mencatat penjualan kredit ke pelanggan pada harga jual)

D: Beban Pokok Penjualan                       Rp. 170.000.000,-

K: Persediaan                                            Rp. 170.000.000,-

(mencatat penjualan pada harga pokoknya)

Karena PT Insan Raya dan PT Abadi Raya adalah induk perusahaan dan anak perusahaan, maka transaksi penjualan dan pembelian antar induk perusahaan dan anak perusahaan yang harus dieliminasi:

D: Penjualan                                             Rp. 170.000.000,-

K: Beban Pokok Penjualan                        Rp. 170.000.000,-

(mengeliminasi transaksi penjualan atau pembelian antar perusahaan)

Kertas kerja konsolidasinya sebagai berikut:

Jurnal Eliminasi Konsolidasi
Kertas Kerja Jurnal Eliminasi Konsolidasi

Jurnal eliminasi konsolidasi menyesuaikan nilai laporan keuangan konsolidasi menjadi Rp. 170.000.000,-.

Kalau tidak ada jurnal eliminasi ini, nilai pada laporan keuangan terpisah PT Insan Raya dan PT Abadi Raya digabungkan begitu saja, nilai penjualan yang muncul di laporan adalah Rp. 370.000.000,-.

Kalau angka tersebut tersaji di laporan laba rugi konsolidasi, maka laba yang disajikan menjadi lebih tinggi dibanding dengan penjualan antar perusahaan gabungan.

Penjualan gabungan sebesar Rp. 370.000.000,- itu “tidak wajar” karena di dalamnya ada penjualan ke grup sendiri.

Baca Juga: Pengertian Jurnal Pembalik Beserta Manfaat dan Contoh Penyusunan

Kesimpulan

Nah, dari penjelasan di atas Anda sebaiknya sudah memahami bahwa laporan keuangan konsolidasi tidak hanya berisi gabungan saldo induk perusahaan dan anak perusahaan, tetapi akun-akun tersebut perlu dieliminasi sehingga laporan keuangan literally memiliki data transaksi antara dua perusahaan sebagai satu grup perusahaan.

Ayat jurnal eliminasi berperan dalam mengurangi maupun menambahkan total saldo gabungan di tiap akun, jadi yang disajikan dalam data gabungan hanya transaksi perusahaan dengan pihak eksternal.

Untuk mendukung pembuatan laporan keuangan, sebaiknya Anda memanfaatkan penggunaan teknologi seperti software ERP. Semua itu bisa dilakukan oleh MASERP dari MAS Software dengan berbagai fitur powerfulnya.

MASERP dapat mengakomodasi pembuatan laporan keuangan perusahaan untuk mendukung keberlangsungan perusahaan induk dan anak perusahaan. Dengan fitur Report Center di MASERP, Anda bisa mencatat dan membuat 300+ laporan yang meliputi laba rugi, neraca, penjualan dan lain-lain.

Pencatatan dan pelaporan manual tentu saja akan memakan banyak waktu dan memiliki peluang besar terjadinya human error. Ini akan menghambat efisiensi dan produktivitas perusahaan Anda.

Selain itu, MASERP juga bisa diakses di mana saja dan para pengguna dapat melakukan kustomisasi sesuai kebutuhan perusahaan. Segera konsultasikan masalah dan keinginan perusahaan Anda dalam melakukan pelaporan keuangan dengan konsultan ahli kami di MASERP. Gratis!

New call-to-action