Profesi akuntan adalah salah satu profesi yang dibutuhkan dalam bisnis dan keuangan. Ada berbagai jenis-jenis akuntan dengan tugas dan fokus kerja yang berbeda, mulai dari yang menangani laporan keuangan, audit, hingga perencanaan keuangan. Karena dibutuhkan di hampir setiap perusahaan, profesi ini menjadi salah satu pilihan karier yang cukup diminati.
Apakah Anda memiliki minat menjadi akuntan? Artikel ini akan menjelaskan mengenai jenis-jenis akuntan dan tugasnya, yuk dibaca sampai habis!
- Profesi akuntan di Indonesia sangat beragam, mulai dari akuntan publik, akuntan pajak, auditor, hingga akuntan manajemen, dengan peran dan tanggung jawab yang berbeda.
- Setiap jenis akuntan memiliki fokus pekerjaan spesifik, seperti audit laporan keuangan, pengelolaan pajak, analisis biaya, hingga perencanaan dan pengambilan keputusan bisnis.
- Pemilihan jenis akuntan yang tepat dapat membantu perusahaan menjaga kepatuhan, meningkatkan efisiensi, dan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Pengertian Profesi Akuntan
Profesi akuntan adalah sebutan bagi seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan Strata 1 (S1) Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan melanjutkannya dengan Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). Melalui jalur pendidikan ini, seseorang dinyatakan memenuhi kualifikasi sebagai akuntan profesional.
Tahapan tersebut merupakan proses yang umum ditempuh, serupa dengan profesi lain seperti dokter, guru, atau pengacara yang juga membutuhkan pendidikan dan pelatihan khusus. Untuk menyandang gelar profesional, calon akuntan harus lebih dulu menuntaskan pendidikan di bidang yang relevan.
Dalam praktiknya, akuntan memiliki peran utama dalam mengelola dan mengawasi keuangan. Tugasnya meliputi pencatatan, perhitungan, analisis, hingga penyusunan laporan keuangan bagi perusahaan, instansi, atau lembaga tempatnya bekerja. Keahlian akuntansi yang dimiliki kemudian diterapkan secara langsung dalam aktivitas profesional sehari-hari.
Jenis-Jenis Akuntan
Dalam praktiknya, profesi akuntan disesuaikan dengan bidang akuntansi yang ditekuni. Seseorang disebut akuntan apabila memiliki keahlian di bidang akuntansi dan bekerja dalam sektor terkait.
Berikut penjelasan beberapa jenis-jenis akuntan yang ada di Indonesia.
Akuntan Publik Bersertifikat atau Certified Public Accountant (CPA)
Akuntan publik bersertifikat atau Certified Public Accountant (CPA) adalah profesional akuntansi yang telah memperoleh izin resmi dari Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI).
Untuk meraih gelar ini, seseorang harus menyelesaikan pendidikan sarjana akuntansi, memiliki pengalaman kerja di bidang akuntansi, serta lulus Ujian CPA yang diselenggarakan oleh IAPI.
Setelah tersertifikasi, CPA dapat bekerja di berbagai sektor, mulai dari kantor akuntan publik, perusahaan swasta, lembaga pemerintah, hingga organisasi nirlaba.
Peran utama akuntan publik mencakup penyusunan dan penilaian laporan keuangan sesuai standar akuntansi yang berlaku, seperti International Financial Reporting Standards (IFRS). Selain itu, akuntan publik juga memberikan layanan audit, konsultasi, perencanaan, serta pelaporan keuangan.
Akuntan Manajemen
Berbeda dari CPA yang banyak berhubungan dengan pihak eksternal, akuntan manajemen berfokus pada kebutuhan internal perusahaan. Mereka membantu manajemen dalam pengambilan keputusan strategis melalui analisis keuangan yang lebih mendalam.
Tugasnya meliputi penyusunan anggaran, perencanaan keuangan, analisis profitabilitas, manajemen risiko, hingga evaluasi kinerja keuangan. Karena hasil analisisnya digunakan oleh pimpinan perusahaan, akuntan manajemen dituntut mampu menyampaikan informasi secara ringkas, jelas, dan mudah dipahami.
Akuntan Forensik
Jika perusahaan menghadapi dugaan kecurangan atau sengketa keuangan, akuntan forensik menjadi pihak yang sangat dibutuhkan. Profesi ini berfokus pada investigasi laporan keuangan untuk mengungkap penipuan, kesalahan pencatatan, atau penyimpangan hukum.
Akuntan forensik sering bekerja sama dengan aparat penegak hukum, pengacara, serta tim teknologi informasi untuk menelusuri data keuangan yang kompleks. Dalam beberapa kasus, mereka juga berperan sebagai saksi ahli di pengadilan.
Akuntan Pemerintah
Akuntan pemerintah bekerja di instansi pemerintah pusat maupun daerah dengan tanggung jawab utama yaitu mengelola dan mengawasi keuangan negara. Mereka memastikan penggunaan dana publik sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku.
Selain menyusun anggaran dan laporan keuangan, akuntan pemerintah juga terlibat dalam audit sistem, pengawasan belanja negara, serta investigasi keuangan.
Di Indonesia, mereka harus mematuhi Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) seperti yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Akuntan Pajak
Profesi ini berfokus pada perhitungan, pelaporan, dan perencanaan pajak agar kewajiban pajak dapat dipenuhi secara tepat dan efisien.
Akuntan pajak juga membantu klien memahami perubahan regulasi pajak, menyusun strategi penghematan pajak yang legal, serta mendampingi proses pemeriksaan pajak. Karena sering berhadapan langsung dengan klien, kemampuan berkomunikasi menjadi skill utama dalam profesi ini.
Auditor
Auditor bertugas menilai keakuratan dan kewajaran laporan keuangan suatu organisasi atau perusahaan. Mereka memastikan bahwa informasi keuangan bebas dari kesalahan material dan telah disusun sesuai standar akuntansi yang berlaku.
Auditor dapat bekerja secara internal maupun eksternal. Auditor internal biasanya menjadi bagian dari perusahaan, sedangkan auditor eksternal bertindak sebagai pihak independen.
Selain memeriksa laporan keuangan, auditor juga bertugas untuk memberikan rekomendasi dalam meningkatkan sistem pengendalian internal perusahaan.
Akuntan Biaya
Untuk membantu perusahaan mengendalikan biaya produksi, akuntan biaya berperan menganalisis seluruh komponen biaya dalam suatu bisnis. Mereka meneliti biaya bahan baku, tenaga kerja, distribusi, hingga biaya operasional lainnya.
Hasil analisis tersebut digunakan manajemen untuk menentukan harga jual, menyusun anggaran, serta meningkatkan efisiensi operasional. Akuntan biaya juga harus memahami metode penilaian persediaan seperti First In First Out (FIFO), Last In First Out (LIFO), dan metode rata-rata tertimbang.
Akuntan Keuangan
Akuntan keuangan bertanggung jawab mencatat dan melaporkan transaksi keuangan perusahaan secara sistematis. Mereka menyusun laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.
Akuntan keuangan juga melakukan rekonsiliasi akun, menangani piutang dan utang, serta mengidentifikasi kesalahan pencatatan keuangan. Peran ini penting untuk menjaga transparansi dan keandalan informasi keuangan perusahaan.
Chartered Accountant (CA)
Jenis akuntan kali ini versi internasional. Chartered Accountant (CA) merupakan sebutan bagi akuntan yang memiliki kompetensi internasional, khususnya dalam penerapan IFRS. Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sesuai standar global.
CA banyak dibutuhkan oleh perusahaan multinasional karena memahami perbedaan regulasi dan sistem keuangan lintas negara. Fokus keahliannya meliputi akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, perpajakan, dan keuangan terapan.
Akuntan Proyek
Akuntan proyek bertugas mengelola aspek keuangan dari suatu proyek tertentu, baik sebagai karyawan tetap maupun kontraktor. Mereka mencatat pengeluaran proyek, memantau anggaran, serta memastikan biaya proyek tetap sesuai rencana.
Akuntan proyek juga menyiapkan laporan keuangan proyek dan berkoordinasi dengan manajer proyek serta tim lain. Profesi ini banyak ditemukan di sektor konstruksi, teknik, dan manufaktur.
Financial Controller
Financial controller adalah akuntan senior yang mengawasi seluruh aktivitas akuntansi dalam perusahaan. Mereka bertanggung jawab atas pelaporan keuangan, analisis data keuangan, serta kepatuhan terhadap regulasi.
Dalam perusahaan yang tidak memiliki Chief Financial Officer (CFO), financial controller sering terlibat langsung dalam perencanaan strategi keuangan dan pengambilan keputusan bisnis tingkat lanjut.
Akuntan Investasi
Akuntan investasi bekerja di sektor jasa keuangan, seperti perusahaan manajemen aset atau pialang. Fokus utamanya adalah mengelola dan menganalisis investasi, termasuk saham, obligasi, dan instrumen keuangan lainnya.
Mereka juga memastikan kepatuhan terhadap regulasi investasi serta membantu menyusun strategi keuangan jangka panjang bagi klien atau perusahaan.
Tax Examiner
Tax examiner atau pemeriksa pajak biasanya bekerja di Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Tugasnya meninjau laporan pajak, melakukan audit sederhana, serta menagih pajak yang belum dibayarkan.
Selain memeriksa kelengkapan data, tax examiner juga berinteraksi langsung dengan wajib pajak untuk mengklarifikasi informasi yang belum sesuai.
Chartered Global Management Accountant (CGMA)
CGMA adalah sebutan profesional bagi akuntan manajemen dengan kompetensi tingkat lanjut. Sertifikasi ini menekankan keahlian dalam strategi bisnis, manajemen risiko, dan pengambilan keputusan berbasis data keuangan.
Di Indonesia, sertifikasi CGMA umumnya difasilitasi oleh IAI dan ditujukan bagi akuntan yang ingin berkarier di level manajerial global.
Penasihat Keuangan
Penasihat keuangan membantu individu maupun perusahaan dalam merencanakan keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Fokusnya meliputi investasi, tabungan, asuransi, dan perencanaan pensiun.
Meskipun tidak selalu berprofesi sebagai akuntan, banyak penasihat keuangan memiliki latar belakang akuntansi atau keuangan untuk mendukung analisis yang mereka lakukan.
Kesimpulan
Dalam dunia bisnis, pemahaman tentang jenis-jenis akuntan menjadi hal yang sangat penting karena setiap jenis memiliki fungsi dan peran yang berbeda. Terdapat akuntan yang berfokus pada pelaporan keuangan, perpajakan, audit, hingga analisis biaya dan strategi bisnis.
Untuk memudahkan tugas sebagai akuntan, Anda bisa menggunakan software akuntansi ERP seperti MASERP yang bisa terintegrasi dengan fungsi bisnis lain seperti manufaktur, distribusi, penjualan, gudang, pembelian dan lain-lain.
MASERP akan memudahkan Anda mencatat, memantau dan membuat laporan keuangan seperti arus kas dan laba rugi perusahaan secara otomatis dan kapan saja tanpa harus menunggu rugi atau negatif.
Fitur Report Center di MASERP, membantu Anda dan tim mencatat dan membuat 300+ laporan yang meliputi laba rugi, neraca, penjualan dan lain-lain.
Pencatatan dan pelaporan manual tentu saja akan memakan banyak waktu dan memiliki peluang besar terjadinya human error. Ini akan menghambat efisiensi dan produktivitas perusahaan Anda.
Segera konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami sekarang, gratis!