Mengenal 4 Jenis Profit Margin untuk Mengetahui Keuntungan Bisnis

Dalam menjalankan suatu bisnis, keuntungan adalah salah satu tujuan utama. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan berbagai inovasi dalam menciptakan dan mengembangkan produk. Namun, untuk mendapatkan keuntungan maksimal, perusahaan harus mempertimbangkan berbagai hal dalam keuangan perusahaan. Cara melakukan analisis laba dapat dilihat dari besarnya profit margin perusahaan. Profit margin adalah salah satu rasio keuangan yang paling sederhana dan paling banyak digunakan.

Profit margin memperhitungkan rasio keuntungan yang menyatakan keuntungan dari kegiatan operasional bisnis. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari terkait profit margin, yuk simak pembahasan di bawah ini!

Pengertian Profit Margin

Secara singkat, profit margin adalah rasio profitabilitas dari suatu perusahaan. Profit margin mengukur sejauh mana perusahaan menghasilkan laba atau keuntungan. Profit margin biasanya dihitung dan ditampilkan dalam bentuk persentase dan dihitung sesuai dengan kebutuhan.

Profit margin banyak digunakan oleh berbagai pihak seperti investor dan manajemen perusahaan untuk melihat bagaimana kondisi kesehatan finansial perusahaan, kemampuan manajemen, dan untuk memprediksi sejauh mana perusahaan dapat bertumbuh dan berkembang. Profit margin dari berbagai sektor industri mempunyai karakteristik tersendiri sehingga diperlukan keahlian untuk menghitungnya.

Baca Juga: Cara Mudah Menghitung CVP (Cost Volume Profit)

Jenis Profit Margin

Ada beberapa jenis profit margin yang lazim digunakan. Dari setiap ukuran profit margin tersebut dibedakan sesuai cara penghitungan dan tujuannya. Berikut adalah jenis-jenis profit margin dari suatu perusahaan.

Gross Profit Margin

Gross profit margin adalah salah satu jenis dari profit margin. Pada jenis ini profit margin dihitung sebagai penjualan dikurangi semua pengeluaran yang berkaitan langsung dengan proses penjualan atau dikurangi dengan harga pokok penjualan (HPP). Pengeluaran dan biaya atas proses penjualan tersebut antara lain adalah biaya pengadaan bahan baku, biaya produksi, upah tenaga kerja, dan biaya lain.

Penghitungan gross profit margin dilakukan berdasarkan per produk. Perhitungan gross profit margin bertujuan sebagai salah satu metode atau alat bagi perusahaan dalam melakukan analisisi terhadap produknya. Selain itu, gross profit margin dapat memberikan gambaran profitabilitas perusahaan tanpa dikurangi biaya lain.

Berikut adalah rumus dari gross profit margin:

Gross profit margin = (Revenue – HPP) : Revenue

Operating Profit Margin

Profit margin operasional atau operating profit margin adalah rasio profit yang menghitung profit dengan mengurangi biaya penjualan dan operasional dari angka laba kotor perusahaan. Profit margin ini dikenal juga dengan istilah lain, yaitu pendapatan sebelum pajak atau earning before interest and taxes (EBIT). Operating profit margin atau EBIT merupakan hasil pengurangan pendapatan atau laba dari HPP dan biaya atau beban yang dikeluarkan dalam proses penjualan dan dihitung tanpa utang dan bunga.

Berikut rumus dari operating profit margin

Operating Profit Margin = (EBIT : pendapatan) x 100

Perhitungan EBIT = Laba kotor – (Beban operasional + Depresiasi + Amortisasi)

Pretax Profit Margin

Pretax profit margin atau profit margin sebelum pajak adalah rasio profit yang dihitung sebagai pendapatan sebelum pajak dengan membagi profit dengan jumlah pendapatan. Dengan pretax profit margin, perusahaan dapat mengetahui berapa banyak laba yang dihasilkan dari kegiatan bisnisnya sebelum dikenakan pajak tetapi dikenakan bunga. Singkatnya, pretax profit margin menghitung pendapatan operasional dengan mengurangi beban bunga dan menambah pendapatan bunga didalamnya.

Berikut rumus perhitungan dari pretax profit margin

Pretax profit margin = Laba sebelum pajak tetapi setelah bunga : Pendapatan

Net Profit Margin

Net profit margin adalah salah satu profit margin yang umum digunakan oleh perusahaan. Net profit margin adalah ukuran rasio profitabilitas yang menyatakan keuntungan dari operasi bisnis sebagai persentase dari pendapatan atau penjualan bersih. Singkatnya, net profit margin menghitung semua beban dan biaya yang dikeluarkan pada saat proses penjualan. Dengan kata lain, net profit margin adalah rasio yang membandingkan keuntungan atau profit perusahaan dengan jumlah total uang yang dihasilkan dari kegiatan bisnis perusahaan secara keseluruhan.

Berikut rumus dari net profit margin

Net Profit Margin = Laba Bersih : Total pendapatan x 100

Profit Margin Adalah

Manfaat Menganalisis Profit Margin

Profit margin merupakan indikator yang penting bagi suatu perusahaan. Dengan mengetahui profit margin, perusahaan dapat melakukan analisis terhadap penjualan atau keuntungan yang didapatkan. Oleh karena itu, perusahaan akan mendapatkan gambaran mengenai keuntungan dan kondisi finansial dari perusahaan. Berikut beberapa manfaat yang didapatkan saat perusahaan melakukan analisis profit margin.

Melihat Kondisi Finansial Perusahaan

Profit margin adalah salah satu alat ukur bagi perusahaan untuk melihat kondisi finansial perusahaan. Mengapa demikian? Dengan melihat profit margin, perusahaan dapat mengetahui jumlah profit atau keuntungan yang didapatkan dari proses penjualan. Perusahaan juga dapat mengambil pertimbangan dan langkah yang tepat untuk menambah pendapatan atau memperbaiki produksi dengan melihat profit margin.

Indikator Penentuan Harga

Dengan profit margin, perusahaan dapat menentukan berapa harga produk yang ditawarkan kepada konsumen. Perusahaan dapat melihat profit margin untuk memahami berapa harga yang tepat dapat mereka tetapkan untuk suatu produk dengan pertimbangan beban yang dikeluarkan. Penetapan harga produk berdasarkan profit margin dapat membantu pihak perusahaan untuk meraih rasio pendapatan atau profitabilitas yang diinginkan.

Mengukur Peningkatan Keuangan Perusahaan

Dengan profit margin, perusahaan dapat memastikan sejauh mana peningkatan keuangannya tumbuh dan berkembang. Hal ini didapatkan karena profit margin memeperlihatkan keuntungan dari kegiatan operasional dan penjualan produk. Perusahaan dapat melihat tren dan melakukan pencatatan untuk melihat sejauh mana peningkatan pendapatan yang mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan.

Baca Juga: Laporan Laba Rugi dan Contoh Penyusunannya

Kesimpulan

Profit margin adalah ukuran atau rasio profitabilitas dari suatu perusahaan yang mengukur sejauh mana perusahaan menghasilkan laba atau keuntungan, biasanya dihitung dan ditampilkan dalam bentuk persentase dan dihitung sesuai dengan kebutuhan.

Profit margin digunakan oleh setiap pihak yang berkaitan dengan perusahaan seperti investor dan manajemen perusahaan. Perusahaan melihat profit margin untuk untuk mengetahui kondisi finansial perusahaan, sebagai indikator penentuan harga, dan mengukur peningkatan keuangan perusahaan.

Terdapat beberapa jenis profit margin yang biasa digunakan dan dibedakan dibedakan sesuai cara penghitungan dan tujuannya, yaitu gross profit margin, operating profit margin, pretax profit margin, dan net profit margin. Setiap jenis profit margin tersebut menjelaskan bagaimana kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau pendapatan.

Pencatatan dan penyajian laba beserta laporan keuangan bisnis harus dilakukan secara tepat dan akurat, lebih baik lagi kalau dalam proses inputnya berjalan efisien sehingga Anda bisa fokus mengembangkan bisnis dari aspek lain.

Salah satu solusi membuat prosesnya menjadi lebih efisien adalah dengan menggunakan software ERP seperti MASERP. MASERP merupakan software ERP yang sudah terintergrasi dengan banyak fungsi bisnis seperti penjualan, pembelian, keuangan, manufaktur dan lain-lain.

MASERP akan memudahkan Anda mencatat, memantau dan membuat laporan keuangan seperti arus kas, neraca dan laba rugi perusahaan secara otomatis dan kapan saja tanpa harus menunggu rugi atau negatif. Tersedia 300+ laporan keuangan siap cetak di MASERP.

Anda juga bisa mencustom software MASERP sesuai bisnis flow Anda. Segera konsultasikan dengan konsultan ahli kami. Gratis!

New call-to-action