Panduan Dasar Akuntansi Untuk Pemula (Dengan Contoh)

Siapa yang tidak tahu tentang dasar akuntansi?

Ilmu hitung-hitungan ini sangat lekat dalam berbagai aktivitas bahkan mungkin di kehidupan sehari-hari Anda dan merupakan hal paling dasar dalam mengelola keuangan. Mari kita bahas lebih dalam mengenai akuntansi dasar.

Pengertian Dasar Akuntansi

Secara umum, akuntansi merupakan sebuah seni atau ilmu untuk mengukur dan mengolah sebuah informasi keuangan yang nantinya digunakan sebagai dasar pelaporan dalam pengambilan keputusan.

Baca juga: Apa itu akuntansi? Pengertian dan manfaatnya

Menurut IAI, Ikatan Akuntansi Indonesia menjelaskan bahwa akuntansi merupakan proses pengidentifikasian, pencatatan, dan pelaporan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas serta tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

Pengguna informasi yang dimaksud biasanya adalah pemilik perusahaan atau pihak manajemen, pemegang saham, dan juga calon investor.

Lalu bagaimana sebenarnya cikal-bakal adanya ilmu akuntansi?

Hal tersebut bermula seorang matematikawan asal Italia, Luca Pacioli di tahun 1494 menerbitkan buku berjudul Summa de Aritmatica, Geometrica Proportioni er Propotioallia.

Buku tersebut berisi sub-bab yang membahas pembukuan yang memudahkan orang untuk melakukan pencatatan uang. Dari sub-bab itulah menjadi cikal-bakal munculnya akuntansi.

Teori Dasar Akuntansi

Sebelum lebih jauh mempelajari dasar akuntansi, Anda perlu memahami bahwa dalam proses pengelolaan keuangan ada dua hal penting yang harus diperhatikan yaitu; capital dan prive.

Capital sendiri merupakan sejumlah uang yang digunakan pemilik bisnis untuk menjalankan bisnisnya atau singkatnya capital merupakan modal.

Sedangkan prive sejumlah uang yang diambil oleh pemilik bisnis dari bisnisnya yang dijalankan.

Kedua hal tersebut merupakan istilah dasar yang wajib dipahami bagi Anda yang ingin memulai belajar akuntansi. Dari kedua hal itu nantinya akan menjadi dasar persamaan dan perhitungan akuntansi.


Wanita Mengerjakan Akuntansi Keuangan

Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan dasar akuntansi merupakan aset yang di dalamnya terdiri dari kewajiban atau liabilitas dan juga modal atau ekuitas.

Aset = Kewajiban (Liabilitas) + Modal (Ekuitas)

Persamaan dasar akuntansi umumnya ditulis dengan kewajiban yang muncul sebelum modal.

Hal tersebut karena kreditor atau di sini adalah pemilik usaha harus melunaskan kewajibannya sebelum modal dikeluarkan. Sehingga kewajiban (liabilitas) dianggap lebih lancar dibanding modal (ekuitas).

Persamaan tersebut dapat diterapkan ke semua proses bisnis dimana aset selalu sama dengan kewajiban dan modal pemilik. Jika aset mengalami peningkatan, kewajiban dan modal pemilik juga harus mengalami peningkatan supaya dapat menyeimbangkan persamaan dan juga berlaku sebaliknya.

Komponen Dasar Akuntansi

Seperti pada persamaannya, persamaan akuntansi terdiri dari aset, kewajiban atau liabilitas, dan juga ekuitas atau modal. Lalu apa saja sebenarnya ketiga komponen tersebut?

Aset

Singkatnya aset merupakan harta yang Anda miliki. Dalam ilmu akuntansi aset sering juga disebut dengan aktiva.

Secara lengkap aset merupakan sumber daya yang dimiliki oleh individu atau kelompok yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan atau motivasi tertentu.

Aset secara bentuk terbagi menjadi dua yaitu tangible dan intangible. Aset tangible atau nyata seperti barang, inventaris, dan uang tunai. Aset intangible atau tidak nyata seperti hak cipta, nama baik, atau goodwill.

Selain itu aset juga bisa berbentuk piutang yang merupakan janji bayar dari pihak lain akibat dari menyediakan layanan atau menjual produk kepada konsumen.

Aset dari segi kelancarannya juga terbagi menjadi dua yaitu fixed asset atau aset tetap dan current asset atau aset lancar.

Fixed asset meliputi kendaraan, tanah, atau bangunan. Sedangkan aset lancar atau current asset seperti kas, piutang, atau biaya dibayar di muka.

Kewajiban (Liabilitas)

Sederhananya kewajiban adalah sejumlah uang atau yang harus Anda bayarkan kepada orang lain. Di mana bentuk umum dari kewajiban adalah utang.

Utang juga terbagi menjadi dua yaitu utang jangka panjang dan jangka pendek. Hal tersebut berdasarkan dari durasi pelunasan dan fungsinya.

Utang jangka panjang misalnya saja obligasi dan hipotek. Sedangkan utang jangka pendek misalnya utang dagang, utang bank, utang gaji ke karyawan, utang pajak, atau utang sewa.

Modal (Ekuitas)

Sebenarnya banyak kerancuan antara perbedaan modal dan ekuitas. Ada yang bilang sama namun juga ada yang bilang berbeda. Namun keduanya sama-sama tidak salah.

Namun yang perlu Anda ingat adalah istilah ekuitas lebih sering muncul dalam perhitungan akuntansi karena di dalamnya bukan hanya modal kapital atau modal saham saja, namun juga bersumber dari laba ditahan.

Apa maksudnya?

Laba ditahan maksudnya adalah akumulasi laba dan rugi yang dihasilkan perusahaan sejak periode pertama.

Sedangkan modal secara umum adalah sumber daya yang dimiliki sebuah entitas atau perusahaan untuk mencapai tujuannya.

Sumber modal biasanya berasal dari berbagai macam sumber baik setoran pemilik usaha, pinjaman bank, dan juga suntikan dana dari investor.

Oleh karena itu, dalam persamaan akuntansi modal tidak sama dengan aset namun dikurangi juga dengan kewajiban.

Dalam akuntansi, beberapa akun ekuitas umum meliputi modal pemilik, penarikan (prive), laba ditahan, saham biasa, dan modal disetor.

Contoh Penerapan Akuntansi Dasar

Katakanlah Novi, seorang wiraswasta yang terkena imbas PHK memulai bisnis roti khas Korea, Garlic Cheese Bread.

Untuk memulai usaha tersebut, Novi mengeluarkan tabungannya sebesar Rp 5.000.000 sebagai modal awal. 

Jika diilustrasikan ke dalam persamaan, Novi meningkatkan aset untuk bisnisnya yang membuat ekuitas-nya juga meningkat dan memiliki angka yang sama.

AsetKewajibanEkuitas
KasModal Novi
Rp 5.000.000,-Rp 5.000.000,-

Setelah itu, Novi mulai memikirkan untuk membeli beberapa bahan-bahan untuk membuat roti sebesar Rp 3.000.000. 

Oleh karena Novi membeli bahan pembuat roti dari modal yang dikeluarkan, maka akun kas menurun dan akun bahan roti meningkat.

AsetAsetKewajibanEkuitas
KasBahanModal Novi
Rp 2.000.000,-Rp 3.000.000,-Rp 5.000.0000

Setelah enam bulan, usaha Novi ternyata laku! Ia mulai kebingungan untuk menerima pesanan yang begitu banyak. Oleh karena itu, Novi memutuskan untuk membeli sebuah pemanggang besar yang dibelinya sebesar Rp 5.000.000. 

Akhirnya Novi memutuskan untuk membeli pemanggang besar tersebut dengan membayar tunai  Rp 1.000.000 dari kas-nya dan meminjam Rp 4.000.000 ke layanan pinjaman.

Transaksi yang dilakukan Novi akhirnya merubah kondisi akun. Akun kas Novi berkurang Rp 1.000.000 karena pembayaran tunai dan meningkatkan aset lainnya berupa pemanggang besar senilai Rp 5.000.000.

Jangan lupa, Novi harus membuat akun baru yaitu pinjaman karena seiring meningkatnya kewajiban Novi karena telah melakukan pinjaman sebesar Rp 4.000.000. 

AsetAsetAsetKewajibanEkuitas
KasBahanPemanggangPinjaman Modal Novi
Rp 2.000.000,-Rp 3.000.000,-Rp 5.000.000
Rp 1.000.000,-Rp 3.000.000,-Rp 5.000.000Rp 4.000.000

Itulah contoh sederhana dari penerapan persamaan dasar akuntansi. Kondisi persamaan tersebut akan semakin rumit jika transaksi yang dilakukan semakin komprehensif.

Seperti yang kita lihat juga, semua transaksi di atas selalu saja seimbang antar persamaan dasar akuntansi itu menjadi bukti atas aturan dasar akuntansi.

Perlu Anda ingat, persamaan dasar akuntansi tidak akan pernah tidak seimbang di mana aset akan selalu sama dengan kewajiban dan ekuitas pemilik.

Selain itu, ilustrasi yang digambarkan pada contoh di atas juga tidak mutlak. Sekali lagi, itu bergantung pada kondisi transaksi yang terjadi dalam bisnis Anda.

Setelah mempelajari akuntansi secara dasar dan berniat memulai bisnis, pastikan menggunakan software akuntansi untuk mempermudah pengelolaan transaksi bisnis Anda.

MAS Software sebagai penyedia software ERP siap membantu mempermudah pengelolaan bisnis Anda. Konsultasikan sekarang juga permasalahan bisnis Anda bersama kami secara gratis di sini!

Baca juga: Pengertian Akuntansi

Dapatkan Free Konsultasi Langsung Dengan Konsultan Ahli Kami

New call-to-action