Pernah mengambil sebotol minuman, lalu bingung membaca deretan kode di bagian bawah kemasan? Ada MFG, ada EXP, kadang ada juga BBE. Itu adalah kode tanggal yang memiliki fungsi berbeda-beda. Salah membaca bisa membuat Anda membeli produk yang sudah terlalu dekat masa kedaluwarsa. Bagi pemilik bisnis, salah paham soal tanggal ini bisa berujung pada stok yang terbuang dan kerugian yang tidak perlu.
Artikel ini membahas MFG date secara lengkap, fungsinya, perbedaannya dengan EXP date, cara membaca formatnya, sampai dampaknya terhadap pengelolaan stok dan akuntansi persediaan di perusahaan Anda.
MASERP Answers Baru
Dapatkan jawaban seputar akuntansi & ERP, dibantu AI, dari pengalaman MASERP membantu ratusan perusahaan Indonesia.
Apa Itu MFG Date?
MFG date adalah singkatan dari manufacturing date, yang dalam Bahasa Indonesia berarti tanggal produksi atau tanggal pembuatan. Informasi ini menunjukkan kapan sebuah produk selesai diproduksi, diracik, atau dikemas untuk pertama kalinya sebelum didistribusikan ke pasar.
Anda akan menemukan MFG date pada kemasan makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, dan produk perawatan tubuh.
Dari tanggal inilah umur simpan produk mulai dihitung. Sebuah produk yang diproduksi pada Maret dengan umur simpan 24 bulan, misalnya, akan memiliki batas kedaluwarsa pada Maret dua tahun berikutnya. MFG date adalah patokan untuk menilai kesegaran dan keamanan produk.
Di lapangan, Anda akan menemukan beberapa penulisan yang maknanya sama dengan MFG date. Yang paling sering adalah MFD (manufactured date), PROD atau Prod. Date (production date), serta Date of Manufacture.
Pada produk lokal, produsen kadang menuliskan langsung “Tanggal Produksi” atau “Diproduksi pada”. Semua istilah ini merujuk pada hal yang sama, yaitu hari ketika produk dibuat.
Perlu diingat, tidak semua produk mencantumkan MFG date secara terbuka. Sebagian produsen hanya menampilkan tanggal kedaluwarsa atau kode produksi yang harus “diterjemahkan” lebih dulu.
Fungsi MFG Date pada Produk
Manfaat MFG Date bagi Konsumen
Bagi konsumen, MFG date membantu menilai seberapa baru sebuah produk. Dua produk dengan tanggal kedaluwarsa yang sama belum tentu sama segarnya, karena umur simpan keduanya bisa berbeda.
Anda bisa memilih barang yang lebih baru, terutama untuk produk yang kualitasnya cepat menurun seperti susu, roti, produk kecantikan, atau suplemen.
Tanggal produksi juga memberi rasa aman. Produk yang mencantumkan informasi tanggal dengan jelas menunjukkan bahwa produsennya menjalankan proses produksi yang tertib dan bisa dipertanggungjawabkan. Jika ada keluhan, konsumen pun lebih mudah melacak produk yang bermasalah.
Manfaat MFG Date bagi Produsen dan Distributor
Bagi produsen dan distributor, MFG date adalah bagian penting dari sistem penelusuran (traceability). Bersama nomor batch atau lot, tanggal produksi memungkinkan perusahaan mengetahui produk mana yang berasal dari satu kali produksi.
Bila ditemukan cacat atau perlu penarikan produk (recall), perusahaan bisa menarik batch yang terdampak saja, bukan seluruh stok. Topik ini berkaitan erat dengan batch number yang biasanya dicetak berdampingan dengan MFG date.
MFG date juga dipakai untuk perhitungan umur stok di gudang. Tim logistik dapat memprioritaskan pengiriman produk yang lebih lama, sekaligus menandai barang yang mendekati batas kedaluwarsa sebelum terlambat dijual.
Perbedaan MFG Date, EXP Date, dan BBE
Tabel Perbandingan MFG, EXP, dan BBE
Ketiga istilah ini sering muncul bersamaan di kemasan, sehingga mudah tertukar. Tabel berikut merangkum perbedaannya agar Anda bisa membaca label dengan percaya diri.
| Istilah | Kepanjangan | Artinya | Fokus |
| MFG / MFD | Manufacturing Date | Tanggal produk dibuat atau dikemas | Titik awal umur simpan |
| EXP | Expiry / Expiration Date | Batas akhir produk aman dan efektif dipakai | Keamanan |
| BBE / BBD / Best Before | Best Before (End / Date) | Batas waktu kualitas terbaik (rasa, tekstur, aroma) | Kualitas |
| Batch / Lot No. | Batch / Lot Number | Kode satu kali proses produksi | Penelusuran |
Apakah Produk Masih Boleh Dikonsumsi Setelah BBE?
Ini pertanyaan yang paling sering muncul. Secara umum, EXP terkait keamanan: produk yang sudah melewatinya sebaiknya tidak dipakai, apalagi obat dan makanan berisiko tinggi.
Sedangkan BBE terkait kualitas: setelah tanggal tersebut produk mungkin masih aman, tetapi rasa, tekstur, atau kandungan nutrisinya bisa menurun. Meski begitu, tetap periksa kondisi fisik produk, seperti bau, warna, dan kemasan, sebelum memutuskan. Jika ragu, jangan dikonsumsi.
Hubungan MFG Date dengan Nomor Batch
MFG date menjawab pertanyaan “kapan produk dibuat”, sedangkan nomor batch menjawab “dibuat dalam proses yang mana”. Satu hari produksi bisa menghasilkan beberapa batch, dan satu batch bisa terdiri dari ribuan unit.
Keduanya dipakai perusahaan untuk melacak asal bahan baku, mesin, hingga operator yang terlibat. Itu sebabnya industri farmasi, makanan, dan kosmetik hampir selalu mencetak keduanya berdampingan.
Cara Membaca MFG Date di Kemasan
Format Penulisan MFG Date yang Umum
Format MFG date berbeda-beda tergantung produsen dan negara asal. Yang paling umum adalah DD/MM/YYYY (misalnya 10/03/2026), MM/YYYY (03/2026), atau penulisan dengan nama bulan seperti 10 MAR 2026.
Perhatikan urutan harinya, karena sebagian negara memakai format bulan terlebih dahulu. Kalau ragu, bandingkan dengan EXP date pada produk yang sama: tanggal produksi selalu lebih awal daripada tanggal kedaluwarsa.
Kode Produksi Tertutup dan Kode Julian
Sebagian produk, terutama kemasan kaleng atau botol, memakai kode tertutup yang berupa deretan huruf dan angka. Produsen tertentu menggunakan kode Julian, yaitu penomoran hari dalam setahun.
Contohnya, kode 26070 dapat dibaca sebagai hari ke-70 pada tahun 2026, atau sekitar 11 Maret 2026. Namun, tidak ada standar tunggal untuk kode semacam ini. Cara paling akurat adalah menanyakan langsung ke produsen atau melihat panduan di situs resminya.
Contoh Menghitung Umur Simpan dari MFG Date
Misalkan sebuah produk minuman memiliki MFG 10-03-2026 dan umur simpan 24 bulan. Maka tanggal kedaluwarsanya adalah 10-03-2028. Jika toko menerima barang tersebut pada 10-09-2026, berarti produk sudah menghabiskan 6 bulan dari 24 bulan umur simpannya, atau sekitar 25 persen.
Perhitungan sederhana seperti ini membantu tim gudang menentukan barang mana yang harus dijual lebih dulu.
| Keterangan | Nilai |
| MFG date | 10 Maret 2026 |
| Umur simpan | 24 bulan |
| EXP date | 10 Maret 2028 |
| Tanggal barang diterima toko | 10 September 2026 |
| Sisa umur simpan saat diterima | 18 bulan (sekitar 75%) |
Peran MFG Date dalam Manajemen Stok Bisnis
FEFO vs FIFO: Mana yang Dipakai?
Banyak gudang memakai metode FIFO, yaitu barang yang masuk lebih dulu keluar lebih dulu. Untuk produk yang punya masa kedaluwarsa, ada metode yang lebih tepat, yaitu FEFO (First Expired, First Out): barang yang akan kedaluwarsa paling cepat dikeluarkan lebih dulu.
Dua barang yang masuk gudang pada hari berbeda bisa memiliki tanggal kedaluwarsa terbalik, sehingga FIFO murni berisiko membuat barang tertentu kedaluwarsa di rak.
Agar FEFO berjalan, gudang harus mencatat MFG date atau EXP date untuk setiap batch. Tanpa data tersebut, petugas hanya bisa menebak urutan pengeluaran barang.
Mencatat MFG Date dan Batch di Software Inventory
Mencatat tanggal produksi secara manual di spreadsheet memang bisa untuk skala kecil. Namun begitu jumlah SKU dan gudang bertambah, risiko salah catat meningkat.
Di sinilah sistem persediaan berbasis software membantu: stok tercatat per item dan per gudang, riwayat mutasi tersimpan, dan laporan seperti kartu stok bisa dibuka kapan saja tanpa rekap manual. Hasil penghitungan fisik lewat stock opname pun mudah dicocokkan dengan catatan sistem.
Dampak MFG Date terhadap Akuntansi Persediaan
Persediaan Mendekati Kedaluwarsa dan Penurunan Nilai
Dalam akuntansi, persediaan diukur sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi neto, mana yang lebih rendah (PSAK 202 Persediaan, sebelumnya PSAK 14). Artinya, barang yang mendekati atau melewati kedaluwarsa harus dievaluasi.
Bila harga jual yang bisa direalisasikan lebih rendah dari nilai bukunya, perusahaan perlu mengakui penurunan nilai atau menghapus barang tersebut.
Pembahasan lebih lengkap tentang pencatatan dan penilaian ada di artikel akuntansi persediaan.
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari
Ada beberapa kesalahan yang sering terjadi. Pertama, tidak memeriksa tanggal produksi dan kedaluwarsa saat barang diterima, sehingga produk dengan sisa umur simpan pendek ikut masuk gudang.
Kedua, menyimpan barang tanpa pemisahan batch, sehingga stok lama tertimbun di belakang.
Ketiga, baru menyadari barang kedaluwarsa saat penghitungan fisik akhir tahun, sehingga kerugian menumpuk dan baru tercatat belakangan. Kebiasaan sederhana seperti menetapkan batas minimal sisa umur simpan saat penerimaan barang dan memeriksa laporan umur stok secara rutin bisa mencegah ketiganya.
Kesimpulan
MFG date adalah tanggal produksi yang menandai kapan sebuah produk dibuat, dan menjadi titik awal perhitungan umur simpan. Informasi ini berbeda dari EXP date yang berkaitan dengan keamanan, serta BBE yang berkaitan dengan kualitas terbaik produk.
Bagi bisnis, MFG date lebih dari sekadar informasi di kemasan. Tanggal ini mendukung penelusuran batch, penerapan FEFO di gudang, dan penilaian persediaan di laporan keuangan.
Semakin rapi data tanggal produksi dan batch tercatat, semakin kecil risiko barang kedaluwarsa menumpuk dan semakin akurat nilai persediaan Anda.
Masih mengelola stok dan tanggal produksi lewat spreadsheet? Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim MASERP. Modul Inventory dan Persediaan Barang MASERP membantu mencatat stok per gudang, memantau mutasi, dan menyusun laporan persediaan secara terintegrasi dengan akuntansi, dengan lisensi sekali beli (perpetual) tanpa biaya langganan bulanan.
Jadwalkan konsultasi gratis dengan konsultan MASERP dan dapatkan free trial sekarang!
Pertanyaan Seputar MFG Date
MFG date adalah singkatan dari manufacturing date, yaitu tanggal produksi atau tanggal pembuatan sebuah produk. Tanggal ini menandai kapan produk selesai diproduksi atau dikemas dan menjadi dasar menghitung umur simpan.
MFG date adalah tanggal produk dibuat, sedangkan EXP date adalah batas akhir produk aman atau efektif dipakai. MFG date selalu lebih awal daripada EXP date.
BBE (Best Before End) atau Best Before adalah batas waktu kualitas terbaik sebuah produk. Setelah tanggal tersebut, produk bisa saja masih aman, tetapi rasa, tekstur, atau kandungan nutrisinya dapat menurun.
Tambahkan umur simpan produk ke tanggal produksi. Misalnya MFG 10 Maret 2026 dengan umur simpan 24 bulan berarti EXP 10 Maret 2028. Umur simpan resmi ditetapkan oleh produsen.
FEFO (First Expired, First Out) adalah metode pengeluaran barang yang mendahulukan stok dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat. Penerapannya membutuhkan data MFG atau EXP date yang tercatat per batch.