Apa Itu Lead Time? Pahami 5 Komponen dan 7 Jenisnya

Apakah Anda pernah mendengar mengenai lead time? Istilah lead time adalah masih berhubungan dengan produksi barang. Anda juga harus menunggu selama periode waktu tertentu hingga barang siap dikirimkan sampai tujuan dan tiba di tangan konsumen. Inilah yang disebut dengan lead time.

Sama seperti kita membeli barang dengan online melalui e-commerce. Saat ini banyak sekali situs yang bisa dijadikan sebagai tempat jual beli barang atau jasa melalui media internet. Kita bisa melakukan transaksi online dimana saja dan kapan saja.

Selain itu, membeli produk secara online mengharusan kita menunggu selama periode tretentu sampai barang tiba di tangan kita. Periode waktu yang tersedia cukup beragam bisa beberapa jam hingga beberapa hari tergantung dengan jarak pengiriman. Waktu tunggu ini disebut dengan istilah lead time.

Agar lebih lengkap dan jelas, mari kita simak pembahasan lead time berikut ini.

Pengertian Lead Time

Mungkin sebagian orang pernah mendengar istilah lead time, namun mari kita jelaskan lagi pengertian dari lead time. Lead time adalah jumlah waktu yang dibutuhkan mulai dari pelanggan melakukan pemesanan sampai dengan menerima produk.

Istilah lead time ini umumnya digunakan pada perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur atau jasa. Pada dasarnya setiap bisnis perlu memperhatikan lead time, namun istilah lead time ini akan berbeda di setiap bidang, tergantung pada bidang operasi bisnis tersebut. Sedikit informasi dari lead time bahwa jika lead time tinggi maka akan mengakibatkan tingginya persediaan dan juga dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan atau pembeli yang pada akhirnya akan mencari produk alternatif lainnya.

Baca Juga: Apa Itu Market Leader? Berikut Karakteristik dan Keuntungannya!

Komponen Lead Time

Pemrosesan Awal

Waktu pemrosesan awal disebut juga sebagai waktu perencanaan atau waktu yang dibutuhkan untuk menerima permintaan stok ulang, konfirmasi permintaan dan membuat pesanan pembelian atau membuat pekerjaan (dalam kasus perusahaan manufaktur).

Proses

Waktu proses adalah waktu yang dibutuhkan setelah pesanan pembelian diterima dan proses produksi barang.

Penyimpanan

Waktu penyimpanan adalah waktu yang dibutuhkan antara pengadaan barang yang diperlukan sampai saat proses produksi dimulai.

Waktu Pengangkutan

Waktu pengangkutan adalah waktu yang dibutuhkan untuk pemindahan barang dari gudang untuk dikirimkan ke pelanggan.

Waktu Inspeksi

Waktu inspeksi adalah waktu yang dihabiskan pelanggan untuk memeriksa produk untuk memastikan apakah produk sesuai dengan spesifikasi yang ditawarkan atau tidak. Waktu ini juga termasuk sebagai waktu yang diperlukan untuk menangani pemesanan yang tidak sesuai.

Jenis-Jenis Lead Time

Customer Lead Time

Jumlah waktu yang diperlukan sejak antara konfirmasi pesanan, seperti pengambilan atau pengiriman tergantung kesepakatan yang terjadi antara penyedia barang dan  pelanggan.

Material Lead Time

Jumlah waktu yang diperlukan sejak konfirmasi pelanggan untuk melakukan pemesanan  dengan pemasok dan menerimanya di tempat tujuan.

Factory/Production Lead Time

Jumlah total waktu yang diperlukan demi membuat atau menyusun kerangka barang pesanan pelanggan dan mengirimkan produk tersebut ke tempat tujuan jika semua bahan tersedia.

Cumulative Time

Jumlah total waktu yang diperlukan sejak pesanan yang dikonfirmasi hingga pengiriman produk jika Anda harus memesan semua bahan (jika tidak ada yang tersedia).

Berdasarkan Proses

Lantas, selain berbagai jenis  di atas yang perlu Anda ketahui, factory atau production lead time dan cycle time sendiri memiliki perbedaan spesifik. Adapun penjelasan selengkapnya.

Cycle Time

Jenis ini berdasarkan jumlah waktu yang diperlukan demi penyelesaian satu atau lebih siklus tindakan tertentu dari awal hingga akhir. Terlebih khusus adalah waktu terukur untuk menjelaskan seberapa sering suatu bagian diselesaikan oleh proses tertentu.

Factory atau Production Lead Time

Sementara itu, jenis ini mencakup semua proses pengolahan bahan menjadi produk jadi akan dipengaruhi oleh semua proses dan kemampuan yang ada, seperti proses manufaktur, sub-perakitan, dan perakitan. Sehingga dapat didefinisikan sebagai jumlah waktu yang diperlukan untuk merencanakan, membangun, dan mengirimkan produk jika semua bahan tersedia.

Kesimpulan

Mengingat pentingnya lead time adalah demi kepuasan konsumen, untuk itu perusahaan perlu mengelola persediaan produknya dengan baik. Manajemen persediaan merupakan bagian penting dari perusahaan agar aset perusahaan dapat terkontrol status dan kondisinya.

Lead time pada produksi tentunya merupakan suatu hal yang penting. Sebab, hal ini akan mempengaruhi ketersediaan barang dan keputusan konsumen melakukan transaksi, sehingga maka informasi mengenai produksi harus diberikan sejelasnya agar tidak menimbulkan permasalahan.

Untuk mengurangi risiko kerugian akibat salah pencatatan produk, Anda wajib mengunakan software akuntansi dan manufaktur modern yang terintegrasi seperti MASERP.

Agar tidak membingungkan karena jumlah barang yang banyak, fitur Batch Number pada MASERP bisa memudahkan Anda membedakan barang yang baru diproduksi hari ini dengan barang produksi hari sebelumnya sehingga tidak mengalami double produksi.

Anda bingung menentukan harga pokok produksi (HPP)? Formula Bill of Material pada MASERP membantu Anda menentukan HPP sementara dan final.

New call-to-action