Manfaat dan Cara Menghitung Deplesi Sumber Daya Alam

Seorang akuntan atau pengelola bisnis tambang mungkin istilah deplesi sudah tidak asing terdengar. Deplesi adalah metode yang digunakan untuk menghitung penyusutan aktiva tetap berwujud, contohnya bangunan, tanah, ataupun peralatan mesin. Pada dasarnya deplesi dan depresiasi digunakan untuk penyusutan, tetapi deplesi lebih difokuskan ke penyusutan aktiva perusahaan yang berbentuk sumber daya alam. Untuk mengenal lebih jauh mengenal deplesi, simak penjelasan mengenai definisi, tujuan, manfaat, faktor, cara menghitung, dan perbedaannya dengan depresiasi serta amortisasi.

Pengertian Deplesi

Deplesi adalah salah satu metode yang digunakan dalam akuntansi untuk menghitung penyusutan aset perusahaan yang terbentuk secara alami karena adanya penggunaan sumber daya tersebut untuk kebutuhan persediaan atau bahan baku perusahaan, sehingga ada pengurangan biaya pengelolaan sumber daya.  Contohnya, adanya penurunan nilai pada aset perusahaan tambang atau hutan kayu akibat dari penggunaan sumber daya. 

Meskipun penyusutan aset terjadi secara alami, penghitungan penyusutan tetap bisa dilakukan dengan metode deplesi melalui pengurangan dan penjumlahan total aset yang diambil dari nilai cadangan aset sumber daya alam perusahaan tersebut.

pengertian deplesi

Tujuan Deplesi

Penggunaan metode deplesi dilakukan atas beberapa tujuan berikut:

  1. Mengetahui jumlah keseluruhan stok sumber daya berdasarkan hasil yang telah dimanfaatkan atau hasil sisa karena adanya kerusakaan aset perusahaan.
  2. Melakukan pengoptimalan dalam pemanfaatan sumber daya perusahaan.
  3. Melakukan pencegahan dan pengurangan kelangkaan sumber daya yang dimiliki perusahaan.

Manfaat Menghitung Deplesi

Adapun manfaat utama yang dapat diperoleh perusahaan dengan melakukan penghitungan deplesi secara tepat, yaitu:

  1. Perusahaan dapat melakukan berbagai perhitungan atas berbagai macam deplesi sumber daya alam mencakup hasil tambang minyak, emas, batu bara, dan lainnya. 
  2. Perusahaan dapat memaksimalkan pemanfaatan atas hasil sisa sumber daya alam karena adanya penilaian aset yang lebih akurat.
  3. Penghitungan deplesi dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan yang tepat.
deplesi adalah

Faktor yang Mempengaruhi Deplesi

Untuk mendapatkan penghitungan deplesi yang lebih akurat, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya, yaitu:

Pengembangan

Adanya beberapa biaya yang perusahaan harus keluarkan untuk mempersiapkan lahan dan proses eksplorasi sumber dayanya. Dalam faktor pengembangan ini terdapat dua kategori biaya, yaitu:

  • Biaya pengembangan berwujud yang berupa aset atau peralatan fisik yang digunakan untuk mengeksplorasi atau mengekstraksi sumber daya alam seperti bor, alat berat, dan peralatan lainnya.
  • Biaya pengembangan tidak berwujud yang digunakan sebagai akses ke sumber daya alam perusahaan seperti terowongan atau jalan akses. 

Akuisisi

Perusahan mengeluarkan sejumlah biaya yang digunakan untuk keperluan pembelian tanah atau hak kepemilikan termasuk ke dalam faktor akuisisi, sehingga faktor ini sangat dipengaruhi oleh luas dari ukuran tanah dan nilai yang terkandung di dalamnya. 

Dalam pencatatannya biaya akuisisi dicatat sebagai aset perusahaan, lalu ketika proses pembeliannya sudah selesai biaya perolehan diubah ke biaya eksplorasi.  Namun, jika hasil akhirnya berbeda dengan yang diharapkan oleh perusahaan, dihitung sebagai kerugian. 

Eksplorasi

Faktor ini adalah keseluruhan dari biaya yang dikeluarkan untuk proses penggalian sumber daya alam di dalam tanah yang perusahaan sewa atau beli. 

Restorasi

Faktor restorasi adalah keseluruhan biaya yang perusahaan keluarkan ketika proses ekstraksi sumber daya telah selesai dilakukan dengan tujuan agar mengembalikan keadaan sumber daya alam ke keadaan sebelumnya, contohnya penutupan atas lubang terowongan buatan. 

restorasi mempengaruhi deplesi

Cara Menghitung Deplesi dan Contohnya

Sebelum menghitung deplesi, Anda harus memperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Harga atas Perolehan Aktiva

Jika asetnya berupa sumber daya alam, harga perolehannya adalah biaya yang dikeluarkan dari mulai perolehan izin hingga pengambilan atas sumber daya tersebut. Jika pengeluaran biayanya sangat kecil, maka perlu adanya penghitungan penilaian terhadap sumber daya tersebut. 

  1. Taksiran Nilai atas Aset Sisa yang Telah Dieksploitasi
  2. Taksiran Ekonomis atas Aset Perusahaan
  3. Penghitungan Deplesi dapat Dihitung atas Setiap Unit Sumber Daya Alam

Berikut adalah tiga langkah yang perlu dilakukan untuk menghitung deplesi:

Menentukan Dasar Deplesi

Perusahaan dalam tahapan ini harus sudah menentukan biaya apa saja yang dikeluarkan terkait pengelolaan aset sumber daya alam perusahaan. Contohnya biaya untuk pembelian atau penyewaan tanah, biaya pengembangan, dan biaya lainnya. 

Menghitung Tingkat Deplesi Per Unit

Untuk dapat menghitung tingkat deplesi per unit, adanya pengurangan basis deplesi dengan nilai sisa, lalu dari hasil tersebut dibagi dengan jumlah unit yang akan dieksplorasi. Berikut rumus untuk menghitungnya:

Laju deplesi = (basis deplesi – nilai sisa) : total unit yang diperkiraan bisa dieksplorasi

Menghitung Biaya Deplesi

Rumus dalam penghitungan biaya deplesi yaitu:

Biaya deplesi untuk 1 periode = Unit yang diambil x Laju deplesi

Contoh Penghitungan Deplesi Perusahaan Tambang

Terdapat sebidang tanah yang akan digunakan oleh perusahaan tambang dengan taksiran harga Rp400.000.000. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan perusahaan, terdapat kandunga tambang di dalam tanah tersebut kurang lebih sebanyak 200.000 ton. Di akhir periode setelah adanya eksploitasi selama 1 tahun, nilai taksirannya mencapai Rp100.000.000. 

Penghitungannya:

Laju deplesi = (basis deplesi – nilai sisa) : total unit yang diperkiraan bisa dieksplorasi

= (Rp400.000.000 – Rp100.000.000) : 200.000 = Rp1.500

Maka, hasil yang diperoleh dari metode deplesi di atas adalah Rp1.500 per ton. Dapat diperkirakan jika di tahun selanjutnya, lahan tersebut menghasilkan 60.000 ton, deplesi yang diperkirakan sebesar Rp1.500 x 60.000 = Rp90.000.000.

Baca Juga: Apa Itu Aset Lancar? Apa Bedanya dengan Aset Tetap?

Perbedaan Deplesi, Depresiasi, dan Amortisasi

Terkadang masih banyak yang salah mengira antara deplesi dan depresiasi atau masih kebingungan membedakan keduanya dengan amortisasi, berikut penjelasan perbedaan ketiganya:

Deplesi 

Dalam metode deplesi, penghitungan aset lebih berfokus pada penyusutan atas pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki perusahaan.

Depresiasi

Dalam depresiasi, penghitungan penyusutan berfokus pada aset tetap berwujud yang dilakukan secara  periodik dengan adanya taksiran waktu manfaatnya.

Amortisasi

Amortisasi adalah biaya aktiva tidak berwujud sepert merek dagang atau hak cipta dalam periode tertentu. 

Kesimpulan

Dapat disimpulkan jika deplesi memberi banyak keuntungan bagi perusahaan dalam pengelolaan aset berupa sumber daya alam, sehingga perlunya pemahaman yang mendalam untuk mendapatkan pengelolaan yang optimal. Perusahaan Anda saat ini bisa menggunakan software tambahan sebagai solusi atas pengelolaan yang lebih efektif dan efisien untuk mempermudah alur dan proses pemantauannya.

Anda bisa melakukan pencatatan aset perusahaan beserta penyusutannya dengan menggunakan software akuntansi seperti MASERP di mana sudah terintegrasi dengan berbagai fitur bisnis seperti penjualan, pembelian, distributormanufaktur dan lainnya.

Fitur Fixed Asset di MASERP membantu Anda menghitung penyusutan aktiva tetap dengan akurat sehingga memudahhkan Anda dalam mentracking aset Anda seperti kendaraan, mesin, hardware, dan peralatan kantor.

Pada fitur Master Fixed Asset, Anda bisa mencatat informasi seperti lokasi, merk, spesifikasi dan penanggungjawab untuk history lengkap pemindahan aset dari tangan ke tangan.

Anda bisa mencustom software MASERP sesuai bisnis flow Anda. Segera konsultasikan kendala yang sedang dihadapi perusahaan Anda dengan konsultan ahli kami sekarang. GRATIS!

Jangan lupa share artikel ini dan sampai jumpa di artikel berikutnya!