Ciri-Ciri, Manfaat, dan Contoh Barang Produksi dalam Bisnis

Dalam bisnis, proses produksi berperan penting karena menghasilkan output berupa produk yang nantinya akan dijual ke konsumen dan itu yang menjadi pendapatan. Barang produksi diperlukan saat proses produksi dan memiliki ciri-ciri khusus yang tentunya berbeda dengan barang konsumsi. Kenali lebih dalam mengenai barang produksi dari pengertian, ciri-ciri, manfaatnya dalam operasional bisnis, contoh dan bedanya dengan barang konsumsi. Yuk simak artikel di bawah ini!

Pengertian Barang Produksi

Dalam ilmu ekonomi, barang produksi adalah barang yang digunakan dalam menunjang proses produksi barang dan jasa lainnya. Biasanya barang produksi juga disebut dengan barang modal yang disesuaikan dengan perannya sebagai barang dasar atau media yang menghasilkan barang dan jasa di proses selanjutnya. 

Lebih spesifiknya, barang produksi mencakup beragam jenis, mulai dari mesin dan peralatan, bahan baku, komponen, hingga teknologi dan tenaga kerja. Mesin dan peralatan digunakan untuk memfasilitasi proses produksi secara mekanis atau otomatis, sedangkan perbedaan barang produksi dengan bahan baku adalah materi mentah yang diolah menjadi produk jadi atau setengah jadi.

Komponen produksi juga penting dalam perakitan produk akhir, sementara teknologi membantu dalam mengembangkan metode produksi agar tercipta proses yang lebih efisien. Barang produksi tidak hanya fokus pada bahan-bahan yang akan diproduksi, melainkan juga pada tools penunjang dan komponen lainnya.

pengertian barang produksi

Ciri-Ciri Barang Produksi

Terdapat ciri khas dari barang produksi yang membedakannya dengan jenis barang lainnya, yaitu:

  • Element utility: memiliki manfaat tertentu dalam proses produksi, misalnya gabah yang dibutuhkan untuk pembuatan beras berperan sebagai bahan baku.
  • Form utility: memanfaatkan barang untuk memanfaatkan kegunaannya dengan mengubah bentuknya, misalnya tepung yang diolah menjadi roti. 
  • Place utility: barang yang digunakan di tempat yang tepat, misalnya penggunaan sepatu safety ketika proses produksi di pabrik.
  • Ownership utility: ketepatan kepemilikan atas barang dalam proses produksi, misalnya pisau daging untuk seorang chef yang membuat steak.
  • Time utility: penggunaan barang juga dapat menjadi tepat jika digunakan dalam waktu yang tepat, misalnya penggunaan kipas yang besar di pabrik saat siang hari.
  • Service utility: kegunaan jasa pelayanan memengaruhi manfaat suatu barang, misalnya adanya komputer atau sistem dalam software produksi yang dapat memengaruhi manfaat dari barang itu sendiri.
ciri ciri barang produksi

Manfaat Barang Produksi 

Tentunya dalam menunjang proses produksi, terdapat berbagai manfaat dari adanya barang produksi, antara lain:

Meningkatkan Efisiensi Produksi

Penggunaan barang produksi seperti mesin dan peralatan industri lainnya membantu proses produksi semakin efisien yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan tugas-tugasnya yang kompleks dan berulang secara lebih cepat. 

Inovasi dan Meningkatkan Kualitas Produk

Pengembangan teknologi dalam bidang mesin, peralatan, dan proses produksi memungkinkan perusahaan untuk menciptakan produk baru secara lebih cepat atau meningkatkan kualitas produk yang ada dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan yang bebas dari cacat. 

Meningkatkan Produktivitas Tenaga Kerja

Melalui bantuan mesin dan peralatan produksi lainnya akan membantu pekerja dalam mengerjakan tugas-tugasnya secara lebih cepat dan minim kesalahan, sehingga akan memberi keuntungan dari segi produktivitas tenaga kerja dan perusahaan dapat mengalokasikan sumber daya manusianya ke tugas lain yang lebih bernilai.

Penurunan Biaya Produksi 

Walaupun biaya yang dikeluarkan di awal untuk mesin dan alat produksi tidak murah, tetapi alat-alat tersebut memiliki masa guna jangka panjang yang dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi kesalahan dalam produksi. 

manfaat barang produksi

Baca Juga: Cara Mudah Menghitung Biaya Produksi

Contoh Barang Produksi 

Seperti yang telah dijelaskan di atas, barang produksi tidak hanya terpaku pada bahan baku saja, melainkan juga pada barang lainnya, yaitu:

  • Mesin dan peralatan industri: mesin pemroses seperti mesin bubut, mesin penggiling, dan mesin cetak.
  • Bahan baku: besi, baja, kayu, plastik, karet, dan kain.
  • Komponen penunjang produksi: bagian kecil yang digunakan dalam perakitan produk akhir. Contohnya termasuk baut, mur, kabel listrik, sirkuit tercetak, dan sensor.
  • Teknologi dan software: komputer, server, software ERP, software akuntansi, dan perangkat jaringan.
  • Alat-alat laboratorium dan penelitian: mikroskop, spektrometer, alat uji material, dan peralatan penelitian lainnya.
  • Tenaga kerja terampil: keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki oleh pekerja, seperti teknisi mesin, insinyur listrik, dan ahli program komputer, merupakan aset berharga dalam proses produksi.
contoh barang produksi

Perbedaan Barang Produksi dan Konsumsi

Barang produksi dan barang konsumsi merupakan dua jenis barang dalam bisnis yang berbeda, berikut adalah beberapa perbedaan keduanya. 

Tujuan Penggunaan

Dalam proses produksi, barang produksi berperan dalam menciptakan barang atau jasa lainnya sebagai produk akhir, sedangkan barang konsumsi adalah barang produk akhir dari hasil proses produksi yang digunakan oleh konsumen untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka.

Siklus Ekonomi

Dalam siklus ekonomi, barang produksi berperan sebagai input dalam proses produksi dalam menciptakan nilai tambah dalam bentuk barang dan jasa yang lebih akhir, sedangkan barang konsumsi berperan sebagai output proses produksi yang siap didistribusikan kepada konsumen akhir untuk digunakan atau dikonsumsi. 

Sifat Konsumsi

Barang produksi adalah barang yang belum siap atau tidak dikonsumsi langsung oleh konsumen, sedangkan barang konsumsi digunakan langsung oleh konsumen untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka. 

Dari penjelasan perbedaan antara barang produksi dan barang konsumsi di atas, kita dapat melihat bahwa barang produksi membentuk dasar awal dari proses produksi yang mendukung keberlangsungan bisnis, sementara barang konsumi mendukung pemenuhan kebutuhan dan keinginan langsung konsumen dalam memenuhi gaya hidup dan preferensi mereka.

Kesimpulan

Kesimpulannya bahwa barang produksi memiliki peran penting dalam menciptakan nilai tambah suatu barang dan meningkatkan produktivitas perusahaan, sehingga penting bagi perusahaan untuk selalu berinovasi dan meningkatkan penggunaan teknologi melalui penggunaan software penunjang produksi untuk dapat berkompetisi di pasar global.

Salah satu solusi untuk mengatasi kendala proses produksi, Anda dapat mengunakan software akuntansi dan manufaktur modern yang terintegrasi seperti MASERP.

Perusahaan manufaktur identik dengan produksi massal dan persediaan barang yang banyak juga. Agar tidak membingungkan karena jumlah barang yang banyak, fitur Batch Number pada MASERP bisa memudahkan Anda membedakan barang yang baru diproduksi hari ini dengan barang produksi hari sebelumnya sehingga tidak mengalami double produksi.

Anda bingung menentukan harga pokok produksi (HPP)? Formula Bill of Material pada MASERP membantu Anda menentukan HPP sementara dan final.

MASERP memiliki fitur assembly dan disassembly yang bisa Anda gunakan untuk menggabungkan beberapa bahan baku menjadi satu barang, atau sebaliknya mengubah satu barang menjadi beberapa bahan baku.

Anda bisa menambah maupun mengurangi bahan baku meski produksi sudah berjalan dengan fitur adjust bahan baku. Selain bahan baku, Anda juga bisa menyesuaikan biaya produksi di akhir bulan untuk menghitung ulang HPP dengan fitur adjust biaya.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang software MASERP yang akan memberikan banyak kemudahan pada perusahaan manufaktur Anda, langsung saja konsultasikan apa yang Anda butuhkan kepada konsultan ahli kami. Gratis!