Sistem Akuntansi: Pengertian, Unsur, Fungsi, dan Jenis

Written by Tika Ulfianinda

Sistem Akuntansi Unsur, Fungsi, Jenis, dan Contoh Penerapan

Keuangan dalam tingkat perusahaan bukan hal yang mudah dan simple. Semuanya harus dilakukan dalam sistem akuntansi agar aliran keuangan bisa dilihat dan diperhatikan dengan lebih jelas dan terperinci. Sistem ini mungkin sudah dikenal dekat dengan kehidupan sehari-hari melalui aplikasi langsung.

Kegiatan transaksi pastinya melibatkan keuangan perusahaan sehingga pengorganisasian atau pencatatan transaksi perlu dilakukan guna menghasilkan informasi keuangan perusahaan. Kegiatan pengorganisasian transaksi inilah yang disebut sebagai sistem akuntansi.

Akuntansi adalah sebuah disiplin ilmu yang menjabarkan dan mengukur informasi keuangan. Di perusahaan, manajemen keuangan memakai data dari sistem akuntansi untuk memantau kondisi bisnis perusahaan. Akuntansi juga memberikan perkiraan yang jelas mengenai kemungkinan kondisi keuangan di masa depan.

Artikel ini akan membahas mengenai sistem akuntansi lengkap dari pengertian, unsur, fungsinya dalam perusahaan, metode, dan contoh penerapannya.

Pengertian Sistem Akuntansi

Sebelum mengetahui pengertian sistem akuntansi, mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan akuntansi itu sendiri. Akuntansi adalah informasi yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan kepada pihak-pihak yang membutuhkan laporan untuk segala macam kegiatan dan pengambilan keputusan.

Semua bisnis memerlukan informasi keuangan untuk mencapai tujuan yang mereka harapkan, yaitu memaksimalkan keuntungan dengan pengorbanan yang kecil.

Oleh karena itu, perlu adanya metode pencatatan yang sistematis untuk menganalisis transaksi keuangan menjadi informasi ekonomi yang bermanfaat.

Apa yang itu sistem akuntansi? Sistem akuntansi artinya adalah suatu metode dan prosedur untuk mencatat dan melaporkan informasi dan kondisi keuangan bagi manajemen perusahaan atau organisasi bisnis.

Tujuan utama dari sistem akuntansi adalah untuk memberikan informasi kepada pihak internal dan eksternal tentang operasional dan keuangan perusahaan, dan untuk meminimalkan kesalahan dalam catatan akuntansi.

Output dari sistem akuntansi dapat digunakan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan bisnis dan keberlanjutan bisnis.

Unsur-Unsur Sistem Akuntansi

Dalam sistem akuntansi, terdapat beberapa unsur yang saling berkaitan dan membentuk alur pencatatan keuangan yang utuh. Setiap unsur memiliki peran ulai dari pencatatan awal transaksi sampai laporan keuangan. Berikut adalah unsur-unsur sistem akuntansi yang umum digunakan di perusahaan.

Formulir

Formulir adalah dokumen yang digunakan untuk mencatat terjadinya transaksi keuangan sebagai bukti awal. Contoh formulir antara lain faktur penjualan, bukti kas masuk, bukti kas keluar, dan nota pembelian. Formulir berfungsi sebagai dasar pencatatan agar setiap transaksi memiliki data yang jelas dan dapat dilacak.

Informasi yang tercantum di dalam formulir biasanya meliputi tanggal, jumlah, pihak terkait, dan jenis transaksi. Kalau tidak ada formulir, pencatatan akuntansi berisiko tidak akurat dan susah diverifikasi.

Jurnal

Jurnal merupakan tempat pencatatan awal transaksi keuangan berdasarkan formulir yang sudah dibuat. Dalam jurnal, transaksi dicatat secara kronologi sesuai tanggal terjadi. Setiap pencatatan jurnal meliputi akun yang terlibat, nilai debit, dan nilai kredit.

Jurnal berfungsi untuk mengelompokkan transaksi sebelum dipindahkan ke buku besar. Jurnal membantu perusahaan melacak transaksi secara lebih sistematis. Kalau perusahaan Anda sudah menggunakan software akuntansi, proses penjurnalan biasanya dilakukan secara otomatis.

Buku Besar

Buku besar adalah kumpulan akun yang digunakan untuk mencatat seluruh transaksi yang telah dijurnal. Setiap akun dalam buku besar menunjukkan saldo dan pergerakan nilai dari waktu ke waktu. Data dalam buku besar diperoleh dari pemindahan catatan jurnal secara berkala.

Buku besar berfungsi untuk mengetahui posisi keuangan setiap akun, seperti kas, piutang, utang, dan modal. Informasi dari buku besar menjadi bahan penyusunan laporan keuangan.

Buku Pembantu

Buku pembantu digunakan untuk menjelaskan akun tertentu yang terdapat di buku besar. Contohnya adalah buku pembantu piutang dan buku pembantu utang. Buku ini membantu perusahaan memantau transaksi secara lebih detail per pelanggan atau pemasok. Saldo dalam buku pembantu harus sesuai dengan saldo akun terkait di buku besar.

Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari seluruh proses sistem akuntansi. Laporan keuangan terdiri dari laporan laba rugi, neraca, arus kas, dan perubahan ekuitas. Informasi dalam laporan keuangan digunakan untuk menilai kinerja dan kondisi keuangan perusahaan.

Laporan keuangan menjadi bahan pengambilan keputusan manajemen dan rencana bisnis ke depannya. Laporan keuangan harus dibuat sesuai standar akuntansi karena dibutuhkan dalam keperluan pajak dan audit.

Fungsi Sistem Akuntansi

Sistem akuntansi dalam sebuah perusahaan memiliki fungsi yang sangat besar terutama dalam hal pencatatan dan pengawasan. Ada beberapa fungsi dari sistem akuntansi yang mungkin belum banyak disadari.

Mengumpulkan dan Menyimpan Data

Akuntansi sebagai sebuah sistem pencatatan biasanya memiliki penjelasan lengkap mengenai kegiatan dan transaksi yang dilakukan perusahaan secara detail. Jika tidak ada akuntansi, maka kemungkinan sebuah kegiatan akan terlupakan menjadi sangat besar sehingga lupa untuk diperhatikan. Sistem akuntansi bisa menghimpun semua catatan bisnis dalam bentuk yang lebih efisien.

Menyediakan Informasi

Selain berfungsi untuk mengumpulkan dan menyimpan, sistem akuntansi ini bisa menjadi sarana penyedia informasi. Dalam sistem manual misalnya, berbagai catatan perusahaan akan disajikan dalam bentuk laporan yang mudah untuk dicerna. Hal ini akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan guna melakukan kegiatan manajemen yang baik dan sesuai.

Pengendalian Internal

Salah satu fungsi penting manajemen adalah untuk melakukan pengendalian internal agar bisa sesuai dengan tujuan perusahaan. Nah dari sistem yang dilakukan dalam akuntansinya ini bisa memberikan informasi yang terpercaya mengenai kondisi perusahaan. Hal ini tentu mempermudah pengecekan terhadap segala aktivitas yang dilakukan kemudian mengendalikannya.

Tanggung Jawab

Berbagai posisi di perusahaan memiliki tanggung jawab tertentu berdasarkan job desk masing-masing. Keberadaan pencatatan dengan akuntansi ini bisa memberikan informasi mengenai pemakaian sumber daya perusahaan dan ketersediaannya. Dari informasi ini, pihak manajemen bisa melakukan evaluasi kinerja dari berbagai laporan akuntansi yang diberikan.

Mendukung Kegiatan Operasi

Sistem informasi yang disediakan melalui kegiatan akuntansi bisa menyediakan bagian mana yang harus dilakukan pengecekan ulang dan perbaikan. Jadi misalnya ada kesalahan dan keanehan dari sebuah sistem yang tidak efektif, maka kegiatan operasi perusahaan bisa diperbaiki. Ini tentunya akan mendukung kegiatan operasi supaya bisa berjalan dengan efisien.

Jurnal Umum Akuntansi

Jenis Sistem Akuntansi

Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)

Jenis akuntansi pemeriksaan atau audit adalah kegiatan pemeriksaan hasil pencatatan dan laporan dalam keuangan. Tujuan utama dari audit adalah menyediakan informasi akuntansi yang terpercaya. Selain itu, audit juga bertujuan taat terhadap kebijakan prosedur, serta menilai efisiensi dan efektivitas suatu kegiatan.

Bidang ini berhubungan dengan audit yang secara bebas dilakukan di laporan yang telah dihasilkan oleh akuntansi keuangan. Dalam konsep ini, yang menjadi dasar sebuah auditing adalah objektivitas dan independensi dari pemeriksa serta kerahasiaan dan pengumpulan bukti-bukti yang dapat dibilang cukup signifikan.

Financial Accounting

Jenis ini berkaitan dengan akuntansi unit ekonomi secara menyeluruh. Akuntansi keuangan berkaitan kepada laporan keuangan untuk pihak-pihak di luar perusahaan. Laporan tersebut akan bersifat (general purpose).

Kegiatan ini terdiri dari pencatatan kegiatan finansial yang bertujuan untuk dapat menyajikan laporan keuangan. Laporan tersebut meliputi neraca, laporan laba rugi, dan juga laporan perubahan modal atau laporan laba selama jangka waktu tertentu.

Cost Accounting

Akuntansi biaya merupakan sebuah jenis akuntansi yang mencatat, menghitung, dan menganalisa sebuah data biaya pada perusahaan industri. Dengan ini, Anda akan mendapatkan laporan harga untuk menyusun laporan keuangan.

Jenis ini berfokus pada penetapan dan kontrol atas biaya. Akuntansi biaya juga mengacu pada penentuan biaya berdasarkan aktivitas (activity based costing). Fungsi dasarnya yaitu mengumpulkan lalu menganalisa data biaya yang sudah terjadi ataupun yang akan terjadi.

Akuntansi Pajak 

Jenis akuntansi pajak merupakan akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan arah penentuan objek pajak yang menjadi beban perusahaan serta penghitungannya yang mengacu pada kepentingan penyusunan laporan pajak.

Jenis ini berfungsi untuk membantu manajemen menentukan pilihan-pilihan transaksi yang akan terjadi, dan berhubungan dengan pertimbangan-pertimbangan perpajakan. Akuntan yang bekerja pada bidang ini perlu mengetahui jelas tentang undang-undang perpajakan yang berlaku.

Management Accounting

Akuntansi manajemen merupakan jenis akuntansi yang bertujuan memberikan informasi kepada manajemen dalam menjalani usahanya.

Terdapat banyak hal dalam akuntansi biaya yang datanya berguna bagi akuntansi manajemen. Kedua jenis ini berbeda tujuannya tetapi pelaksanaannya dapat dilakukan bersamaan.

Kegunaan dari akuntansi manajemen adalah mengatur kegiatan perusahaan, mengontrol arus kas serta menilai alternatif pengambilan keputusan. Pengendalian perusahaan melalui aktivitas (activity based management) adalah kebiasaan baru dalam akuntansi manajemen.

Contoh Penerapan Sistem Akuntansi di Perusahaan

Sebagai contoh, perusahaan retail yang menggunakan sistem akuntansi terintegrasi dengan ERP akan mencatat transaksi penjualan secara otomatis saat kasir melakukan input. Data penjualan tersebut langsung terhubung dengan modul inventory dan keuangan, sehingga stok dan laporan keuangan ikut terupdate secara real time.

Di perusahaan manufaktur, sistem akuntansi digunakan untuk mencatat biaya produksi, bahan baku, tenaga kerja, hingga overhead. Semua data ini kemudian diolah untuk menghitung harga pokok produksi dan laba perusahaan secara lebih akurat.

Sementara itu, di perusahaan jasa, sistem akuntansi membantu mencatat pendapatan proyek, biaya operasional, dan piutang klien. Bila laporan jelas, manajemen bisa mengevaluasi profitabilitas setiap proyek dengan lebih mudah.

Kesimpulan

Sistem akuntansi datang dalam berbagai bentuk yang dimodifikasi untuk kebutuhan industri yang berbeda. Sementara tujuan utama dari sistem akuntansi adalah untuk melacak pendapatan dan pengeluaran, ada banyak cara berbeda untuk melakukan itu.

Manajer bisnis harus melangkah mundur dan mengidentifikasi kebutuhan mereka saat mempertimbangkan program akuntansi untuk perusahaan mereka. Manajer perlu laporan internal yang dimodifikasi untuk keperluan pengambilan keputusan, laporan keuangan untuk presentasi kepada investor dan kreditor, dan data yang akurat untuk pengembalian pajak.

Dalam urusan perhitungan pajak dan pengelolaan keuangan bisnis atau perusahaan, sebaiknya Anda menggunakan software akuntansi modern seperti MASERP.

Software MASERP memiliki fitur Auto Number Tax yang dapat memudahkan Anda mencatat penomoran pajak untuk faktur pajak secara otomatis tanpa harus ribet menulis manual. Anda juga bisa mengexport data pajak perusahaan Anda dari software MASERP yang dapat langsung diimport ke aplikasi E-Faktur.

Jangan sampai Anda tidak paham mengenai perhitungan pajak penghasilan perusahaan karena laporan keuangan yang tidak sesuai dapat dikenakan audit dan denda dari petugas.

Sudah saatnya Anda memiliki software yang dapat mentracking performa bisnis secara real time kapan pun dan darimana pun. Klik gambar di bawah ini untuk konsultasi GRATIS dengan konsultan ahli kami, sekarang!

Konsultasi dan Demo Gratis Software ERP MASERP
Jadwalkan free konsultasi dan demo fitur lengkap software ERP MASERP untuk bisnis Anda.

Author

  • author tika ulfianinda

    Tika adalah seorang SEO Specialist dengan pengalaman lebih dari 5 tahun menulis dan mengoptimasi artikel untuk industri B2B SaaS, khususnya sistem ERP dan HRIS. Berbekal pemahaman dan pengalaman dengan dunia digital marketing membuat dirinya terbiasa menulis artikel yang SEO friendly dan berbasis data. Tika menyajikan isi konten artikel yang relevan membantu bisnis dengan topik software ERP, HRIS, akuntansi, inventory, manajemen bisnis, teknologi, dan artikel lain terkait SaaS serta bisnis.

Index