Kesalahan pencatatan transaksi, data keuangan yang tidak sinkron, dan laporan yang tidak akurat sering berawal dari sistem pendukung yang kurang tepat. Dalam kondisi tersebut, perlengkapan dalam akuntansi memegang peranan sebagai pendukung proses pencatatan, pelaporan, dan analisis keuangan perusahaan.
Seiring dengan perkembangan teknologi, berbagai perlengkapan akuntansi tersedia untuk membantu perusahaan bekerja lebih efisien dan meminimalisir kesalahan, baik melalui software maupun sarana pendukung lain.
Melalui artikel ini, Anda akan dijelaskan apa itu perlengkapan dalam akuntansi, ciri-cirinya, jenis-jenisnya, perbedaannya dengan peralatan, hingga cara menghitung besarnya perlengkapan dengan benar. Yuk, lanjutkan membaca artikel ini untuk mengetahui pembahasannya secara lebih lengkap!
Apa Itu Perlengkapan dalam Akuntansi?
Dalam operasional perusahaan, terdapat berbagai barang pendukung seperti kertas, pulpen, tinta printer, dan perlengkapan sejenis lainnya yang digunakan secara rutin dan akan habis karena terpakai. Meski tampak sederhana, barang-barang tersebut adalah pendukung dalam menunjang kelancaran aktivitas perusahaan sehari-hari.
Perlengkapan dalam akuntansi adalah aset lancar berupa barang-barang yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan dan akan habis dalam waktu relatif singkat, biasanya kurang dari satu periode akuntansi (kurang dari satu tahun).
Umumnya, perlengkapan memiliki ukuran kecil sebagai sarana pendukung operasional perusahaan.
Perlengkapan dicatat sebagai aset karena pada saat dibeli, barang tersebut masih memiliki nilai ekonomi dan belum digunakan sepenuhnya. Seiring pemakaian, nilai perlengkapan akan berkurang dan dicatat sebagai beban.
Dalam laporan keuangan, perlengkapan biasanya dicatat pada neraca sebagai aset lancar, lalu di akhir periode akan dilakukan penyesuaian untuk mencatat bagian perlengkapan yang telah digunakan sebagai beban.
Ciri-Ciri Perlengkapan dalam Akuntansi
Sebelumnya sudah sedikit disinggung bahwa perlengkapan dalam akuntansi memiliki ciri-ciri akan habis karena digunakan, masa pakai pendek, dan nilainya relatif kecil.
Berikut penjelasan ciri-ciri perlengkapan dalam akuntansi:
Habis Digunakan
Perlengkapan dalam akuntansi adalah barang yang nilainya akan berkurang hingga habis karena sering dipakai dalam aktivitas operasional. Perlengkapan tidak dipakai dalam jangka panjang, perlengkapan dalam akuntansi tidak memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi perusahaan.
Tidak Mengalami Penyusutan
Karena masa manfaatnya singkat, perlengkapan dalam akuntansi tidak dicatat sebagai aset tetap dan tidak dikenakan penyusutan. Nilai perlengkapan akan langsung dialokasikan sebagai biaya pada periode saat perlengkapan tersebut dipakai.
Tidak Bernilai Jual
Setelah digunakan, perlengkapan umumnya tidak memiliki nilai ekonomis yang dapat direalisasikan kembali. Kondisi ini menyebabkan perlengkapan tidak memiliki nilai residu dan tidak dapat dipindahtangankan atau dijual kembali secara wajar.
Masa Pakai Pendek
Perlengkapan dalam akuntansi memiliki umur pemakaian yang relatif singkat, biasanya kurang dari satu tahun atau hanya digunakan dalam satu periode akuntansi. Ciri ini menjadi dasar pengakuan perlengkapan sebagai aset lancar atau beban.
Harga Perolehan Rendah
Nilai pembelian perlengkapan relatif kecil dan tidak material terhadap posisi keuangan perusahaan. Perlengkapan tidak dikapitalisasi dan tidak memerlukan perlakuan akuntansi jangka panjang.
Tanpa Biaya Utilitas
Dalam penggunaannya, sebagian besar perlengkapan tidak memerlukan dukungan energi tambahan seperti listrik, air, atau bahan bakar. Perlengkapan dapat digunakan secara langsung tanpa menimbulkan biaya utilitas rutin.
Pendukung Aktivitas Perusahaan
Perlengkapan tidak berfungsi sebagai alat utama dalam menghasilkan barang atau jasa. Fungsinya adalah sebagai sarana pendukung yang membantu aktivitas operasional perusahaan berjalan lebih efisien.
Dicatat sebagai Beban atau Aset Lancar
Dalam laporan keuangan, perlengkapan dalam akuntansi dicatat sebagai aset lancar selama masih memiliki nilai manfaat. Selanjutnya, nilai tersebut dibebankan sebagai biaya operasional sesuai dengan tingkat penggunaannya.
Jenis Perlengkapan dalam Akuntansi
Berdasarkan penggunaannya, perlengkapan dalam akuntansi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu perlengkapan pabrik dan perlengkapan kantor. Berikut penjelasan keduanya.
Perlengkapan Pabrik (Factory Supplies)
Perlengkapan pabrik merupakan barang-barang yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional di area produksi. Contohnya adalah perlengkapan untuk perawatan, pembersihan, dan pemeliharaan mesin produksi.
Seperti halnya perlengkapan kantor, perlengkapan dalam akuntansi yang digunakan di pabrik juga harus dicatat dan dikendalikan dengan baik. Umumnya, perlengkapan pabrik dihitung secara fisik karena berkaitan langsung dengan aset perusahaan.
Dalam praktiknya, sebagian perusahaan mengalokasikan biaya perlengkapan pabrik sebagai factory overhead, yang kemudian dibebankan ke harga pokok produksi atau harga pokok penjualan setiap unit yang dihasilkan.
Untuk memudahkan analisis, terdapat beberapa karakteristik perlengkapan dalam akuntansi, khususnya perlengkapan pabrik, sebagai berikut.
Nilai Barang
Perlengkapan umumnya tidak memiliki nilai material yang signifikan. Oleh karena itu, barang ini sering diklasifikasikan sebagai biaya, bukan aset tetap.
Fungsi Barang
Dari sisi fungsi, perlengkapan tidak dapat menghasilkan barang atau jasa secara langsung. Perlengkapan hanya berperan sebagai alat penunjang yang membantu kelancaran proses operasional perusahaan.
Umur Ekonomis
Sebagian besar perlengkapan memiliki umur ekonomis yang relatif singkat, biasanya tidak lebih dari satu tahun. Jika umur manfaatnya kurang dari satu tahun, perlengkapan akan dibebankan sebagai biaya.
Apabila perlengkapan memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun, maka dapat diklasifikasikan sebagai aset perusahaan.
Perlengkapan Kantor (Office Supplies)
Perlengkapan kantor adalah berbagai barang yang digunakan untuk menunjang aktivitas administrasi dan operasional kantor. Contohnya meliputi kertas, pulpen, pensil, tinta printer, dan alat tulis lainnya.
Dalam perusahaan berskala besar, perlengkapan kantor perlu dicatat secara sistematis dalam pencatatan akuntansi. Perhitungan nilai perlengkapan umumnya dilakukan dengan metode faktual, yaitu menjumlahkan saldo awal dan pembelian selama periode berjalan, kemudian dikurangi dengan sisa persediaan akhir. Sisa perlengkapan tersebut harus diverifikasi terlebih dahulu melalui proses stock opname.
Perbedaan Perlengkapan dan Peralatan dalam Akuntansi
Dalam pencatatan keuangan, perlengkapan dan peralatan dalam akuntansi dibedakan berdasarkan karakteristik, fungsi, dan perlakuan akuntansinya. Berikut penjelasan perbedaannya agar pencatatan aset tidak keliru.
Umur Manfaat
Perlengkapan
Perlengkapan dalam akuntansi memiliki umur manfaat yang relatif singkat, umumnya kurang dari satu tahun atau hanya digunakan dalam satu periode akuntansi.
Barang ini digunakan untuk menunjang aktivitas operasional harian dan tidak dirancang untuk pemakaian jangka panjang.
Peralatan
Peralatan memiliki umur manfaat yang lebih panjang, bahkan dapat digunakan selama beberapa tahun. Selama masih layak pakai dan mampu mendukung kegiatan operasional atau produksi, peralatan tetap memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan.
Nilai dan Biaya Perolehan
Perlengkapan
Dari sisi nilai, perlengkapan umumnya memiliki harga perolehan yang relatif kecil dan tidak material terhadap laporan keuangan. Karena biayanya rendah, perlengkapan lebih mudah diganti ketika habis atau rusak.
Peralatan
Peralatan memiliki nilai perolehan yang lebih besar dan sering kali memerlukan investasi yang signifikan. Pengadaan peralatan biasanya melalui perencanaan anggaran dan pertimbangan manajemen yang lebih matang.
Peran dalam Kegiatan Operasional Bisnis
Perlengkapan
Perlengkapan tidak digunakan secara langsung dalam proses utama produksi barang atau jasa. Fungsinya lebih sebagai penunjang agar aktivitas administrasi dan operasional perusahaan sehari-hari sehingga berjalan lancar.
Peralatan
Peralatan berperan langsung dalam kegiatan inti perusahaan, seperti produksi, pengolahan, atau penyediaan jasa. Tanpa peralatan yang memadai, operasional perusahaan dapat terhambat.
Perlakuan dan Pencatatan Akuntansi
Perlengkapan
Dalam akuntansi, perlengkapan umumnya dicatat sebagai aset lancar dan dibebankan sebagai biaya pada saat digunakan. Karena masa manfaatnya singkat, perlengkapan tidak dikenakan penyusutan.
Peralatan
Peralatan dicatat sebagai aset tetap dalam neraca. Nilai perolehannya dialokasikan sebagai beban melalui penyusutan selama masa manfaatnya sehingga memerlukan pencatatan dan pengendalian aset secara berkelanjutan.
Kebijakan Akuntansi Perusahaan
Pengelompokan perlengkapan dan peralatan dalam akuntansi dapat berbeda antar perusahaan, tergantung kebijakan akuntansi, tingkat materialitas, serta karakteristik operasional. Perusahaan perlu menetapkan kebijakan internal yang konsisten agar laporan keuangan tetap akurat dan andal.
Cara Menghitung Perlengkapan dalam Akuntansi
Dalam akuntansi, beban perlengkapan adalah nilai perlengkapan yang telah digunakan selama satu periode. Besarnya beban ini dihitung dari selisih antara perlengkapan yang tersedia dengan perlengkapan yang masih tersisa di akhir periode.
Agar lebih jelas, berikut cara menghitungnya secara bertahap.
Rumus Menghitung Beban Perlengkapan
Untuk mengetahui jumlah perlengkapan yang sudah terpakai, gunakan rumus berikut:
(Saldo Awal Perlengkapan + Pembelian Perlengkapan) – Saldo Akhir Perlengkapan = Beban Perlengkapan
Rumus ini membantu perusahaan mengetahui berapa nilai perlengkapan yang benar-benar digunakan selama periode berjalan.
Langkah-Langkah Perhitungan Perlengkapan Akuntansi
Untuk menentukan besarnya perlengkapan dalam akuntansi, Anda perlu mengikuti langkah-langkah berikut ini.
Menentukan Saldo Awal
Saldo awal diambil dari nilai perlengkapan yang tercatat pada awal periode akuntansi. Angka ini biasanya berasal dari neraca periode sebelumnya.
Menambahkan Pembelian Perlengkapan
Seluruh pembelian perlengkapan selama periode berjalan dijumlahkan, baik pembelian tunai maupun kredit.
Melakukan Stock Opname
Di akhir periode, perusahaan menghitung perlengkapan yang masih tersisa secara fisik. Nilai inilah yang disebut saldo akhir perlengkapan.
Menghitung Beban Perlengkapan
Total perlengkapan yang tersedia kemudian dikurangi dengan saldo akhir. Selisihnya merupakan nilai perlengkapan yang telah dipakai dan diakui sebagai beban.
Contoh Perhitungan
Diketahui:
- Saldo awal perlengkapan (1 Januari 2026): Rp500.000
- Pembelian perlengkapan selama Januari 2026: Rp1.200.000
- Saldo akhir perlengkapan (31 Januari 2026): Rp300.000
Perhitungan:
(Rp500.000 + Rp1.200.000) – Rp300.000 = Rp1.400.000
Artinya, beban perlengkapan yang digunakan selama bulan Januari adalah Rp1.400.000.
Pencatatan Jurnal Penyesuaian
Setelah beban perlengkapan diketahui, perusahaan perlu membuat jurnal penyesuaian agar nilai perlengkapan di neraca sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Jurnal penyesuaian:
- Debit Beban Perlengkapan Rp1.400.000
- Kredit Perlengkapan Rp1.400.000
Pencatatan ini menunjukkan bahwa sebagian perlengkapan telah digunakan dan berubah menjadi beban pada periode berjalan.
Cara menghitung beban perlengkapan dalam akuntansi cukup dengan menjumlahkan saldo awal dan pembelian, lalu dikurangi sisa perlengkapan di akhir periode. Hasil perhitungan tersebut dicatat sebagai beban agar laporan keuangan tetap akurat dan dapat dipercaya.
Penutup
Pengelolaan perlengkapan berperan dalam menjaga ketertiban pencatatan dan kesehatan keuangan perusahaan. Perlengkapan berfungsi sebagai penunjang operasional bisnis, serta memengaruhi keakuratan nilai aset dan beban dalam laporan keuangan.
Pencatatan perlengkapan yang rapi mendukung kepatuhan, efisiensi biaya, dan transparansi laporan. Semakin akurat pencatatan akuntansi Anda, semakin mudah bisnis berkembang dan dipercaya oleh stakeholder.
Jika Anda ingin laporan keuangan yang lebih rapi, real time, dan minim kesalahan, sebaiknya mulai dari sekarang pakai software akuntansi seperti MASERP yang memiliki fitur lengkap untuk semua departemen.
Software MASERP memiliki fitur manufaktur, penjualan, pembelian, inventory, multi gudang, multi cabang, keuangan, aset tetap, supplier, customer, laporan keuangan, dan masih banyak lagi.
Anda tidak perlu membeli banyak software untuk tiap departemen karena MASERP dapat dipakai hampir di seluru departemen, hemat budget!
Walau bisa dipakai semua departemen, keamanan terjaga karena MASERP memiliki fitur hak akses dan hak approval untuk tiap fitur yang hanya bisa dipakai oleh staff yang berwenang.
Segera konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dan dapatkan demo fitur MASERP dengan klik gambar di bawah ini!
