Saat ini, bisnis properti terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan hunian dan ruang komersial yang disewakan. Dalam kegiatan tersebut, ada beberapa istilah yang perlu Anda pahami agar proses sewa-menyewa berjalan dengan jelas, salah satunya adalah istilah tenant. Apa itu tenant?
Dalam konteks bisnis properti, tenant berhubungan dengan pemanfaatan dan pengelolaan properti yang disewakan. Tenant pun memiliki berbagai karakteristik dan jenis. Yuk, baca artikel ini untuk mengetahui penjelasan lengkap tentang tenant!
Apa Itu Tenant?
Tenant adalah individu atau organisasi yang menyewa properti milik pihak lain. Dalam konteks bisnis properti, tenant juga menjadi pihak yang menggunakan properti secara aktif dan memberikan kontribusi pendapatan melalui pembayaran sewa.
Tenant juga berperan dalam properti komersial. Saat berkunjung ke mall lalu melihat banyak toko-toko pakaian dan elektronik, toko-toko itu adalah tenant dari mall tersebut.
Tenant menjadi sumber pemasukan bagi pemilik atau pengelola gedung. Tanpa tenant, gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan menjadi sepi karena tidak ada aktivitas bisnis di dalamnya.
Tenant juga memberikan nilai tambah bagi properti, kegiatan jual beli yang dijalankan membuat properti lebih hidup dan menarik. Kondisi ini secara tidak langsung dapat menambah daya tarik properti bagi pengunjung dan calon tenant lainnya.

Hubungan antara pemilik properti dan tenant tidak hanya dipandang sebagai hubungan sewa-menyewa saja, tetapi kerja sama bisnis yang perlu dijaga dengan baik. Salah satu caranya adalah dengan merespons kebutuhan dan keluhan tenant secara profesional.
Bila tenant merasa puas, mereka cenderung memperpanjang masa sewa. Tentu ini berdampak positif pada kestabilan pendapatan dalam jangka panjang. Bahkan, tenant yang memiliki pengalaman baik berpeluang besar merekomendasikan properti tersebut kepada pihak lain.
Baca Juga: Rekomendasi Sistem POS Sales (Kasir) Indonesia
Jenis-Jenis Tenant
Dalam properti komersial, terutama pusat perbelanjaan, penyewa atau tenant tidak berdiri dalam satu kategori yang sama. Sebaliknya, tenant dikelompokkan berdasarkan peran dan fungsinya dalam bisnis.
Berikut jenis-jenis tenant yang umum dijumpai dalam penyewaan properti komersial.
Convenience Store Tenant
Salah satu jenis tenant yang sering ditemui adalah convenience store tenant. Tenant ini biasanya berupa gerai ritel yang menjual makanan kemasan atau siap saji, minuman, serta kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Gerai semacam ini sering dikenal sebagai toko serba ada.
Seiring perkembangan ritel, beberapa toko kesehatan atau kosmetik juga menyediakan produk kebutuhan harian tertentu. Selama fokusnya pada kemudahan dan kecepatan belanja, gerai tersebut tetap dikategorikan sebagai convenience store.
Jika menyewa ruang di mal, perkantoran, atau area komersial lainnya, gerai tersebut disebut convenience store tenant.
Baca Juga: Kenali Karakteristik, Jenis, dan Contoh Bisnis Retail
Anchor Tenant
Jenis tenant lainnya yaitu anchor tenant yang berperan dalam menarik pengunjung. Anchor tenant umumnya merupakan brand besar yang sudah dikenal luas, baik skala lokal maupun internasional.
Kehadiran anchor tenant menjadi daya tarik sebuah pusat perbelanjaan dan biasanya menempati area strategis dengan ukuran gerai yang besar, seperti department store, supermarket, atau hypermarket.
Flagship Tenant
Jenis tenant selanjutnya adalah flagship tenant. Dalam beberapa kasus, sebuah merek bisa dikatakan sebagai anchor tenant sekaligus flagship tenant. Namun, flagship tenant memiliki fokus yang berbeda.
Flagship tenant menghadirkan seluruh lini produk secara lengkap dan menawarkan pengalaman berbelanja berupa desain gerai yang unik, peluncuran produk terbaru, penggunaan teknologi interaktif, sampai konsep layanan yang berbeda untuk pelanggan.
Karakteristik Tenant
Setiap tenant memiliki karakteristik yang dapat memengaruhi pendapatan, operasional harian, dan kondisi properti. Pemilik atau pengelola properti perlu memahami beberapa karakteristik tenant sebelum menjalin kerja sama. Di bawah ini beberapa karakteristik tenant.
Menyewa Ruang atau Layanan
Tenant adalah pihak yang menggunakan ruang atau layanan dengan sistem sewa, bukan kepemilikan. Ruang yang disewa bisa berupa kios, ruko, kantor, booth, atau bahkan sistem digital seperti software.
Status sewa ini artinya tenant memiliki hak pakai dalam jangka waktu tertentu. Tenant tidak memiliki wewenang penuh seperti pemilik aset. Setelah masa sewa berakhir, tenant wajib memperpanjang atau mengosongkan ruang tersebut.
Terikat Kontrak atau Perjanjian
Setiap tenant selalu terikat dengan kontrak atau perjanjian resmi. Kontrak ini mengatur durasi sewa, biaya, dan ketentuan pembayaran.
Kontrak juga mencantumkan hak dan kewajiban masing-masing pihak. Aturan operasional biasanya tertulis jelas di dalam perjanjian tersebut. Jika terjadi pelanggaran, kontrak menjadi dasar hukum penyelesaiannya.

Ada Aktivitas Usaha
Tenant menggunakan ruang atau layanan untuk kegiatan yang bersifat aktif dan produktif. Kegiatan ini bisa berupa penjualan produk, penyediaan jasa, atau operasional bisnis. Tenant tidak hanya menempati ruang, tetapi memanfaatkannya untuk menghasilkan nilai ekonomi.
Dalam konteks software, tenant menggunakan sistem untuk mengelola data dan proses bisnis. Aktivitas ini berjalan secara rutin sesuai jam operasional atau kebutuhan perusahaan.
Bertanggung Jawab atas Operasional Sendiri
Tenant mengelola seluruh kegiatan operasional secara mandiri, seperti pengelolaan karyawan, stok barang, dan pelayanan pelanggan. Pemilik tempat atau penyedia sistem tidak terlibat langsung dalam operasional harian tenant.
Setiap keputusan bisnis sepenuhnya berada di tangan tenant. Risiko operasional juga menjadi tanggung jawab tenant sepenuhnya.
Membayar Biaya Secara Berkala
Tenant memiliki kewajiban membayar biaya sewa secara rutin. Pembayaran dapat dilakukan bulanan, tahunan, atau sesuai kesepakatan kontrak. Tenant sering dikenakan biaya tambahan seperti service charge atau maintenance.
Kalau di software, biaya ini biasanya berbentuk biaya langganan atau lisensi. Keterlambatan pembayaran dapat menimbulkan sanksi tertentu.
Wajib Mematuhi Aturan dan Kebijakan
Tenant harus mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemilik ruang atau penyedia layanan. Aturan ini mencakup jam operasional, keamanan, dan standar penggunaan fasilitas. Di pusat perbelanjaan, tenant juga harus menyesuaikan konsep dengan regulasi pengelola.
Baca Juga: ERP Retail: Fitur ERP yang Dibutuhkan Bisnis Retail
Hak dan Kewajiban Tenant
Dalam hubungan sewa-menyewa, tenant memiliki hak dan kewajiban yang perlu dipahami sejak awal. Tujuannya memastikan kerja sama berjalan sesuai perjanjian serta meminimalisir masalah di kemudian hari. Berikut hak dan kewajiban tenant yang perlu diketahui.
Hak Tenant
Sebagai penyewa, tenant berhak atas beberapa hal berikut:
- Mendapatkan masa sewa properti sesuai dengan jangka waktu yang tercantum dalam perjanjian.
- Menempati properti dalam kondisi layak dan nyaman sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan.
Kewajiban Tenant
Di sisi lain, tenant juga memiliki kewajiban yang harus dipenuhi, antara lain:
- Membayar biaya sewa properti tepat waktu sesuai dengan jadwal yang disepakati.
- Tidak mengubah bentuk, fungsi, atau struktur properti tanpa persetujuan pemilik.
- Menjaga dan merawat properti sewa selama masa penggunaan.
- Memberikan ganti rugi apabila terjadi kerusakan properti akibat kelalaian tenant.
Kesimpulan
Apabila Anda menyewa properti untuk keperluan usaha, tidak cukup hanya memastikan kesepakatan dan kelengkapan perjanjian sewa. Anda juga perlu menghitung biaya sewa secara teliti agar tetap sesuai dengan budget bisnis.
Mengingat nilai sewa yang umumnya cukup besar, pemilihan properti perlu dilakukan dengan hati-hati, agar biaya sewa tidak membebani keuangan usaha dan mengganggu arus kas.
Setelah urusan sewa terpenuhi, perhatian perlu diarahkan pada kelancaran operasional bisnis. Lokasi yang strategis dan fasilitas yang memadai saja belum tentu menjamin perkembangan usaha tanpa dikelola dengan tepat.
Bagi para pemilik talent yang memiliki usaha bidang retail, dalam mengelola transaksi dan operasional harian sebaiknya menggunakan sistem terintegrasi yang bisa dipakai end to end bisnis, seperti software ERP MASERP.
Software ERP MASERP memiliki modul dan fitur yang lengkap dari mulai penjualan, pembelian, manufaktur, persediaan barang, manajemen gudang, keuangan dan akuntansi, aset tetap, laporan bisnis yang super lengkap, dan masih banyak lagi. Semuanya terintegrasi dalam satu sistem, tidak perlu beli banyak software untuk tiap divisi.
Bila Anda memiliki banyak cabang, Anda bisa mengelolanya di satu sistem terpusat. Laporan penjualan dan keuangan bisa dicek tiap hari tanpa perlu menunggu akhir periode. Anda pun bisa mengambil keputusan bisnis lebih cepat.
Segera konsultasikan kebutuhan bisnis Anda sekarang dan dapatkan free demo fitur lengkap MASERP! Klik gambar di bawah ini, ya!
