Manajemen Sumber Daya Manusia: Pengertian dan Penjelasan Lengkap

Manajemen sumber daya manusia atau human resource (HR) sudah menjadi bagian dari kewajiban dalam manajemen bisnis Anda.Bagaimana caranya untuk melatih human resource terbaik?

Manajemen ini akan dilakukan oleh Manajer HRD dan timnya.

Banyak Manajer HRD yang mengatakan bahwa karyawan adalah aset bisnis yang terbaik. Tapi banyak juga dari mereka yang mengeluh kesulitan karena tidak tahu bagaimana caranya memotivasi mereka supaya tetap bekerja secara optimal.

Mari kita bahas manajemen HR di artikel ini secara lengkap.

Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen sumber daya manusia (HRM atau HR) adalah strategi efektif pendekatan manajemen sumber daya manusia di suatu perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif dalam bisnis.

Menurut saya, manajemen human resource adalah proses rekrutmen, orientasi, training, evaluasi performa, mengatur kompensasi, memotivasi karyawan dan menyediakan kesejahteraan karyawan sesuai hukum yang berlaku.

Baca Juga: Pengertian, Unsur, Fungsi dan Jenis Manajemen

Pentingnya Sumber Daya Manusia

Dibalik proses produksi setiap produk terdapat akal manusia, usaha dan jam kerja.

Tidak ada produk atau servis yang bisa diproduksi tanpa bantuan sumber daya manusia.

Manusia adalah sumber fundamental untuk penciptaan apapun.

Setiap perusahaan, termasuk perusahaan Anda pasti menginginkan sumber daya manusia yang kompeten untuk kemajuan wirausahanya.

Lingkup manajemen sumber daya manusia adalah manusia itu sendiri, dan sering dikatakan bahwa me-manage manusia itu tidak mudah karena banyaknya perbedaan pemikiran, ini adalah alasan utamanya HR itu penting.

Tidak seperti sumber daya lainnya atau disebut dengan 5M: money, material, machine, methods dan market yang berperan sebagai fundamental bisnis abstrak dan tidak memiliki akal sehingga dengan mudah dapat diatur.

Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia

Tujuan manajemen sumber daya manusia adalah untuk menciptakan suatu pekerjaan dan dealing pekerjaan tersebut ke karyawan.

Jadi maksudnya, untuk mengerjakan suatu profesi di perusahaan, seseorang harus dicek kompetensinya saat proses rekrutmen.

Untuk mengidentifikasi apakah orang tersebut cocok untuk suatu pekerjaan, akan dibuat hak dan kewajiban juga spesifikasi seperti nilai akademis dan kualifikasi fisik.

Biasanya manajer HRD akan mengadakan serangkaian tes dan interview untuk mencari kandidat yang cocok.

Perbedaan Manajemen Sumber Daya Manusia dan Manajemen Personalia

Ketika membahas perbedaan keduanya, manajemen personalia adalah biji dan akar dari manajemen sumber daya manusia.

Singkatnya, manajemen sumber daya manusia berevolusi dari manajemen personalia.

Ini berdasarkan sejarah Bapak Manajemen Personalia yaitu Robert Owen (14 May 1771 – 17 November 1858) dan Bapak Manajemen Sumber Daya Manusia yaitu George Elton Mayo (26 December 1880 – 7 September 1949).

Prinsip utama dari manajemen personalia adalah untuk menghasilkan pekerjaan dari upah yang dibayarkan ke karyawan.

Pada masa manajemen sumber daya manusia belum ditemukan, karyawan tidak diberikan prioritas tinggi dalam pengambilan keputusan dan tidak dibolehkan untuk banyak berinteraksi dengan manajemen.

Manajer personalia akan lebih berfokus pada produksi dan hukum pekerja buruh tapi tidak berfokus pada kepentingan moral karyawan.

Manajemen sumber daya manusia akan melihat dalam kaca mata karyawan dan melihat karyawan sebagai aset penting perusahaan.

Memotivasi karyawan adalah pekerjaan dasar manajer HR, prinsip dasar manajemen sumber daya manusia yang sangat bertolak belakang dengan manajemen personalia adalah memerhatikan apa yang harus diberikan kepada karyawan untuk hasil pekerjaan yang optimal.

Pihak yang Bertanggung Jawab Atas Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajer HRD atau divisi HR adalah yang bertanggung jawab atas pekerjaan ini.

Direktur HR adalah manajer level top yang bertanggung jawab atas semua bentuk administrasi aktifitas sumber daya manusia dan kebijakannya.

Direktur HR akan melihat gambaran besar kompensasi, benefit, staffing, relasi karyawan, kesehatan dan keamanan, dan juga pelatihan dan perkembangan karyawan.

Kewajiban Utama Manajer Sumber Daya Manusia

  1. Untuk mengembangkan budaya kerja perusahaan, rencana-rencana dan kebijakan
  2. Berperan sebagai pengubah internal dan konsultan
  3. Menginisiasi perubahan dan berperan sebagai ahli dan fasilitator
  4. Secara aktif melibatkan diri dalam formulasi strategi bisnis perusahaan
  5. Menjaga komunikasi antar HRD dan karyawan
  6. Mengidentifikasi dan membuat evolusi strategi HRD sesuai dengan strategi perusahaan
  7. Memfasilitasi perkembangan divisi
  8. Mencoba untuk memahami karyawan agar objektif perusahaan tercapai dengan efisien
  9. Mendiagnosa masalah dan menentukan solusi yang pas dalam area HR
  10. Memyediakan koordinasi dan mensupport program HRD
  11. Mengevaluasi dampak dari pengikutsertaan HRD untuk mengetahui bagaimana HRD dapat mempengaruhi performa perusahaan.

Divisi Manajemen Sumber Daya Manusia

Level Strategis

Chief Human Resource Officer (CHRO) adalah staff level strategis dimana tanggung jawabnya adalah seputar membuat strategi sumber daya manusia yang sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

Lingkup kerja CHRO adalah rencana suksesi, talent management, change management, kompensasi eksekutif dan performa perusahaan.

Level Supervisor

Direktur HR adalah top level management yang bertanggungjawab atas semua administrasi dari aktifitas sumber daya manusia dan kebijakan-kebijakannya.

Direktur HR akan mengawasi kompensasi karywan, keuntungan, staffing, relasi karyawan, kesehatan dan keamanan juga pelatihan dan pengembangan karyawan.

Level Eksekutor

Ada beberapa staff HR di level eksekutor:

Rekruter (Hiring Manager)

Dia adalah orang yang bertanggungjawab memfilter curriculum vitae, menentukan kandidat yang cocok dan memberikan mereka pekerjaan.

Ini adalah beberapa tips untuk menjadi rekruter terbaik:

Insting Dasar

Rekruter modern harus memiliki insting dasar dalam membangun koneksi. Mereka harus tahu bagaimana caranya memperluas jaringan bisnis.

Selalu Teliti

Seorang rekruter harus bekerja berdasarkan ‘Jika kamu tidak bisa menghitungnya, maka kamu tidak bisa me-managenya’.

Data-sentris

Rekruter harus tahu betapa pentingnya data dan angka yang akan meyakinkan perusahaan dan menjadikan mereka mudah dipercaya.

Rekruter adalah Marketer

Ibarat seorang marketer berfikir tentang suatu produk, seorang rekruter harus tahu bagaimana caranya menyampaikan kisah hebat tentang perusahaan.

Selalu Berinovasi

Seorang rekruter harus cinta inovasi, harus selalu up-to-date dan bisa menggunakan tools HR (tidak gaptek).

Mampu Membaca Karakter Kandidat

Rekruter juga harus mampu membaca karakter kandidat kerja dan tahu bagaimana cara memberikan pengaruh positif kepada emosi mereka. Memberikan inspirasi supaya kandidat semangat setelah serah terima pekerjaan.

Pelatih

Para trainer adalah yang bertaggungjawab dalam mengajarkan skill untuk sebuah pekerjaan dan mengupdate skill baru dan pengetahuan untuk menghindari kesalahan dalam bekerja.

Petugas Keamanan

Dia adalah yang memastikan keamanan dan keselamatan karyawan seperti yang tertera dalam UU tentang penerapan K3: Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Untuk dasar hukumnya yaitu UU No 1 Tahun 1970, Permenaker No 5 Tahun 1996 dan Permenaker No 4 Tahun 1987.

Petugas Payroll

Orang yang bertanggungjawab memegang payroll di divisi HR, dia yang memonitor gaji dan insentif karyawan.

Konselor HR

Konselor HR adalah mereka yang biasanya lebih dekat dengan karyawan, dan akan memecahkan isu yang terjadi diantara karyawan.

Biasanya dengan teknik pendekatan ‘teman’ yang memberikan saran untuk karyawan agar mereka bisa kerja lebih efisien.

Petugas Medis

Biasanya, orang yang menjadi Petugas Medis HR adalah dokter yang terkualifikasi dan bertanggungjawab dalam P3K dan kesehatan karyawan.

Petugas Asuransi

Mereka yang memegang jabatan ini akan memerhatikan kebijakan medis karyawan, seperti halnya dalam situasi COVID-19 sekarang, petugas asuransi akan membuat kebijakan tertentu untuk menghindari karyawan terkena virus untuk menghindari kerugian dan beban perusahaan.

HR Generalist

Seorang HR Generalist bertanggungjawab dalam semua aktifitas sumber daya manusia di perusahaan, seperti memberikan saran dalam pembuatan kebijakan, SOP dan dokumentasi perusahaan.

HR Analyst

Pekerjaan ini cukup challenging untuk perusahaan yang memiliki isu HR tinggi.

Analis akan mengidentifikasi permasalahan HR dari data yang ada.

HR Analyst harus memiliki skill analisa tinggi dan data scraping. Dia juga akan menyampaikan kesalahan HR perusahaan untuk menghindarinya di masa depan.

HR Auditor

Seorang HR auditor akan meng-audit semua sumber daya manusia dan verifikasi rekam jejak karyawan, pemenuhan SOP HR dan kebijakan hukum ketenagakerjaan, orientasi karyawan, training, manajemen performa mereka, kompensasi karyawan dan prosedur pemberhentian karyawan.

Kesimpulan

Seorang karyawan yang loyal dan produktif lebih baik dari 100 karyawan yang berkelakuan sebaliknya.

Karyawan yang memiliki IQ tinggi tetapi attitude buruk juga bisa menjadi bumerang bagi Anda.

Karyawan kualitas terbaik adalah mereka yang lebih balance diantara IQ dan sikapnya, mereka adalah senjata kompetitif bisnis di perusahaan, dan banyak perusahaan yang mati-matian untuk merekrut mereka.

Akhir-akhir ini, divisi HR perusahaan banyak membuat perubahan dalam memilih karyawan terbaik versi mereka, seperti skill dalam bekerja, skill personal dan sikap, sehingga rekrutmen akan menjadi proses yang lebih sulit.

Di masa kompetisi bisnis era digital dan pandemi, manajemen HR harus menyiapkan strategi yang matang, untuk menyamakan visi misi dengan karyawan agar semua human resource terbaik mampu melangkah bersama dalam memajukan perusahaan.

Bagaimana dengan strategi manajemen yang pernah Anda lakukan? Ceritakan di kolom komentar.

Baca Juga: Manajemen Keuangan Secara Lengkap dan Terperinci