Cara Mudah Memahami 7 Konsep Dasar Akuntansi

Sebuah bisnis tentu memiliki kaitan erat dengan konsep dasar akuntansi. Hal ini karena konsep dasar ini menjadi landasan utama dalam melakukan proses pencatatan, peringkasan, klarifikasi, pengolahan hingga penampilan data. 

Hal ini yang membuat konsep dasar akuntansi tidak dapat dilepaskan dari setiap kegiatan bisnis. Suatu perusahaan yang menggunakan konsep dasar akuntansi dalam menjalankan usahanya akan mendapatkan kemudahan dalam setiap hal yang berkaitan dengan keuangan perusahaan. 

Apabila kamu mempunyai bisnis, penting halnya untuk memahami catatan keuangan. Proses mencatat dan menyusun keuangan pada bisnis tentu tidaklah mudah, kamu perlu memahami konsep dasar akuntansi terlebih dahulu. Supaya kamu paham mengenai konsep tersebut, berikut ini pengertian, jenis, hingga contoh konsep dasar akuntansi yang perlu kamu tahu. Yuk, simak di sini! 

Pengertian Konsep Dasar Akuntansi

Konsep dasar akuntansi merupakan rumusan konsep yang berlaku secara umum agar bisa diperoleh kesatuan analisis, pandangan, dan pendapat baik oleh penyaji informasi keuangan maupun pihak-pihak yang memerlukannya.

Pemahaman terhadap konsep ini sangat penting agar perusahaan terhindar dari adanya kesalahan pencatatan akuntansi yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan. Secara umum, konsep dasar akuntansi menjadi acuan dalam menyusun standar akuntansi yang ditujukan bagi praktik akuntansi.

7 Konsep Dasar Akuntansi

Kesatuan Akuntansi

Kesatuan akuntansi berarti data dan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus jelas menyebutkan unit atau perusahaan yang dilaporkan. Data dan informasi juga harus bukan merupakan laporan keuangan jika tanpa adanya unit yang melaporkan. Jadi, laporan keuangan harus jelas menyebutkan untuk perusahaan atau badan yang melaporkan keuangan tersebut.

Kesinambungan Perusahaan

Kesinambungan perusahaan dimaksudkan bahwa akuntansi diperlukan oleh pihak yang berkepentingan karena didasarkan pada asumsi kesinambungan usaha. Bila usaha yang dimaksudkan hanya untuk beberapa hari atau bulan saja, maka informasi akuntansi menjadi sangat tidak berarti.

Oleh karena itu, perusahaan harus tetap hidup sepanjang masa sehingga diperlukan informasi untuk memantau kegiatan perusahaan yang dapat menyajikan data dan informasi mengenai posisi keuangan serta hasil usaha yang akan dibagi-bagi ke dalam periode.

Periode Akuntansi

Periode akuntansi berkaitan dengan pelaporan informasi keuangan untuk perusahaan yang berkesinambungan dan dibagi ke dalam periode dengan bentuk laporan keuangan. Periode akuntansi berguna agar dapat memantau posisi keuangan dari hasil usaha selama satu periode tertentu dalam masa yang berkesinambungan. Dengan demikian, manajemen dapat menggunakan laporan tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan.

Pengukuran Nilai Uang

Informasi akuntansi yang disajikan harus memiliki keseragaman bahasa yaitu nilai uang. Tanpa adanya keseragaman dengan uang, maka informasi akuntansi yang disajikan tidak dapat dibandingkan satu sama lain karena satuan unit pengukurannya berbeda-beda. Jelas nilai moneter dan posisi keuangan maupun hasil usaha suatu perusahaan menjadi dasar kesatuan bahasa akuntansi.

Harga Perolehan Dasar Akuntansi

Harta kekayaan yang diperoleh haruslah dicatat pada saat perolehannya. Nilai yang dibayarkan untuk memperoleh harta kekayaan tersebut merupakan nilai yang akan dicatat dalam laporan keuangan. Nilai tersebut selanjutnya akan disajikan dalam laporan keuangan.

Penetapan Pendapatan dan Biaya

Pelaporan pendapatan dan biaya harus jelas menunjukkan periode ketika harus dilaporkan dan dikaitkannya dengan aktiva dan hutang yang bersangkutan.

Konsistensi 

Konsistensi merupakan penerapan prinsip ini, yang harus dilakukan adalah secara konsisten menerapkannya dari satu periode ke periode lainnya agar data dan informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan dapat diandalkan untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan.

Kesimpulan

Proses pengambilan keputusan akan mudah dilakukan ketika perusahaan menggunakan konsep dasar akuntansi.

Pemahaman akan konsep dasar akuntansi sangat penting bagi kamu yang saat ini sedang menjalankan bisnis. Hal ini untuk mengukur tingkat keuangan pada bisnismu. Untuk mendapatkan tingkat ukur keuangan yang akurat, maka Anda harus membuatnya dengan rapi, jika perlu dibantu menggunakan software ERP.

Pasalnya, jika Anda masih menggunakan pembukuan manual, mungkin akan membuatmu bekerja lebih ribet dan lama karena pembuatan laporan keuangan bisa dibilang harus teliti jadi pastinya akan memakan waktu. 

Nah, untuk meminimalisir kesalahan input dan risiko kesalahan lainnya, Anda bisa gunakan software ERP seperti MASERP. Dengan MASERP, bisa mempermudahkan pencatatan pembukuan hingga meminimalisir kesalahan dalam penginputan data. 

MASERP juga memiliki banyak fitur untuk membantu Anda membuat berbagai macam laporan keuangan. Bahkan, bisa dicustom sesuai kebutuhan perusahaan. 

New call-to-action