Jenis Kreditur dan Perbedaannya dengan Debitur

Written by Tika Ulfianinda

Jenis Kreditur dan Perbedaannya dengan Debitur

Istilah kredit dan kreditur sering Anda jumpai dalam berbisnis. Namun, keduanya memiliki arti yang berbeda. Kreditur adalah pihak yang memberikan pinjaman dan berhak menagih pinjaman tersebut.

Dalam praktiknya, istilah kreditur banyak dipakai dalam pinjaman, seperti kredit jangka pendek, obligasi, maupun pembiayaan yang memakai jaminan. Pinjaman-pinjaman tersebut umumnya memiliki jangka waktu tertentu yang sudah disepakati sejak awal. Siapa saja sebenarnya yang bisa menjadi kreditur? Apa saja jenis kredit?

Artikel ini membahas pengertian kreditur beserta jenis dan contohnya, baca artikel ini sampai selesai untuk mendapatkan insight baru!

Apa Itu Kreditur?

Kreditur adalah pihak, baik perorangan, perusahaan, maupun pemerintah, yang memberikan pinjaman, barang, atau jasa kepada pihak lain dan memiliki hak untuk menagih kembali sesuai perjanjian.

Berdasarkan UU No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan, kreditur adalah pihak yang memiliki piutang karena perjanjian atau ketentuan Undang-Undang, dan piutang tersebut dapat ditagih melalui pengadilan. Sederhananya, kreditur adalah pemberi pinjaman yang berhak menerima kembali dana atau nilai yang dipinjamkan.

Dalam konteks bisnis, kreditur tidak selalu berarti bank atau lembaga keuangan besar. Kreditur juga bisa berupa perusahaan, individu, supplier, atau institusi lain yang memberikan fasilitas pembayaran tertunda kepada bisnis Anda. Misalnya, ketika supplier memberikan tempo pembayaran 30 hari, maka supplier tersebut secara tidak langsung bertindak sebagai kreditur.

Dari sisi akuntansi, kreditur biasanya dicatat sebagai utang usaha atau utang jangka pendek/panjang dalam laporan keuangan perusahaan. Keberadaan kreditur ini berperan dalam menjaga likuiditas bisnis, terutama bagi perusahaan yang sedang berkembang.

Bagi bisnis B2B, hubungan dengan kreditur bukan sekadar soal pinjam-meminjam uang. Lebih dari itu, kreditur menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang saling mendukung, terutama dalam pengelolaan modal kerja, pengadaan barang, dan ekspansi usaha.

Baca Juga: Umur Piutang (AR Aging): Arti dan Cara Mudah Menghitungnya

Peran Kreditur dalam Bisnis

Kreditur sering dianggap sebagai beban karena identik dengan utang. Padahal, jika dikelola dengan baik, kreditur justru memiliki peran dalam menjaga stabilitas keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis. Berikut penjelasan lengkap peran kreditur dalam bisnis:

Menjaga Arus Kas

Peran utama kreditur adalah membantu bisnis menjaga arus kas tetap sehat dan stabil. Fasilitas kredit atau pembayaran tempo membantu perusahaanmengeluarkan dana yang tidak besar secara langsung untuk kebutuhan operasional. Bisnis tetap bisa berjalan walau pembayaran dari pelanggan belum diterima full.

Bagi bisnis B2B yang umumnya memiliki siklus penjualan panjang, peran ini krusial. Kreditur berfungsi sebagai jembatan antara biaya operasional karena pendapatan baru akan masuk di kemudian hari.

Bisnis berisiko mengalami kekurangan likuiditas apabila arus kasnya terganggu meskipun secara bisnis sebenarnya menguntungkan.

Pertumbuhan dan Ekspansi Bisnis

Kreditur ternyata dapat membantu bisnis untuk ekspansi tanpa harus menunggu modal dari keuntungan internal. Kredit untuk bisnis dapat dipakai untuk membuka cabang baru, menambah kapasitas produksi, atau memperluas distribusi lebih cepat.

Kreditur juga membantu perusahaan memanfaatkan peluang bisnis yang mendesak namun ada keterbatasan dana. Agar ekspansi tetap sehat, perusahaan perlu menyesuaikan besarnya kredit dengan kemampuan bayar dan proyeksi keuangan yang realistis.

Baca Juga: Apa Itu Ekspansi Bisnis? Strategi dan Risiko Bisnisnya

Meningkatkan Kredibilitas Bisnis

Hubungan yang baik dengan kreditur dapat meningkatkan kredibilitas bisnis di mata pihak eksternal. Perusahaan yang mampu mengelola utang dan membayar kewajiban tepat waktu biasanya dianggap lebih profesional dan dapat dipercaya. Rekam jejak ini menjadi nilai tambah saat bisnis mengajukan kredit baru atau menjalin kerja sama strategis.

Dalam dunia B2B, reputasi keuangan sangat berpengaruh terhadap kelancaran kerja sama jangka panjang. Kreditur yang percaya pada bisnis Anda cenderung memberikan syarat yang lebih fleksibel, seperti bunga lebih rendah atau tempo pembayaran lebih panjang.

Optimalisasi Pengelolaan Keuangan

Keberadaan kreditur mendorong bisnis untuk lebih disiplin dalam mengelola keuangan. Perusahaan dituntut untuk mencatat utang secara rapi, menyusun jadwal pembayaran, dan memantau kewajiban secara berkala.

Di sisi lain, disiplin ini justru membantu perusahaan memiliki struktur keuangan yang lebih tertata. Bisnis B2B biasanya menggunakan sistem akuntansi atau ERP untuk memantau posisi utang secara real time. Manajemen dapat mengambil keputusan keuangan dengan lebih tepat dari data real time di sistem ERP.

Baca Juga: Apa Itu Sistem ERP? Modul ERP dan Cara Kerja ERP

Perbedaan Kreditur dan Debitur

Berikut penjelasan perbedaan kreditur dan debitur secara lebih ringkas, jelas, dan mudah dipahami.

Berdasarkan Pengertian

Kreditur adalah pihak yang memberikan pinjaman atau kredit kepada pihak lain. Kreditur menyalurkan dana dengan harapan pinjaman tersebut akan dikembalikan sesuai kesepakatan, termasuk bunga atau imbalan lainnya.

Sebaliknya, debitur adalah pihak yang menerima pinjaman dari kreditur. Debitur memiliki kewajiban untuk mengembalikan dana pinjaman sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat.

Berdasarkan Peran dalam Transaksi

Dari sisi peran, kreditur adalah penyedia dana atau modal. Dalam hal ini, kreditur dapat berupa individu, lembaga keuangan, perusahaan, maupun pemerintah yang menyalurkan dana kepada pihak lain.

Sementara itu, debitur berperan sebagai pengguna dana. Dana yang diterima biasanya dimanfaatkan untuk kebutuhan tertentu, seperti pengembangan usaha, pembiayaan proyek, atau keperluan pribadi.

Berdasarkan Tanggung Jawab Keuangan

Dalam transaksi keuangan, kreditur memiliki hak untuk menentukan ketentuan pinjaman, seperti besaran bunga, jangka waktu, serta syarat pembayaran.

Di sisi lain, debitur bertanggung jawab untuk memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman tersebut, termasuk pokok dan bunga, sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati bersama.

Jenis Kreditur

Dalam sistem keuangan dan hukum, kreditur tidak berada dalam kedudukan yang sama. Perbedaan ini ditentukan oleh ada atau tidaknya jaminan serta prioritas pembayaran ketika debitur mengalami wanprestasi atau kepailitan.

Jenis kreditur dibedakan menjadi kreditur separatis, kreditur preferen, dan kreditur konkuren.

Kreditur Separatis

Kreditur separatis adalah kreditur yang memiliki jaminan kebendaan atas utang debitur. Jaminan tersebut membuat kreditur separatis memiliki hak untuk mengeksekusi objek jaminan secara langsung guna melunasi piutangnya.

Kreditur separatis tidak perlu menunggu proses pembagian harta pailit secara keseluruhan. Contoh kreditur separatis antara lain pemegang hak gadai, pemegang hak tanggungan atas tanah, pemegang hipotek, serta pemegang jaminan fidusia.

Kreditur Preferen

Jenis kreditur berikutnya adalah kreditur preferen yang merupakan kreditur yang memiliki hak untuk didahulukan dalam pembayaran utang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hak istimewa ini tidak selalu berasal dari jaminan, melainkan karena sifat piutangnya yang dilindungi hukum.

Sebagai contoh, karyawan termasuk kreditur preferen karena memiliki hak atas upah, pesangon, atau hak ketenagakerjaan lain yang belum dibayarkan apabila perusahaan dinyatakan pailit.

Kreditur Konkuren

Berbeda dengan dua jenis sebelumnya, kreditur konkuren adalah kreditur yang tidak memiliki jaminan khusus maupun hak prioritas pembayaran. Kedudukan mereka berada setelah kreditur separatis dan kreditur preferen.

Pembayaran kepada kreditur konkuren dilakukan secara proporsional dari sisa harta debitur yang tersedia. Artinya, jika aset debitur terbatas, seluruh kreditur konkuren akan menerima pelunasan sesuai dengan perbandingan jumlah piutang masing-masing.

Siapa Saja yang Bisa Menjadi Kreditur dalam Bisnis?

Kreditur selain bisa dari lembaga besar seperti bank juga bisa datang dari berbagai pihak seperti supplier atau vendor, investor, dan pihak internal (pemilik bisnis atau pemegang saham).

Bank dan Lembaga Keuangan

Bank dan lembaga keuangan adalah kreditur utama dalam dunia bisnis, terutama untuk pembiayaan formal seperti kredit modal kerja dan kredit investasi.

Bank biasanya memberikan pinjaman dalam jumlah besar dengan tenor dan bunga yang sudah ditentukan. Proses pengajuannya melibatkan analisis kelayakan usaha, laporan keuangan, dan kemampuan bayar perusahaan.

Bagi bisnis B2B, bank sering menjadi pilihan saat membutuhkan dana untuk ekspansi atau pembelian aset. Meskipun persyaratannya cukup ketat, kredit dari bank cenderung lebih terstruktur dan memiliki kepastian hukum. Hubungan jangka panjang dengan bank dapat membuka peluang fasilitas kredit yang lebih besar di masa depan.

Supplier atau Vendor

Supplier atau vendor yang memberikan fasilitas pembayaran tempo juga termasuk kreditur dalam bisnis. Dalam skema ini, perusahaan dapat menerima barang atau jasa terlebih dahulu dan membayarnya di kemudian hari sesuai kesepakatan. Bentuk kreditur ini sangat umum dalam bisnis B2B karena berkaitan langsung dengan operasional harian.

Supplier sebagai kreditur membantu perusahaan menjaga arus kas tetap stabil. Tanpa adanya tempo pembayaran, bisnis harus mengeluarkan dana besar di awal, yang bisa mengganggu likuiditas. Hubungan yang baik dengan supplier juga berpeluang membuka negosiasi tempo yang lebih panjang atau harga yang lebih kompetitif.

Investor atau Pemilik Modal

Investor atau pemilik modal juga dapat menjadi kreditur jika dana yang diberikan berbentuk pinjaman, bukan penyertaan saham. Dalam kondisi ini, investor berhak menerima pengembalian dana sesuai perjanjian, biasanya disertai bunga atau imbal hasil tertentu. Skema ini sering digunakan oleh bisnis yang ingin mendapatkan dana tanpa harus melepas kepemilikan perusahaan.

Bagi perusahaan B2B, investor sebagai kreditur memberikan fleksibilitas dalam struktur kepemilikan. Namun, perjanjian pinjaman tetap harus dibuat secara jelas agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari. Pencatatan utang kepada investor juga perlu dilakukan secara transparan dalam laporan keuangan.

Pihak Internal (Pemilik Usaha atau Pemegang Saham)

Pihak internal seperti pemilik usaha atau pemegang saham juga bisa menjadi kreditur ketika memberikan pinjaman pribadi kepada perusahaan. Kondisi ini sering terjadi pada bisnis yang sedang berkembang atau mengalami kebutuhan dana mendesak. Meskipun berasal dari internal, pinjaman tersebut tetap harus diperlakukan sebagai utang perusahaan.

Pencatatan yang profesional diperlukan agar keuangan pribadi dan keuangan bisnis tidak campur aduk. Jika tidak dikelola dengan baik, pinjaman internal justru dapat menimbulkan masalah akuntansi dan pajak.

Penutup

Dalam dunia bisnis dan keuangan, kreditur adalah pihak yang berperan sebagai pemberi pinjaman sekaligus pemilik hak tagih. Melalui peran tersebut, kreditur membantu mendukung pertumbuhan usaha, mendorong kegiatan kewirausahaan, serta berkontribusi dalam menjaga kestabilan perekonomian.

Dalam berbisnis, urusan utang dan piutang keuangan tidak boleh disepelekan karena dapat mengganggu arus kas bisnis. Anda perlu mengelola keuangan bisnis dengan sistem yang tepat seperti sistem ERP. Sistem ERP adalah sistem/software yang dapat dipakai perusahaan untuk mengelola operasional bisnis end to end karena sudah terintegrasi dengan banyak departemen di dalam satu sistem.

Sistem ERP mengintegrasikan banyak modul seperti manufaktur, penjualan, pembelian, inventory, gudang, keuangan, akuntansi, aset tetap, laporan keuangan, dan masih banyak lagi. Anda tidak perlu membeli banyak software untuk perusahaan, satu software ERP bisa dipakai hampir semua departemen.

Software ERP MASERP membantu Anda untuk menagih customer Anda secara tepat waktu. MASERP menyediakan reminder untuk piutang jatuh tempo setiap harinya untuk penagihan tepat waktu dan meningkatkan kesehatan cash flow perusahaan.

Segera jadwalkan konsultasi kebutuhan perusahaan Anda sekarang dengan konsultan MASERP! Dapatkan trial gratis software ERP untuk bisnis Anda!

Konsultasi dan Demo Gratis Software ERP MASERP
Jadwalkan free konsultasi dan demo fitur lengkap software ERP MASERP untuk bisnis Anda.

Author

  • author tika ulfianinda

    Tika adalah seorang SEO Specialist dengan pengalaman lebih dari 5 tahun menulis dan mengoptimasi artikel untuk industri B2B SaaS, khususnya sistem ERP dan HRIS. Berbekal pemahaman dan pengalaman dengan dunia digital marketing membuat dirinya terbiasa menulis artikel yang SEO friendly dan berbasis data. Tika menyajikan isi konten artikel yang relevan membantu bisnis dengan topik software ERP, HRIS, akuntansi, inventory, manajemen bisnis, teknologi, dan artikel lain terkait SaaS serta bisnis.

Index