Di tengah pesatnya perkembangan transaksi digital, metode pembayaran terus berinovasi untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna. Salah satu inovasi yang semakin banyak digunakan adalah split payment yang sifatnya lebih fleksibel bagi konsumen maupun pelaku bisnis dalam menyelesaikan transaksi.
Total pembayaran dapat dibagi ke beberapa bagian jadi anggaran menjadi lebih terkontrol. Artikel ini akan membahas apa itu split payment secara lengkap beserta cara kerja dan contohnya. Yuk, dibaca sampai habis artikelnya!
- Split Payment adalah metode pembayaran yang membagi total nilai transaksi ke beberapa bagian yang dibayar secara terpisah, baik dengan waktu berbeda maupun metode pembayaran yang berbeda, sehingga membantu fleksibilitas dalam mengatur pembayaran.
- Dalam bisnis, split payment memiliki beberapa fungsi penting, seperti mempermudah transaksi, mengurangi risiko gagal transaksi, dan meningkatkan peluang konversi penjualan, sehingga membantu bisnis menerima pembayaran meskipun saldo di satu metode tidak mencukupi.
- Cara kerja split payment melibatkan beberapa tahap mulai dari pembeli memilih opsi split payment, menentukan pembagian nominal pada masing-masing metode pembayaran, hingga verifikasi dan penyelesaian transaksi setelah keseluruhan bagian pembayaran diterima.
Apa Itu Split Payment?
Split payment atau pembayaran terbagi adalah metode pembayaran dengan membagi total nilai transaksi ke dalam beberapa bagian yang dibayarkan secara terpisah. Pembayaran tersebut dapat dilakukan pada waktu yang berbeda atau menggunakan lebih dari satu metode pembayaran.
Split payment memberikan kemudahan pembayaran agar pembeli lebih fleksibel dalam mengatur kondisi keuangan. Dalam praktiknya, sebagian pembayaran bisa dilakukan menggunakan kartu kredit, sementara sisanya dibayarkan dengan uang tunai atau metode pembayaran lain yang tersedia.
Fleksibilitas tersebut membantu pembeli yang ingin menghindari pembayaran full dalam satu waktu atau memiliki keterbatasan dana saat transaksi berlangsung. Keuangan bisnis pun bisa direncanakan dan dikontrol dengan baik.
Split payment juga relevan pada transaksi yang melibatkan banyak pihak, seperti kerja sama bisnis atau proyek bersama. Setiap pihak dapat melakukan pembayaran sesuai porsi kewajibannya sehingga proses transaksi menjadi lebih tertib, transparan, dan mudah dikelola.
Secara umum, split payment bertujuan meningkatkan kenyamanan serta kemudahan dalam proses transaksi. Cara ini dapat dilakukan secara offline maupun online, menyesuaikan kebijakan dan fasilitas yang disediakan oleh penjual atau penyedia layanan.
Baca Juga: Jenis Termin dan Tips Pembayaran Termin Selalu Lancar
Fungsi Split Payment dalam Bisnis
Dalam aktivitas bisnis, sistem pembayaran berperan dalam memastikan transaksi berjalan lancar. Kini, salah satu metode yang semakin banyak digunakan adalah split payment. Berikut beberapa fungsi split payment dalam bisnis.
Mempermudah Proses Transaksi Pembelian
Split payment berfungsi untuk memudahkan buyer menyelesaikan transaksi meskipun dana pada satu metode pembayaran tidak mencukupi. Buyer dapat mengombinasikan beberapa metode pembayaran, seperti transfer bank, kartu kredit, atau e-wallet (dompet digital) dalam satu transaksi yang sama.
Cara ini memudahkan proses pembelian agar tetap dilakukan tanpa harus menunggu saldo terkumpul terlebih dahulu. Transaksi pun menjadi lebih cepat dan praktis.
Mengurangi Risiko Gagal Transaksi
Fungsi split payment berikutnya adalah menekan risiko gagal transaksi. Pada sistem pembayaran konvensional, transaksi kerap terhenti ketika saldo tidak mencukupi. Dampaknya, buyer bisa membatalkan pembelian.
Melalui split payment, kekurangan dana di satu metode dapat ditutupi dengan metode pembayaran lain. Alhasil, transaksi tetap dapat diproses dan peluang kehilangan buyer dapat diminimalisir.
Meningkatkan Peluang Konversi Penjualan
Kemudahan dalam pembayaran berkaitan langsung dengan keputusan pembelian. Split payment membantu buyer tetap menyelesaikan transaksi meskipun memiliki keterbatasan dana pada satu waktu tertentu.
Bagi bisnis, terutama di sektor e-commerce dan Business to Business (B2B), fungsi ini sangat penting karena dapat meningkatkan rasio konversi penjualan tanpa terhambat kendala teknis pembayaran.
Mendukung Transaksi yang Melibatkan Banyak Pihak
Tidak hanya untuk transaksi individu, split payment juga memiliki fungsi dalam kerja sama bisnis atau proyek bersama. Setiap pihak dapat melakukan pembayaran sesuai dengan porsi kewajibannya masing-masing.
Pembagian biaya menjadi lebih jelas dan transparan sehingga memudahkan proses administrasi serta pencatatan keuangan.
Membantu Menjaga Stabilitas Arus Kas Bisnis
Terakhir, dari sudut pandang pelaku usaha, split payment membantu menjaga arus kas tetap stabil. Transaksi tidak harus tertunda hanya karena kendala pembayaran dari buyer.
Bisnis tetap dapat menerima pembayaran secara bertahap tanpa menghambat proses penjualan. Operasional perusahaan juga bisa berjalan lebih stabil dan konsisten.
Baca Juga: Karakteristik Down Payment (Uang Muka)
Cara Kerja Split Payment
Pada praktiknya, split payment bekerja melalui beberapa tahapan yang saling terhubung. Setiap tahap dibuat agar proses pembayaran tetap aman, transparan, dan mudah dilakukan oleh buyer maupun penjual. Simak cara kerja split payment di bawah ini!
Tahap Awal Transaksi Dilakukan
Proses split payment dimulai saat pembeli memilih produk atau layanan yang ingin dibeli. Kemudian, sistem akan menampilkan total nilai transaksi secara lengkap, termasuk harga produk, pajak, dan biaya tambahan lainnya. Informasi ini dipakai pembeli untuk menentukan skema pembayaran yang akan digunakan.
Pemilihan Opsi Split Payment
Setelah total biaya diketahui, pembeli memilih metode split payment pada tahap pembayaran atau check-out. Pada beberapa platform, opsi ini sudah tersedia secara otomatis. Sementara itu, pada kondisi tertentu, pembeli perlu berkoordinasi langsung dengan penjual atau penyedia layanan untuk mengatur pembayaran tersebut.
Penyesuaian Pembagian Nominal Pembayaran
Selanjutnya, pembeli menentukan skema pembagian total transaksi. Pembayaran dapat dibagi berdasarkan nominal tertentu atau persentase sesuai metode yang dipilih. Misalnya, sebagian pembayaran dilakukan melalui bank transfer dan sisanya menggunakan kartu kredit atau e-wallet.
Melalui tahap ini, pembeli memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan metode pembayaran dengan kondisi keuangan yang dimiliki.
Proses Pembayaran per Metode
Setelah pembagian ditentukan, pembayaran dilakukan sesuai dengan metode yang telah dipilih. Pembayaran dapat dilakukan secara bersamaan atau bertahap, tergantung pada kebijakan platform dan kesepakatan antara pembeli dan penjual. Setiap metode pembayaran diproses secara terpisah, tapi tetap berada dalam satu transaksi yang sama.
Verifikasi dan Pencatatan Pembayaran
Setiap pembayaran yang masuk akan diverifikasi oleh sistem pembayaran atau pihak terkait. Proses ini bertujuan untuk memastikan dana telah diterima sesuai nominal yang ditentukan. Setelah itu, pembeli dan penjual akan menerima konfirmasi pembayaran untuk masing-masing bagian transaksi.
Penyelesaian Transaksi
Transaksi dinyatakan selesai setelah seluruh bagian pembayaran berhasil diverifikasi. Pada tahap ini, pembeli berhak menerima produk atau layanan sesuai kesepakatan. Sementara penjual akan memperoleh dana sesuai pembagian yang telah ditentukan sejak awal.
Sebagai catatan, alur cara kerja split payment dapat berbeda tergantung pada sistem pembayaran, platform yang digunakan, serta kebijakan masing-masing penjual atau penyedia layanan. Beberapa platform sudah mengelola proses ini secara otomatis. Namun, pada kondisi tertentu masih membutuhkan penyesuaian manual agar transaksi berjalan lancar.
Baca Juga: QRIS Adalah Sistem Pembayaran Digital yang Penting Diketahui
Contoh Split Payment
Metode ini membantu pelaku usaha dan buyer menyelesaikan transaksi tanpa terkendala keterbatasan dana di satu sumber pembayaran. Berikut beberapa contoh penerapan split payment dalam praktik bisnis.
Layanan Jasa dengan Pembayaran Terpisah
Pada bisnis jasa, split payment kerap digunakan untuk menyesuaikan kebutuhan klien yang memiliki sumber dana berbeda. Metode ini umumnya dilakukan secara manual berdasarkan kesepakatan bersama.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan event organizer menangani acara corporate dengan total biaya Rp50 juta. Klien ingin membagi pembayaran karena sebagian dana berasal dari anggaran internal, sementara sisanya dari sponsor.
Dengan split payment, klien dapat melakukan dua kali transfer dari rekening berbeda tanpa menghambat proses kerja sama. Melalui skema ini, pembayaran menjadi lebih tertata dan transparan, baik bagi klien maupun penyedia jasa.
Kombinasi Beberapa Metode Pembayaran di Bisnis Ritel
Dalam bisnis ritel, split payment sering dimanfaatkan untuk mengatasi keterbatasan saldo pada satu metode pembayaran. Dengan begitu, peluang transaksi tetap terbuka.
Misalnya, sebuah toko elektronik menjual laptop seharga Rp15 juta. Buyer hanya memiliki saldo Rp10 juta di satu e-wallet. Untuk melengkapi pembayaran, buyer menggunakan e-wallet lain atau kartu kredit untuk sisa Rp5 juta.
Cara ini membuat buyer tetap bisa menyelesaikan pembelian, sementara bisnis tidak kehilangan potensi penjualan akibat kendala saldo yang belum mencukupi.
Penerapan Split Payment dari Sisi Penjual
Tidak hanya dari sisi buyer, penjual juga dapat menginisiasi split payment sebagai strategi meningkatkan kenyamanan bertransaksi. Hal ini umum diterapkan pada bisnis yang melayani transaksi bernilai besar.
Sebagai ilustrasi, sebuah toko furniture yang awalnya hanya menerima pembayaran penuh mulai menyediakan opsi split payment. Buyer diperbolehkan membayar sebagian melalui transfer bank dan sisanya menggunakan kartu kredit atau cicilan.
Dengan memberikan opsi ini, penjual dapat menjangkau lebih banyak buyer, sekaligus mengurangi risiko transaksi batal karena keterbatasan metode pembayaran.
Kesimpulan
Split payment adalah skema pembayaran yang memungkinkan satu transaksi dibagi ke beberapa alur pembayaran, baik kepada penjual maupun langsung ke pihak lain yang berkepentingan. Melalui metode ini, proses transaksi menjadi lebih transparan, efisien, dan aman, khususnya saat melibatkan lebih dari satu pihak dalam satu pembayaran.
Sebesar atau sekecil apapun transaksi keuangan bisnis, pengelolaan keuangan itu sangat penting. Bahkan, ketika membuat laporan keuangan.
Agar segala catatan dan laporan keuangan tersusun rapi dari setiap periodenya, Anda wajib menggunakan software ERP modern seperti MASERP. MASERP bisa terintegrasi dengan fungsi bisnis lain seperti manufaktur, distribusi, penjualan, pembelian, keuangan, akuntansi, gudang, dan lain-lain.
MASERP akan memudahkan Anda mencatat, memantau dan membuat laporan keuangan sepeti arus kas dan laba rugi perusahaan secara otomatis dan kapan saja tanpa harus menunggu rugi atau negatif.
Dengan fitur Report Center di MASERP, kamu bisa mencatatat dan membuat laporan keuangan yang meliputi laba rugi, neraca, penjualan dan lain-lain.
Pencatatan dan pelaporan manual tentu saja akan memakan banyak waktu dan memiliki peluang besar terjadinya human error. Ini akan menghambat efisiensi dan produktivitas perusahaan.
Segera konsultasikan kendala dan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami (klik gambar di bawah ini). Gratis!