Tidak hanya software akuntansi, saat ini telah dikembangkan pula aplikasi untuk petani yang mana tujuan diluncurkannya aplikasi smartphone ini untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiatara meluncurkan aplikasi untuk petani. Aplikasi tersebut dirancang untuk perangkat genggam dan merupakan karya sejumlah perusahaan rintisan digital (startup) lokal. Aplikasi ini merupakan aplikasi Android yang bisa diunduh melalui Google Play Store.

Petani buatan 8villages

 petani

TaniHub buatan tim TaniHub

Aplikasi TaniHub berisikan layanan mengenai distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari daerah ke kota.

tanihub

LimaKilo dan Pantau Harga buatan Code4Nation

Aplikasi LimaKilo memungkinkan petani untuk langsung menjual hasil panennya ke konsumen dengan harga kompetitif.

Aplikasi Pantau Harga merupakan tempat untuk tawar menawar, dan melakukan jual beli antara penyedia bahan baku dengan petani. Hal ini untuk memudahkan dalam melakukan interaksi dikarenakan ada basis data harga yang menjadi acuan.

pantau harga

Nurbaya Initiatives 

nurbaya

Aplikasi Nurbaya Initiatives yaitu layanan yang disediakan bagi pelaku ekonomi rakyat baik petani maupun UKM untuk dapat membuat platform penjualan hasil-hasilnya.

Khusus aplikasi Petani, memiliki fitur konsultasi gratis yang bisa diakses melalui SMS sedangkan aplikasi TaniHub, selain di Android, disediakan juga untuk sistem operasi iOS. Pemerintah berharap perkenalan aplikasi-aplikasi tersebut bisa membantu petani dalam meningkatkan keuntungan mereka. Terutama karena melalui aplikasi, petani bisa terhubung secara langsung kepada konsumen. Cara ini bisa membantu mempersingkat jalur distribusi produk tani. Selama ini distribusi produk tani banyak yang melalui tengkulak atau middleman sehingga membuat keuntungan petani menyusut. Namun pemerintah juga tidak memungkiri bahwa umumnya petani akan kesulitan mengadopsi teknologi baru, seperti ponsel. Sebagai solusi, saat ini sedang dilakukan revisi kegiatan kelompencapir sebagai wadah komunikasi dan pengembangan petani.

Sekadar diketahui, aplikasi dan platform dagang petani merupakan bagian dari program Sinergi Akdi untuk Ekonomi Rakyat. Pelaksanaannya berdasarkan koordinasi antara Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Pertanian, Kemenkominfo, Kementerian Perdagangan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Menteri Rudiantara berharap keberadaan aplikasi tersebut mampu membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan memangkas rantai distribusi hasil produksi dari petani ke konsumen. Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, dan pemerintah juga mendorong UMKM Indonesia untuk Go Digital.

Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat & salam sukses!

Sumber : kompas, ekonomi rima